Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Perbedaan Najis Dan Hadas

3 min read

Larangan saat haid dan nifas

Perbedaan Najis Dan Hadas – Menjaga kebersihan dan kesucian diri, tempat dan pakaian adalah anjuran dalam agama. Banyak sekali ayat-ayat maupun hadist-hadits yang menjelaskan manfaat, keutamaan dan berbagai pembahasan dilihat dari sisi yang lain.

Namun ayat dan hadits dari nabi ada yang masih bersifat mujmal / global sehingga masih perlu adanya penjelasan. Sama seperti penjelasan mengenai definisi dan perbedaan najis dengan hadas.

Mengerti dan memahami bagaimana tata cara bersuci merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Hal ini disebabkan bersuci merupakan salah satu dari syarat ibadah-ibadah mahdhah. Sholat dan tawaf misalnya.

Kewajiban ini harus kita perhatikan, dan karena itu tulisan ini dirasa perlu untuk disampaikan. Dalam kaidah ushul fiqih “Memerintah sesuatu berarti juga memerintah melaksanakan wasilah (perantara) nya,”. Kewajiban untuk sholat berarti wajib juga untuk bersuci.

Suci ketika hendak melakukan shalat berarti pakaian, badan dan tempat sholat terbebas dari najis dan juga hadas.

Tapi ada dan bahkan banyak yang belum bisa membedakan antara najis dan hadas. Apa perbedaan keduanya? berikut penjelasannya.

Najis adalah

Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh orang muslim dengan cara menyiram benda najis. menghilangkan najis merupakan perintah Allah dalam firman-Nya di QS. Al-Muddatstsir ayat 4, QS. Al-Baqarah ayat 222.

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

dan pakaianmu bersihkanlah,

Selain itu Rasulullah juga menjelaskan sebagian dari keimanan seseorang adalah bersuci. 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “ الطهور شرط الإيمان 

Rasulullah bersabda “kebersihan syarat dari keimanan”

Macam-macam Benda Najis

perbedaan najis dan hadas
Ilustrasi membersihkan najis. Sumber : pexels.com

Banyak diantara kita yang menganggap benda najis hanya bangkai, darah dan kotoran hewan. Padahal masih ada beberapa benda lain yang tergolong benda najis. Maka setelah mengetahui ini wajib mensucikan najis sesuai dengan tuntunan fiqih. Apa saja itu? 

  • Bangkai Hewan

Bangkai adalah semua hewan yang mati tidak dengan cara disembelih. Atau disembelih tanpa aturan syariat. Semisal ada hewan yang disembelih tidak terputus jalan nafas dan jalan makanan. Disembelih dengan cara dipotong kaki atau anggota badan yang lain, maka itu termasuk dalam kategori bangkai.

Seperti halnya kenyataan yang sering kita lihat saat hari raya idul adha. Ada beberapa orang yang bukan ahlinya memotong hewan qurban tidak sesuai dengan tuntutan syariah. Wal hasil apa yang mereka sembelih tidak menjadi hewan qurban, namun menjadi bangkai.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam At-Tirmidzi

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” ما قطع من البهيمة وهي حية فهو ميتة ” رواه أبو داود والترمذي

“Hewan yang disembelih namun masih hidup maka itu adalah bangkai” HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi

Namun ada beberapa pengecualian yang perlu kita ketahui. Bahwa ada beberapa hewan yang tidak termasuk dalam benda najis walaupun itu telah menjadi bangkai. Yaitu bangkai ikan, bangkai belalang dan hewan-hewan yang tidak memiliki darah (nyamuk, semut, lebah dan sejenisnya).

  • Darah

Semua darah adalah najis, termasuk darah yang mengalir saat penyembelihan hewan dan darah haid. Adapun darah hewan yang tidak najis walaupun menjadi bangkai seperti yang telah dibahas di atas dihukumi di ma’fu (dimaafkan) tidak najis.

Contohnya ketika kita sedang shalat ada gigitan nyamuk yang mengganggu, kemudian kita memukulnya yang mengakibatkan ada bercak darah. Maka darah tersebut tidak dihukumi najis.

  • Daging Babi

Sudah di ketahui bersama bahwa hewan babi dan juga anjing merupakan hewan yang bisa menyebabkan najis mugholadhoh jika menyentuhnya. 

Pelajari juga : Cara Mensucikan Dan Membersihkan Najis

  • Muntahan dan Kotoran

Muntahan (benda cair dan padat yang keluar dari perut lewat mulut) dan kotoran manusia adalah najis mutawasitah dan telah disepakati oleh para ulama’ kecuali muntahan yang tergolong sedikit dan di ma’fu. Air seni anak kecil tidak dinamakan najis mutawasitah, melainkan najis mukhofafah yang bisa disucikan hanya dengan memercikkan air di atas najisnya.

Muntahan wajib disucikan seperti halnya kotoran yang keluar dari dua jalan. Maka dari itu ketika kita muntah, maka wajib membersihkan mulut dengan berkumur-kumur lantas membuang air kumuran.

  • Madzi dan Wadi

Madzi adalah benda putih yang lengket, keluar saat berfantasi berhubungan badan, atau saat bersenang-senang dengan suami/istri. Keluar tanpa dirasa. 

Sedangkan wadi adalah cairan air tebal yang keluar setelah buang air kecil, biasanya akibat kelelahan. Para ulama sepakat bahwa kedua benda tersebut adalah najis dan harus dibersihkan dengan dicuci.

  • Arak 

Pada dasarnya arak ada yang terbuat dari benda yang suci, tape ketan dan tape singkong misalnya. Selama benda tersebut masih dalam bentuk tape dan belum terfermentasi menjadi arak yang memabukkan masih dihukumi suci dan halal.

Lain halnya jika benda tersebut menjadi arak maka hukumnya menjadi najis dan haram dikonsumsi.

Pendapat ini telah disepakati oleh para ulama’. Kecuali beberapa ulama yang menganggap bahwa arak adalah benda yang najis secara maknawi bukan ainiyahnya. Mereka berpendapat bahwa najisnya arak sama dengan najisnya najisnya berhala yang menjadi sesembahan orang nasrani.

  • Nanah

Nanah adalah cairan yang berwarna putih kekuningan dan berbau. Cairan ini disebabkan karena infeksi  anggota tubuh melawan bakteri yang menyerang. Cairan nanah mengandung sel darah putih, bakteri dan jaringan tubuh yang mati. Nanah wajib dibersihkan saat seseorang hendak melaksanakan ibadah.

Hadas adalah

mensukan najis dan hadas

Hadas adalah keadaan seseorang yang mewajibkan wudhu dan atau mandi wajib untuk mensucikan dirinya. Sebagai syarat untuk melakukan ibadah sholat dan thowaf. Maka seseorang harus berwudhu atau tayamum jika ia menyandang hadas kecil dan mandi wajib jika ia menyandang hadas besar.

Penyebab dari hadas kecil adalah buang angin (kentut), kencing, buang air besar, tidur, hilang akal, memegang alat kelamin dan bersentuhan antara kulit lawan jenis yang bukan mahram.

Sedangkan hadas besar disebabkan karena haid, nifas, wiladah, keluar mani, mati, dan berhubungan badan.

Baca juga : Wajib Tahu, Ini Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya

Perbedaan najis dan hadas

Najis adalah benda yang harus dihilangkan dengan cara mengelap dan menyiram dengan air. Sedangkan hadas adalah keadaan seseorang yang tidak suci karena tidur, hilang akal, bersetubuh dan seterusnya.

Sebagai muslim sudah seharusnya mengetahui dasar-dasar syariat untuk menyempurnakan ibadah kita. Dengan mengetahui cara bersuci, mengetahui macam-macam najis dan cara mensucikannya akan menjadikan pahala ibadah kita menjadi berlipat.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: