Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Tata Cara Wudhu Lengkap Beserta Do’a Dan Bacaan Latin

5 min read

Tata cara Wudhu Lengkap Beserta Do’a Dan Bacaan Latin – Wudhu merupakan hal  yang wajib dilakukan sebelum mengerjakan sholat. Wudhu merupakan cara untuk menghilangkan hadats kecil, sedangkan untuk menghilangkan hadats besar dengan cara mandi junub. Pada kesempatan sebelumnya saya telah membahas mengenai rukun dan syarat sah sholat.

Tatacara wudhu

Tata cara wudhu

Wudhu merupakan cara untuk membersihkan diri dari hadats (kotoran) untuk  menjalankan perintah shalat. Diwajibkan wudhu karena shalat adalah menghadap Allah SWT. sehingga anggota badan yang sering digunakan maksiat harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara wudhu.

Pemberlakuan syariat wudhu ini berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah nabi yang berkaitan seperti QS. Al-Maidah: 6 dan HR. Syaikhoni, Abu Daud dan At-Tirmidzi

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah. (QS. Al-Maidah:6)

روى ابو هريرة رضي الله عنه ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا يقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ (رواه الشيخان وأبو داود والترمذي)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah R.a. bahwa Nabi SAW. bersabda “ Allah tidak menerima amal diantara kalian yang masih hadats sampai kalian berwudhu” (HR. Syaikhani, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Pembahasan kali ini kita mulai dari pembahasan mengenai rukun wudhu yang harus terpenuhi. Baiklah berikut penjelasannya.

Syarat wudhu

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Bersih dari haid dan nifas
  4. Bersih dari benda-benda yang menghalangi air wudhu
  5. Mengetahui kewajiban dan kesunahan

 Baca juga : Bacaan Sholat Lengkap

Rukun wudhu

Wudhu memiliki enam rukun yang harus dipenuhi. Enam rukun ini berlaku untuk wudhu yang bersifat wajib seperti untuk shalat dan thawaf maupun wudhu yang bersifat sunnah seperti membaca Al-Qur’an.

Berikut ini penjelasan dari enam rukun wudhu tersebut:

  1. Niat

Tata cara wudhu

Niat memiliki posisi yang sangat penting dalam melaksanakan suatu ibadah. Pahala ataupun siksa yang akan didapatkan berdasarkan niat, niat ini menentukan bahwa seseorang mendapatkan ganjaran apa yang ia kerjakan jika yang diniatkan tersebut berupa kebaikan maka akan mendapatkan pahala kebaikan pula.

Niat adalah menyengaja suatu perbuatan yang berbarengan dengan perbuatan yang dimaksud dan disunnahkan untuk melafalkan. Niat dalam wudhu dilafadzkan ketika seseorang membasuh wajah yang pertama kali. Adapun bacaan niat adalah sebagai berikut:

نويت الوضؤ لرفع الحدث الاصغر فرضا لله تعالى

Nawaitu Wudhu’a Liraf’il Hadatsil Asghori Fardhol Lillahi Ta’ala.

 

  1. Membasuh wajah

Tata cara Wudhu Membasuh wajah

Rukun wudhu yang kedua adalah membasuh wajah. Membasuh wajah harus laksanakan dengan sempurna supaya wudhu kita juga sempurna dan salat yang kita laksanakan menjadi sempurna juga.

Yang dikatakan wajah di sini adalah permukaan wajah mulai dari telinga kanan dalam sampai dalam telinga kiri dalam.

Kamu harus memastikan bahwa yang dibasuh ketika membasuh wajah ini adalah keseluruhan wajah yaitu dari wilayah tersebut diatas.

Ketika kamu mempunyai memiliki cambang  (bulu wajah sebelah telinga) itu harus terbasuh semuanya dan harus terkena air sampai ke dalam kulit.

Selanjutnya bagi kamu yang mempunyai jenggot yang tebal kamu disunahkan untuk menggosok-gosoknya. Hal ini bertujuan untuk menyempurnakan air yang digunakan untuk wudhu supaya sampai ke dalam kulit yang tertutup jenggot tersebut.

Baca juga : Hukum Meninggalkan Sunnah Dalam Shalat

  1. Membasuh kedua tangan sampai siku

Rukun wudhu membasuh kedua tangan

Rukun wudhu yang ketiga adalah membasuh kedua tangan sampai siku. Yang harus anda perhatikan adalah ketika kamu membasuh kedua tangan kamu harus memastikan bahwa kerutan-kerutan yang ada di siku tersebut sudah terkena air wudhu.

Hal ini karena biasanya terdapat kerutan-kerutan kulit yang jika tidak di lihat secara seksama akan terlewatkan begitu saja dan ini akan mengurangi sempurnaan wudhu kita.

Selanjutnya batasan minimal siku dalam membasuh kedua tangan adalah sampai siku. Ketika kamu membasuhnya sampai siku dikhawatirkan ada bagian-bagian yang belum terkena air wudhu.

Sebagai langkah antisipasi lebih baiknya basuhan tersebut dilebihi 5 sampai 10 cm dari siku. Sebagai bagian ihtiyat (hati-hati) barangkali bagian tangan yang terlewatkan dan untuk menjadikan sempurnanya wudhu kita.

  1. Mengusap sebagian kepala

Rukun wudhu mengusap kepala

Selanjutnya adalah mengusap sebagian kepala.  Menurut mazhab Syafi’i membasuh sebagian kepala ini bisa hanya bagian ujung rambut di bagian manapun. Tidak diharuskan keseluruhan rambut.

Akan tetapi disunnahkan untuk mengusap seluruh bagian kepala. Hal ini dikarenakan jika seseorang mengatakan saya memegang kepala.

Bisa saja memegang rambut sebelah kanan atau sebelah kiri atau sebelah belakang ini yang dinamakan mengusap sebagian dari kepala menurut madzhab Syafi’i.

  1. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

Rukun wudhu yang ke 5 adalah membasuh kedua kaki sampai mata kaki. Ketika kamu membasuh kedua kaki yang harus kita perhatikan adalah diantara jari kaki satu dengan jari yang lain itu terdapat sela-sela dan itu biasanya tidak terkena air.

Karena ada benda-benda yang menghalangi. Ataupu disebabkan karena ada lipatan kulit sehingga hal ini harus kita perhatikan. Supaya air mengenai kaki dengan sempurna.

Selanjutnya adalah memastikan bahwa seluruh kaki terkena air wudhu. Karena terkadang ada sebagian orang yang tidak memperhatikan yang di bagian tumit.

  1. Tertib

Terakhir dari rukun wudhu adalah tertib dalam pelaksanaan wudhu. Dalam Al-Quran QS. Al-Maidah ayat 6 dijelaskan bahwa wudhu dimulai dengan membasuh wajah kemudian kedua tangan, dilanjutkan sebagian kepala dan membasuh kaki.

Rukun ini sesusi dengan sabda nabi yang memerintahkan kita untuk memulai suatu ibadah sesuai dengan yang diajarkan Allah.

Tertib adalah mendahulukan hal-hal yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu dan mengakhirkan hal-hal yang harusnya diakhirkan.

Sunnah wudhu

Kesunahan kesunahan dalam berwudhu. Diambil dari ucapan, perbuatan Rasulullah ataupun perbuatan sahabat yang tidak dilarang oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kesunahan kesunahan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Membaca basamalah

Membaca basamalah disunnahkan pada saat melakukan aktifitas apapun yang bersifat kebaikan. Berhubungan dengan wudhu, membaca basmalah dilakukan ketika permulaan wudhu.

  1. Berkumur

Berkumur ini terdapat beberapa hadits walaupun haditsnya dhoif tapi di dalamnya terdapat kebaikan-kebaikan yang mengarah kepada Kesunahan kesunahan.

Berkumur dalam berwudhu bisa dilakukan dengan cara memasukkan air ke dalam mulut.

Baik air tersebut digerakkan di dalamnya dan kemudian dimuntahkan ataupun tidak. Yang lebih sempurna adalah memuntahkannya.

  1. Siwak

Kesunnahan yang ketiga adalah siwak. Siwak  adalah menggosok ataupun membersihkan bagian dalam dari mulut dengan kayu arok yang bertujuan untuk membersihkan mulut.

Kesunahan ini berdasarkan beberapa hadis yang bersumber dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

Mengenai kesunahan kesunahan bersiwak salah satunya adalah ketika berwudhu, shalat, membaca Alquran, bangun tidur dan ketika perubahan bau mulut yang sudah tidak sedap.

  1. Membasuh tangan 3 kali

Membasuh tangan 3 kali

Yang keempat adalah membasuh telapak tangan 3 kali pada awal wudhu. Membasuh telapak tangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa air yang ada di sela-sela tangan di sela-sela jari sudah teraliri air wudhu.

Membasuh telapak tangan sampai 3 kali ini  juga bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran ataupun bakteri yang kita tidak ketahui apakah di tangan kita terdapat kotoran ataupun sesuatu yang membahayakan ataupun tidak.

Jadi ketika kita membasuh muka air yang kita basuhkan di muka sudah aman dari berbagai kuman, bakteri, virus dan penyakit. Terlbih lagi di wajah terdapat berbagai saluran masuknya air ke dalam perut dan organ dalam.

  1. Menghirup air kedalam hidung

Kesunahan yang selanjutnya membersihkan hidung dengan cara menghirup air yang kita ambil di telapak tangan kemudia dihirup sampai ke dalam pangkal hidung dan kemudian kita keluarkan lagi.

  1. Menggosok/menyela-nyela jengggot

Kesunahan selanjutnya menggosok-gosok jenggot. Sunnah ini berawal dari hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidina Utsman Radhiallahu Anhu bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengusap-usap atau menggosok-gosok jenggotnya.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi melalui sanad Sayyidina Utsman  yang menjelaskan mengenai kesunahan wudhu dengan menggosok.

Bermula dari sahabat Anas bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika wudhu mengambil mengambil air dengan 1 cakupan kemudian menggosok-gosokkan di jenggotnya.

Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ini adalah yang diperintahkan Tuhanku kepadaku diriwayatkan oleh Abu Daud dan Baihaqi dan Al Hakim.

  1. Mendahulukan anggota badan yang kanan

Kedua tangan, kaki dan telinga disunnahkan untuk didahulukan yang kanan terlebih dahulu. Dalam hal ini ada beberapa riwayatkan yang menegaskan bahwa rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan.

عن ابي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : “إذا لبستم وإذا تواضأتم فابدءوا بايمانكم ” (رواه أحمد وابو داود والترمذي والنسائي)

  1. Mengusap seluruh bagian luar dan dalam kedua telinga

Mengusap seluruh bagian luar dan dalam kedua telingadengan menggunakan air yang baru, bukan dengan menggunakan basahnya air yang digunakan untuk membasuh kepala.

Dalam melakukan ini sunahnya dengan cara memasukkan kedua jari telunjuk tangan ke dalam lubang telinga dan melakukannya pada lekukan-lekukan telinga.

Sedangkan ibu jari dijalankan pada bagian luar telinga. Setelah itu kedua telapak tangan yang dalam keadaan basah dilekatkan pada kedua telinga.

  1. Menigakalikan basuhan.

Yakni setiap anggota badan yang dibasuh pada saat berwudhu dibasuh atau diusap sebanyak masing-masing tiga kali.

  1. Kontinyu

Berturut-turut atau kontinyu adalah salah satu dari sekian sunnah wudhu. Setiap anggota badan dibasuh segera setelah anggota sebelumnya selesai dibasuh dan belum mengering.

Berturut- turut ini dihukumi sunah bagi orang yang tidak dalam kondisi darurat. Adapun bagi orang yang dalam kondisi darurat, seperti berpenyakit beser, selalu buang air, atau terkena istihadlah, maka hukum berturut-turut dalam berwudhu menjadi wajib.

  1. Berdo’a setelah wudhu

Berdoa setelah wudhu merupakan salah satu sunnah yang bisa kita lakukan setelah wudhu. Pembahasan do’a setelah wudhu akan saya bahas pada sub tema di bawah

Hal-hal yang membatalkan wudhu

  1. Keluarnya sesuatu dari dubur dan qubul

Hal-hal yang membatalkan wudhu yang pertama adalah keluarnya sesuatu dari dua jalan depan dan belakang (alat kelamin dan dubur).

Sebuah hadits yang diceritakan oleh Abu Hurairoh dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim;

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لايقبل الله صلاة أحدكم إذا أحدث حتى يتوضأ فقال رجل من أهل حضر موت ماالحدث ياأباهريرة؟ قال: فساء أو ضراط

Artinya: Abu Hurairoh bercerita bahwa Rasulullah saw bersabda “Allah tidak menerima sholat kamu sekalian apabila (kamu) dalam keadaan hadats hingga kamu berwudhu” kemudian seorang Hadramaut bertanya kepada Abu Hurairoh “apakah hadats itu?” Abu Hurairoh menjawab “kentut (yang tidak bersuara) dan kentut yang bersuara”.

  1. Hilangnya akal

Hilangnya akal bisa disebabkan karena gila, pingsan, mabuk ataupun karena obat-obatan. Selain hal tersebut juga dikarenakan tidur yang pantatnya menetap seperti pantatnya orang yang duduk bersila.

  1. Gesekan dua kulit tanpa halangan

Persentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom dengan tanpa penghalang bisa menyebabkan batalnya wudhu.

  1. Memegang dubur dan qubul

Menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan. Hal ini didasarkan atas dalil sebagai berikut :

رَوَى اْلخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ التِّرْمِذِىْ ، عَنْ بِسْرَةْ بِنْتِ صَفْوَانْ رَضِيَ الله عَنْها : اَنّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلَا يُصَلِّيَ حَتَّى يَتَوَضَّاءَ .

Artinya : Dalam sebuah hadits yang dishahehkan oleh Imam Tirmidzi dari Bisrah binti Shafwan r.a. bahwa Nabi s.a.w. bersabda: Barang siapa yang memegang dzakarnya janganlah melakukan shalat hingga ia berwudhu.

Selanjutnya memgang lubang dubur juga dapat membatalkan wudhu.

Do’a setelah wudhu

Doa setelah wudhuWudhu memiliki kesunnahan yang seyogyanya kita lakukan, diantaranya adalah berdo’a setelah berwudhu.

Dalam beberapa hadits banyak yang menjelaskan mengenai kesunahan wudhu. Akan tetapi berikut ini doa setelah wudhu yang biasa dipakai oleh umat muslim.

اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَاالتَّوَّابِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِىْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Do’a setelah wudhu latin

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j alnii minattabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alnii min ‘ibadatishalihin.”

Demikian pembahasan Pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih bersungguh-sungguh dan mengetahui tata cara wudhu dengan baik dan benar.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: