Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Pengertian, Keutamaan Dan Dalil Sedekah Yang Benar dan Wajib Kamu Ketahui

6 min read

Sedekah tidak memiskinkan

Pengertian, Keutamaan Dan Dalil Sedekah Yang Benar dan Wajib Kamu Ketahui – Sedekah dalam pembahasan fiqih secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu sedekah wajib dan sedekah sunnah. Yaitu Zakat, infaq dansedekah yang selama ini kita kenal.

Sedekah merupakan salah satu bagian dari amal ibadah yang disukai oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Terbukti dengan banyaknya ayat-ayat yang ada di Alquran al-karim dan juga di sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Asy-Syarif.

Pengertian Sedekah

Pengertian dan penjelasan mengenai sedekah

Secara umum pengertian sedekah dalam sudut pandang bahasa adalah memberikan sesuatu baik berupa barang tenaga uang ataupun yang lainnya kepada fakir miskin. Yang dengan aman ini seseorang mengharap ridho dan pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Pengertian sedekah secara istilah adalah pemberian yang ditujukan untuk mencari pahala dan Rida Allah. Dengan cara mengeluarkan harta benda untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pengertian sedekah versi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai dengan kemampuan pemberi; derma.

Dalam ensiklopedi Islam Indonesia menyebutkan bahwa sedekah merupakan istilah atau sebutan atau nama untuk kegiatan memberikan amal berupa harta benda. Yang diberikan oleh seseorang lembaga badan ataupun organisasi dengan tidak mengharap imbalan apapun kecuali Ridho dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Berdasarkan pengertian-pengertian sedekah di atas bisa kita simpulkan bahwa sedekah merupakan kegiatan berupa amal perbuatan baik mengeluarkan harta benda tenaga maupun pikiran untuk mencari rezeki Allah subhanahu wa ta’ala dan tanpa mengharap imbalan dari penerima sedekah.

Dalil Sedekah

Dalil sedekah

Setiap amal perbuatan yang diperintahkan Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kepada manusia dan tertulis di dalam Alquran maupun hadis merupakan ibadah yang istimewa di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Seperti halnya salat salat Sunnah salat tahajud memiliki keistimewaan tersendiri menurut Allah.

Di dalam sebuah ayat Al-Quran disebutkan ومن الليل فتهجد به نفلة لك

Dan di dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari Muslim disebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun sampai ke langit dunia ketika sepertiga malam yang terakhir. Jika seseorang melakukan salat tahajud dia akan secara tidak langsung berdialog kepada Allah.

Salat tahajud di atas merupakan salah satu amal ibadah yang secara langsung Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebutkan di dalam Alquran dan disampaikan oleh Rasulullah karena keistimewaannya.

Apa saja dalil-dalil sedekah yang ada di dalam Alquran dan hadis berikut ini detail penjelasannya.

Dalil Sedekah Di Dalam Al-Qur’an

sedekah tidak memiskinkan

Jika harus menyebutkan satu persatu dalil-dalil mengenai sedekah yang ada di dalam Alquran akan menjadi sangat banyak.

Saya kira ada beberapa ayat alquran sudah bisa menjadikan bukti bahwa sedekah merupakan perintah Allah kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Al-Baqarah 245

Manusia sebagai hamba Allah dalam melakukan ibadah kepada Allah di dalam AlQuran surat al-baqarah ayat 245 diposisikan sebagai partner kerja seperti seorang bos dengan karyawannya.

Walaupun kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan merupakan takdir dari Allah dan kesalahan yang kita lakukan merupakan murni dari kita sendiri.

Sedekah dalam al-quran surat al-baqarah ayat 245 ini memposisikan kita sebagai pekerjanya Allah. Yaitu yang bertugas memberikan sedekah kepada makhluk Allah yang lain.

Dari ayat ini juga menunjukkan bahwa semua kebaikan yang dilakukan oleh manusia seperti halnya sedekah merupakan gerakan Allah yang dimanifestasikan oleh amal manusia.

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Artinya: “Siapakah yang mau memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah akan melipat gandakan pembayaran baginya dengan penggandaan yang banyak. Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki. Dan hanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan.” (QS al-Baqarah: 245)

Ali Imron ayat 92

Ungkapan mencintai dunia adalah sumber dari segala kesalahan merupakan suatu kebenaran. Seperti yang dijelaskan dalam surat attakasur bahwa sifat manusia akan bersenang-senang dengan dunia sampai dia terlena dengan akhirat.

Kesenangan dengan dunia oleh manusia dilampiaskan dengan ingin memiliki harta benda dengan sebanyak-banyaknya.

Allah memberi pelajaran kepada manusia untuk menyedekahkan sebagian harta benda mereka. Ini yang memberikan pelajaran bahwa menekan hawa nafsu untuk memiliki seluruh harta benda yang ada di dunia dengan menyedekahkan harta benda yang kita senangi.

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Artinya: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya

Al Baqarah 261

Di dalam surat al-an’am ayat 160 menjadi dalil sedekah dan menjelaskan bahwa kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan.

Salah satu keistimewaan dari sedekah adalah seperti yang disampaikan dalam surat al-baqarah ayat 261 ini. Yaitu Allah akan melipatgandakan sampai 700 kali lipat amal yang kita sedekahkan. Betapa istimewanya pahala dari sebuah sedekah.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

At Thalaq ayat 7

Ajaran Syariat agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengenai pahala sebuah Amal memang unik. Bagaimana tidak unik.

Orang yang rezekinya sempit dan berharap rezekinya lebih luas dan lebih lapang  malah disuruh untuk menyedekahkan harta yang sedikit. Di dalam syariat Islam yang tertulis dalam surat At talaq ayat 7. Menyebutkan Siapa saja yang hendak diluaskan rezekinya sebaiknya dia bersedekah.

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Ali Imran ayat 134

Kategori seorang mukmin yang sejati adalah mereka orang yang beribadah dan bersedekah baik di waktu lapang maupun di waktu yang susah.

Dan mereka orang-orang yang suka memaafkan kesalahan kesalahan orang lain seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Alquran surat Ali Imron ayat 133 sampai 134.

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan

Al Hadid 7

Orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dituntut dengan totalitas untuk mengamalkan ajaran agama Islam dengan sempurna. Sudah dengan pasti melakukan dan mengamalkan lima rukun Islam dan meyakini 6 rukun iman.

Disamping itu juga salah satunya bersedekah menafkahkan sebagian hartanya untuk mereka yang berhak menerima.

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

Dalil sedekah di dalam hadist

Dalil sedekah

Riwayat Imam Bukhari dan Muslim

عن ابي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال (سبعة يظلهم عماله في ظله يوم لا ظل الا ظله ) فذكر الحديث وفيه ( ورجل تصدق بصدقة فأخفا ها حتى لاتعلم شماله ماتنفق يمينه) متفق عليه

Dari Abi Hurairah ra. dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ” ada 7 kelompok yang mendapat naungan Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah” di dalam hadis menyebutkan ” seseorang yang bersedekah kemudian ia merahasiakannya. sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu bahwa tangan kanannya bersedekah” (HR. Bukhari, Muslim)

وعن حكيم بن حزام رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال ( اليد العليا خيرا من اليد السفلى ، وابدا بمن تعول و خير الصداقة عن ظهر غنى ، ومن يستعفف يعفه الله ، و من يستغن يغنه الله ) متفق عليه واللفظ للبخاري

Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya.

Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

ومن قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( مامن يوم يصبح العباد فيه الا و ملكان ينزلان فيقول احدهم ” اللهم اعط منفقا خلفا ويقول الاخر اللهم اعط ممسكا تلفا ) رواه مسلم

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda:
“Setiap hamba yang menjalani suatu hari, maka ada dua malaikat yang turun pada hari itu. Salah satu dari malaikat itu berkata: ‘Ya Allah, berilah ganti untuk orang yang bersedekah’. Malaikat yang lain berkata: ‘Ya Allah, berilah kebinasaan kepada orang yang tidak mau bersedekah’.”
(HR. Muslim)

Riwayat Imam At Tirmidzi

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم (ان الصدقة تطفيء غضب الرب وتدفع ميتة السوء) رواه الترمذي

Sesungguhnya sedekah memadamkan murka Allah dan menolak kematian dalam kondisi tidak baik (HR. At Tirmidzi)

وروي كذلك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال (ان صدقة المسلم ازيد في العمري وتمنع ميته السوء وتذهبه الله بها الكبر والفخر)

“Sungguhlah, bahwa sedekah seorang Muslim akan menambah usia, mencegah kematian secara buruk, dan dengan sedekah juga Allah meniadakan kesombongan, dan kecongkakan.”

Keutamaan sedekah

Setelah kita mengetahui pengertian, definisi beserta dalil sedekah, disertai dengan yang mendukung sedekah. Sebagai seorang muslim yang baik tentunya akan melakukan perintah Allah dan rasulnya dengan senang hati.

Tentunya dengan menimbang kapasitas kekuatan kita untuk bersedekah. Jika kekuatan kita bersedekah hanya Rp1.000 per hari kita lakukan hal tersebut. Syukur-syukur bisa membantu orang lain dengan nominalnya lebih.

Tetapi esensi pemberian sedekah bukan hanya terletak pada besar kecilnya nominal tetapi seberapa yakin dia mengenai perintah Allah kepada kita untuk bersedekah.

Dari ayat-ayat al-quran di atas dan beberapa hadis rasulullah mengisyaratkan Betapa istimewanya sebuah amal yang bernama sedekah.

Diantara keutamaan amal sedekah adalah sebagai berikut :
1. Pahala yang berlipat lipat
2. Menambah iman dan takwa
3. Melapangkan rizki
4. Menolak balak
5. Menambah usia
6. Mendapat doa dari malaikat
7. Menjauhkan dari sifat sombong dan tidak terpuji lainnya
8. Mengantarkan khusnul khotimah
9. Menambah ridho Allah
10. Menyembuhkan penyakit
11. Terbebas dari siksa kubur
12. Sebagai jaminan hari akhir
13. Memberi ketenangan hati
14. Mensucikan hati

Perbedaan antara infak sedekah dan zakat

Perbedaan zakat infaq dan sedekah

Zakat infak dan sedekah adalah ibadah maliyah. Yaitu ibadah yang berhubungan dengan harta benda seorang hamba.

Walaupun zakat infaq dan sedekah ini sama-sama amal ibadah maliyah tetapi ada perbedaan yang spesifik sementara satu sama lain.

Zakat merupakan sebuah kewajiban yang termasuk di dalam rukun Islam. Yaitu mengeluarkan sebagian harta benda yang hukumnya wajib. Apabila ditinggalkan maka akan diancam dengan siksaan.

Infaq adalah pembelanjaan atau pengeluaran harta benda maupun dalam bentuk yang lain seperti tenaga dan pikiran oleh orang muslim yang ditujukan untuk kepentingan keluarga diri sendiri maupun masyarakat.

Sedangkan pengertian sedekah lebih spesifik daripada infaq. Yaitu mengeluarkan harta benda fikiran dan apapun yang bermanfaat untuk mencari ridho Allah.

Baca juga : Pengertian dan Macam-macam Zakat Yang Wajib Kamu Ketahui

Orang-orang yang didahulukan menerima sedekah

Prioritas penerima sedekah

Di dalam agama Islam terdapat aturan-aturan agar tatanan sosial masyarakat berjalan dengan seimbang.

Sehingga amal ibadah seseorang bisa diterima oleh allah dan juga berdampak baik kepada masyarakat orang sekitar kita.

وعن جابر رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ( اذا كان احدكم فقيرا فليبدا بنفسه وان كان فضل فعلى عياله وان كان فضل فعلى ذوى قرابته ،او قال ذوى رحمه ، وان كام فضل فهاهنا وها هنا ) رواه احمد ومسلم

Hadis diriwayatkan dari Jabir radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ” ketika kamu dalam keadaan sakit maka mulailah sedekah untuk dirimu setelah ada kelebihan barulah untuk keluargamu.

Jika ada kelebihan lagi maka berilah sedekah kepada kerabat mu. Atau dalam teks hadis yang lain orang yang dikasihi. Dan seterusnya dan seterusnya. (HR. Ahmad dan Muslim).

Berbeda dengan penerima zakat yang sudah ditentukan yaitu terdapat 8 golongan (asnaf penerima zakat. Di dalam aturan sedekah ada prioritas prioritas yang harus di dahulu kan untuk menerimanya. Siapa saja mereka yang diperoleh tas kamu untuk menerima sedekah dari kita berikut penjelasannya.

Keluarga

Pertama-tama yang harus diperhatikan dalam bersedekah adalah keluarga inti kita anak dan istri yang utama. Jika anak dan istri kita telah tercukupi semua kebutuhan hidupnya baru diperbolehkan sedekah kepada kerabat-kerabat kita.

Tetangga

Tetangga merupakan orang yang pertama kali kita repotkan saat kita mempunyai hajat ataupun butuh bantuan mereka. Tentunya setelah kita meminta bantuan dengan orang yang serumah.

Di era digital ini banyak sekali iklan-iklan yang mengajak kita untuk mengeluarkan sedekah kita untuk kepentingan kepentingan orang-orang tertentu. seperti contoh untuk pembangunan Rumah Tahfidz musholla masjid maupun untuk keperluan yang lainnya.

Sebenarnya dalam skala prioritas mereka yang iklan di media sosial untuk meminta kita memberikan sedekah kepada mereka berada di urutan yang paling akhir.

Kita harus mendahulukan keluarga kemudian tetangga, fasilitas-fasilitas umum seperti masjid, sekolah, madrasah, musholla di lingkungan sekitar kita. Nah setelah semuanya sudah terselesaikan barulah kita boleh untuk yang jauh ataupun melalui lembaga penyalur.

Lembaga penyalur

Menurut Sayyid Sabiq dalam kitab fiqhus sunnah orang yang paling pertama berhak mendapatkan sedekah adalah anak dari orang yang bersedekah tersebut kemudian keluarganya dan kerabat-kerabatnya.

Tidak diperbolehkan sedekah untuk orang lain padahal keluarga harga pembersih sedekah masih membutuhkan nya. Dengan demikian posisi lembaga penyalur sedekah menduduki posisi ke”tiga setelah kita melihat sekeliling kita sudah “layak” dan tidak memerlukan uluran tangan kita.

Demikian pembahasan pada kesempatan kali ini mengenai pengertian keutamaan dan dalil sedekah.

Semoga setelah kita mengetahui hal-hal diatas bisa menambah spirit kita untuk semangat dan memprioritaskan mana saja yang seharusnya kita prioritaskan untuk diberi bersedekah.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi pada pembahasan selanjutnya.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: