Kang Santri

Catatan Kang Santri

Tatacara Sholat Hajat Lengkap Dengan Do’a Dan Keutamaannya

Home Panduan Tuntunan Sholat Tatacara Sholat Hajat Lengkap Dengan Do’a Dan Keutamaannya
Waktu sholat hajat yang utama

Tatacara sholat hajat – sholat menurut pengertian bahasa adalah doa. Penamaan ini disebabkan dalam sholat memuat do’a – do’a. Mendirikan shalat merupakan bentuk penghambaan seseorang kepada Allah termasuk sholat hajat. Dalam sebuah sabda nabi disebutkan yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ahmad.

قا ل صلى الله عليه وآله وسلم “الدعاء مخ العبادة (الترمذي: 3293، أحمد: 4/271)

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda “Do’a adalah inti dari ibadah” (HR. At-Tirmidzi No.3293 dan Ahmad: Kitab juz 4 No. 271.

Pengertian Sholat Hajat

Pengertian sholat hajat

Sholat hajat merupakan bagian dari sholat qiyamul lail. Dalam pelaksanaan sholat hajat biasanya seseorang melaksanakannya karena ada hajat yang belum tercapai dan meminta kepadaa Allah untuk segera mengabulkannya seperti minta dilapangkan rizki, didekatkan jodoh.

Shalat hajat merupakan salah satu bagian dari shalat qiyamul lail yaitu sholat yang didirikan pada malam hari, seperti shalat istikharah, sholat tarawih, sholat tasbih, dan sholat witir. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari sanad Abi Darda’ disebutkan “barang siapa  yang berwudhu, kemudian sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta, seketika atau kemudian hari.

رواه أحمد – رحمه الله – عن أبي الدرداء – رضي الله عنه – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال : ” من توضأ فأسبغ الوضوء ، ثم صلى ركعتين يتمهما أعطاه الله ما سأل معجلاً ، أو مؤخراً

Aturan pelaksanaan sholat hajat dan berlaku shalat sunnah malam lainnya kecuali witir didirikan paling sedikit dua rakaat. Untuk batas maksimal bilangan sholat sunnah tidak ditentukan dan bisa sesuai dengan keinginan.

Keutamaan Sholat Hajat

Shalat merupakan anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada seorang, pasalnya hanya sholat yang bermanfaat di akhirat selain amal-amal yang sholih (bukan berupa harta benda). Sholat sendiri sudah memiliki keutamaan yang luar biasa, apalagi dilaksanakan diwaktu – waktu yang mustajabah seperti pada saat tengah malam. Berikut ini keutamaan – keutamaan sholat hajat.

Keutamaan sholat hajat

  1. Sebagai bukti iman

Seseorang melaksanakan sholat hajat merupakan bukti bahwa dia beriman kepada ayat – ayat Allah. Keimanan tersebut ia tunjukkan dengan memperbanyak sujud kepada Allah dalam keadaan sepi maupun ramai. Seperti yang difirmankan Allah dalam ayat 15-17 surat As-Sajdah.

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (۱۵) تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (۱۶) فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ(۱٧)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedangkan mereka tidak menyombongkan diri(15). Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka(16). Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan(17).

  1. Lebih dekat kepada Allah

Orang yang selalu berdzikir kepada Allah akan lebih dekat, begitu pula yang melaksanakan sholat qiyamul lail sholat hajat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori No. 1145 mengatakan bahwa seseorang yang melaksanakan sholat hajat akan lebih dekat kepada Allah, dikabulkan do’anya, dan memberikan ampunan.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145).

  1. Mendapatkan pujian dan sanjungan dari Allah

Seorang muslim yang taat akan selalu menjalankan perintah-perintah Allah SWT. Dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Seseorang muslim yang baik juga akan menjaga hubungannya dengan manusia dan tuhannya. Karena ketaatan tersebut Allah membedakan antara orang yang kafir dan mu’min. Seperti yang difirmankan Allah dalam QS. Az Zumar ayat 9 dan Al-Furqan ayat 63-64.

  1. Az Zumar ayat 9;

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

 

Al-Furqan ayat 63-64

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣) وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا)٦٤(

Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati; dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

 

Waktu Sholat Hajat Yang Utama

Waktu sholat hajat yang utama

Para ulama memberikan penjelasan mengenai waktu-waktu yang tepat untuk beribadah bertaqorub kepada Allah. Sama halnya dengan sholat hajat, para ulama yang memberikan penjelasan mengenai waktu sholat hajat yang baik yang berasal dari Rasulullah.

Para ulama menjelaskan bahwa shalat qiyamul lail dibagi menjadi tiga waktu yaitu spertiga pertama, kedua dan sepertiga terakhir. Ia juga bisa dikerjakan setelah sholat isya’ sampai waktu datangnya fajar.

Dalam sebuah hadits dijelaskan mengenai waktu yang utama dalam melaksanakan shalat hajat, semua hadits tersebut menjelaskan waktu yang utama adalah sepertiga akhir.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145).

 

وعن عمرو بن عبسة قال : سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول ” أقرب ما يكون العبد من الرب في جوف الليل الأخير , فان استطعت أن تكون ممن يذكر الله في تلك الساعة فكن ” (رواه الحاكم)

Dari Amr’ bin Absah berkata: aku mendengar Nabi SAW. bersabda “ waktu yang paling mendekatkan hamba kepada tuhannya adalah pada akhir malam. Jika kamu bisa untuk melaksanakan dzikir pada waktu tersebut, maka lakukanlah. (HR. Al-Hakim).

 

Tatacara Sholat Hajat

Syariat Islam memiliki ajaran yang sempurna, sehingga semua yang diajarkan telah terdapat kaifiyah maupun tatacaranya, termasuk tatacara sholat hajat. Sebelum melaksanakan sholat hajat lebih afdholnya kamu mengetahui tatacara sholat hajat.

  1. Wudhu

Sebelum mengerjakan sholat diwajibkan untuk menghilangkan dari hadats dan najis. Cara menghilangkan hadats besar dengan cara mandi wajib dan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Wudhu merupakan syarat mengerjakan sholat, dalam hal ini ada firman Allah dan sabda Rasulullah untuk melaksanakan wudhu sebelum melaksanakan sholat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. (QS. Al-Maidah:6)

روى ابو هريرة رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ (رواه الشيخان وأبو داود والترمذي)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a. bahwa Nabi SAW. bersabda “ Allah tidak menerima amal diantara kalian yang masih hadats sampai kalian berwudhu” (HR. Syaikhani, Abu Daud dan At-Tirmidzi).

  1. Niat Sholat hajat

Dalam melaksanakan sholat, niat merupakan rukun yang pertama yang wajib dilakanakan. Niat disini tidak diwajibkan dengan melafalkan tetapi cukup dengan hati. Menurut syaikh Nawawi Al-Bantani disunahkan niat disertai dengan melafalkan niat tersebu.

Hal ini penting karena dengan niat yang diucapkan maka akan membantu hati menjadi konsentrasi dan tidak salah niat, seperti sholat asar diniati dengan sholat dhuhur. Baiklah di bawah ini adalah niat untuk melaksanakan sholat hajat.

أصلي سنة الحاجة  ركعتين مستقبل القبلة اداء لله تعالى

Usholli sunnatal hajati rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala

  1. Rukun dan syarat sah sholat hajat

Pada dasarnya melaksanakan sholat bacaan dan gerakannya sama. Yang membedakan dari sholat satu dengan yang lain adalah niat, jumlah rakaat dan waktu pelaksanaannya. Dalam pembahasan sebelumnya saya telah membahas mengenai 17 Rukun Dan 8 Syarat Sah Shalat Yang Harus Terpenuhi. Sebelum kamu melakukan sholat hajat alangkah lebih baik untuk membaca artikel tersebut.

  1. Bacaan saat sujud

Salah satu dari tatacara sholat hajat adalah memperbanyak doa pada saat sujud, karena saat sujud merupakan saat yang mustajabah. Jadi pada saat sujud terakhir dianjurkan untuk memperbanyak doa yang dimaksud.

Sebelum berdo’a kamu baca bacaan berikut:

سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله , الله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي الظيم  ١٠

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illa allah, Allahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil adzim 10x

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد ١٠

Allahumma sholli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad.

Doa setelah sholat hajat

  1. Do’a sholat hajat

Doa yang makbul diawali dengan shalat sunnah sebanyak 12 rakaat seperti yang disampaikan oleh Syekh M Nawawi Banten menyebutkan riwayat dari Wahib bin Al-Warad. Pada setiap rakaat dibaca Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, dan Surat Al-Ikhlas. Berikut ini doa yang dibaca setelah shalat 12 rakaat.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الحَلِيْمُ الكَرِيْمُ ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْم ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Lâ ilâha illallâhul halîmul karîm. Subhânallâhi rabbil ‘arsyil karîmil ‘azhîm. Alhamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. As’aluka mûjibâti rahmatik, wa ‘azâ’ima maghfiratik, wal ghanîmata min kulli birrin, was salâmata min kulli itsmin. La tada‘ lî dzanban illâ ghafartah, wa lâ hamman illâ farrajtah, wa lâ hâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ ya arhamar râhimîn.

Artinya, “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau telantarkanku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.