Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Macam Macam Wakaf

2 min read

Macam-Macam Wakaf – Ketika kita mendengar sebuah kata wakaf maka pikiran kita akan menangkap sebuah lahan maupun tanah yang diberikan kepada seorang wakif untuk masjid, madrasah mushola dan tempat-tempat ibadah.

Memang pikiran tersebut di atas tidak sepenuhnya salah tapi juga tidak sepenuhnya benar. Pasalnya dalam pembahasan fiqih yang yang lebih luas dan praktek wakaf di lapangan memiliki macam-macam yang banyak.

Jika seseorang memiliki asumsi bahwa wakaf harus berupa tanah. Maka wakaf uang dan wakaf produktif tidak akan berjalan seperti yang sekarang ini.

Padahal bisa saja sebuah minimarket bisa saja merupakan barang wakaf yang bisa dipergunakan untuk kemaslahatan.

Menurut para ulama, secara umum, wakaf dibagi menjadi dua bagian, sebagaimana diungkapkan oleh Suhendi (2008: 244-245) sebagai berikut.

Khusus (waqaf ahli)

Macam-macam wakaf

Wakaf ahli yaitu waqaf yang dimaksudkan khusus untuk keluarga atau orang yang dituju waqif. Maksud wakaf ahli ialah wakaf yang ditujukan kepada orang-orang tertentu, seseorang atau terbilang, baik keluarga waqif maupun orang yang lain.

Sebagai perumpamaan wakaf khusus, seseorang mewakafkan tanah yang dimilikinya untuk dibangun sebuah mushola milik keluarga.

Dan hanya dari keluarga tersebut yang boleh memimpin dari masalah tersebut. Untuk makmum dipersilahkan untuk umum.

Wakaf semacam ini dipandang sah dan yang berhak menikmati harta wakaf itu adalah orang-orang yang ditunjuk dalam pernyataan wakaf.

Masalah yang mungkin akan timbul dalam wakaf ini apabila turunan atau orang-orang yang ditunjuk tidak ada lagi cakap dalam mengimami sholat di mushala wakaf, mungkin juga yang disebut atau ditunjuk untuk memanfaatkan benda-benda wakaf telah punah.

Bila terjadi hal-hal tersebut, dikembalikan pada syarat umum, yaitu wakaf tidak boleh dibatasi oleh waktu.

Dengan demikian, meskipun orang-orang yang dinyatakan berhak memanfaatkan benda-benda wakaf telah punah, bangunan tersebut tetap berkedudukan sebagai benda wakaf digunakan oleh keluarga yang lebih jauh atau bila tidak, digunakan oleh umum.

Berdasarkan pengalaman, wakaf ahli setelah melampaui ratusan tahun mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya sesuai dengan tujuan wakaf yang sesungguhnya.

Yang terlebih bila turunannya yang dimaksud telah berkembang dengan sedemikian rupa. Berdasarkan hal ini, di Mesir, wakaf ahli dihapuskan dengan Undang-Undang No. 180 tahun 1952.

Umum (waqaf khairi)

Wakaf produktifYaitu wakaf yang sejak semula ditujukan untuk kepentingan-kepentingan umum dan tidak ditunjukan kepada orang-orang tertentu.

Waqaf khairi inilah yang benar-benar sejalan dengan amalan wakaf yang amat dianjurkan dalam ajaran Islam, yang dinyatakan pahalanya akan terus mengalir hingga wakif meninggal dunia, selama harta masih dapat diambil manfaatnya.

Berdasarkan substansi ekonominya, wakaf bisa dibagi menjadi dua macam, sebagaimana diungkapkan oleh Qahaf (2005: 22-23) sebagai berikut.

a. Wakaf langsung

Yaitu wakaf untuk memberi pelayanan langsung kepada orang-orang yang berhak, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit.

b. Wakaf produktif

Yaitu wakaf harta yang digunakan untuk kepentingan produksi, yang manfaatnya bukan kepada benda wakaf secara langsung, tetapi dari keuntungan bersih hasil pengembangan wakaf yang diberikan kepada orang-orang yang berhak sesuai dengan tujuan wakaf.

Jadi wakaf produktif dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi, yang akan berdampak lebih besar dalam sektor ekonomi dibanding hanya sekadar penunjang sarana dan prasarana ibadah dan kegiatan sosial yang sifatnya sektoral.

Karena dalam hal ini, wakaf lebih memiliki visi yang jauh ke depan dalam mendorong tingkat kesejahtraan masyarakat sebagai suatu usaha terciptanya kemasalahatan umat.

Return (hasil) yang diperoleh dari investasi wakaf akan memiliki multiplier effect dalam mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Jika hal ini dikembangkan ke tingkat dunia maka sudah bukan suatu mimpi lagi kesejahteraan yang merata dapat dirasakan oleh umat ini.

c. Wakaf tunai

Yaitu biasanya wakaf dalam bentuk uang. Bagi muslim Indonesia, hal ini terasa asing. Paradigma masyarakat muslim kita tentang wakaf adalah barang yang tidak bergerak, seperti tanah.

Padahal suatu barang yang bergerak, seperti uang dapat dijadikan barang wakaf, sebagaimana diceritakan bahwa perkembangan wakaf di berbagai belahan dunia mempunyai peranan yang jauh lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Sairi Erfanie dalam Jusmaliani, 2008: 308).

Menurut Qahaf (2005: 30) pada masa kejayaan Islam, wakaf uang dimanfaatkan untuk dua tujuan, yang intinya adalah sebagai berikut.

I) Untuk dipinjamkan kepada orang-orang yang membutuhkan, kemudian setelah terpenuhi kebutuhannya uang tersebut dikembalikan lagi untuk dipinjamkan kepada orang lain, tanpa mengambil keuntungan apa pun dari peminjam.

2) Wakaf untuk keperluan produktif, wakaf ini telah ada sejak zaman sahabat dan tabiin. Bukhari dalam kitabnya “Shahih Al-Bukhari” meriwayatkan sebuah atsar (perkataan sahabat) dari Zuhri bahwasanya telah meminjam sepuluh dinar pada scorang pedagang dan hasilnya diberikan kepada orang-orang miskin.

Wakaf produktif

Wakaf produktif kemudian berkembang menjadi usaha bagi hasil (mudharabah) di negara Islam di bagian Barat dan Timur hingga akhir masa pemerintahan Turki Utsmani.

Wakaf produktif dalam rangka memberdayakan umat, sesuai dengan Fatwa MUI pada tanggal 11 Mei 2002, dalam keputusan itu ada lima butir fatwa, yaitu sebagai berikut.

1. Wakaf uang (cash wakaf/wakaf an-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan orang, sekolompok
orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk tunai.

2. Termasuk dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.

3. Wakaf uang hukumnya boleh (jawaz).

4. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan syariah.

5. Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan,
bahkan diwariskan.

Lantas bagaimana jika wakaf digugat oleh ahli waris? Penyelesaian masalah sengketa tanah wakaf telah di atur dalam undang-undang tentang wakaf tahun 2004.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: