Pengertian Zakat Fitrah yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

3 min read

Doa menerima zakat fitrah

Pengertian Zakat fitrah kewajiban setiap muslim – banyak yang beranggapan bahwa kewajiban zakat seorang muslim hanyalah zakat fitrah saja . Padahal masih ada zakat yang lain yang wajib ditunaikan oleh setiap orang muslim.

Di antara zakat yang di wajibkan kepada umat muslim adalah zakat emas dan perak، zakat perdagangan، zakat pertanian، zakat hewan ternak، zakat barang tambang seperti tembaga batubara nikel dll. Zakat harta karun dan yang terakhir zakat sesuatu yang berasal dari lautan.

Jika asumsi seorang muslim beranggapan bahwa hanya zakat fitrah yang diwajibkan maka ketimpangan sosial akan selalu terus berjalan. Tidak ada ada perhatian antara orang yang kaya dengan orang yang miskin.

Jika orang-orang yang beranggapan bahwa hanya zakat fitrah yang diwajibkan. Maka ketika orang tersebut hidup di zamannya Umar bin Khattab akan diperangi karena tidak mau membayar zakat. Karena zakat sendiri bisa di jadikan pemasukan harta di Baitul Mal untuk kesejahteraan umat muslim dan negara.

Pengertian Zakat Fitrah

Pengertian zakat fitrah
Zakat fitrah adalah salah satu dari rukun islam yang diwajibkan pada hari raya Idul Fitri tepatnya saat waktu magrib tanggal 1 bulan Syawal sampai khatib naik ke mimbar untuk khotbah salat Idul Fitri.

Mengeluarkan zakat fitrah Boleh Di Lakukan di bulan Romadhon (takjil / mendahulukan).

Zakat fitrah disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah. Yang bertujuan untuk mensucikan orang yang berpuasa sebulan penuh dari omongan dan perbuatan yang tidak perlu.

Disamping itu zakat fitrah berguna untuk menolong fakir miskin supaya bisa menyambut hari raya Idul Fitri dengan kegembiraan berupa memakan makanan yang layak dan enak.


شرعت عن زكاه الفطر في شعبان من السنه الثانيه من الهجرة لتكون طهرة للصائم من مما عسى يكون وقع فيه من اللغو والرفث ولتكون عوناللفقراء والمعوزين (رواه ابو داود)

Orang yang wajib zakat fitrah

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap muslim yang merdeka (bukan budak). Orang yang yang memiliki kira-kira dua setengah kilo makanan utama baik itu beras, jagung, sagu ataupun yang lainnya.

Diwajibkan pula zakat fitrah bagi orang yang mempunyai tanggungan seperti anak, istri dan pembantu.

Jadi ketika kamu berada di posisi sebagai seorang suami Apakah kamu juga wajib zakat untuk istrimu dan juga anak-anakmu di samping wajib untuk dirimu sendiri.

Jika kamu mempunyai pembantu yang mengurusi keseharianmu maka kamu juga wajib untuk mengeluarkan zakat untuk membantumu.

Baca juga: Pengertian dan Macam Zakat Yang Wajib Kamu Ketahui

Ukuran zakat fitrahZakat fitrah berapa kg

Zakat fitrah berapa kg?

Berapakah banyaknya harta yang dikeluarkan untuk zakat fitrah?
Para ulama sepakat bahwa yang dikeluarkan saat zakat fitrah itu adalah ah makanan wajib atau makanan pokok di suatu daerah.

Jika daerah di tempatmu makanan pokok berupa beras maka wajib mengeluarkan beras. Jika makanan pokoknya berupa sagu ataupun yang lainnya maka yang wajib dengan menggunakan sagu.

Semua makanan pokok tadi wajib dikeluarkan sejumlah 1 so’ atau yang apabila dikonversi ke dalam ukuran kilo kurang lebih dua setengah kilo gram.

Zakat fitrah dengan uang?

Hukum zakat fitrah dengan uang

Saat zakat fitrah diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah disyariatkan menggunakan makanan baik berupa beras kurma sagu jagung ataupun yang lainnya.

Seiring berjalannya waktu para ulama dan umat muslim mulai berinovasi dalam hal zakat dalam bentuk uang.


كُنَّا نُخْرِجُهَا عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ، وَكَانَ طَعَامُنَا التَّمْرُ وَالشَّعِيْرُ وَالزَّبِيْبُ وَالأَقْطُ “

Pada masa Rasul shallallahu ala’ihi wasallam, kami mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ makanan, dan pada waktu itu makanan kami berupa kurma, gandum, anggur, dan keju.” (HR. Muslim, hadits nomor 985)

Persoalannya adalah bagaimana hukumnya zakat fitrah dengan menggunakan uang?
Menurut pendapat mazhab empat kecuali Imam Hanafi tidak membolehkan zakat fitrah dengan menggunakan uang.

Hal ini dikarenakan zakat fitrah merupakan ibadah yang sudah ditentukan. Yaitu menggunakan makanan. Maka dari itu tidak boleh diganti dengan uang. Seperti hadis yang disampaikan di atas.

Zakat fitrah dengan uang menurut Hanafiyah

Menurut mazhab Hanafi boleh-boleh saja menggunakan uang sebagai sarana untuk zakat. Hal ini dikarenakan pada saat zaman Rasulullah harta yang disenangi adalah makanan.

Sedangkan pada saat ini harta yang disenangi yang paling utama adalah uang.

Pendapat ini dikuatkan dengan Quran surat Ali Imron ayat 92.


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ 

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. (Ali Imran: 92).

Pada saat ini zakat menggunakan uang dirasa lebih efektif dan efisien. Orang yang zakat dengan mudah mengeluarkannya tanpa harus mencari beras terlebih dahulu.

Sedangkan orang yang menerima zakat akan bisa dengan mudah menggunakan uang hasil dari zakat tersebut. Bisa digunakan untuk membeli beras, membeli makanan ataupun kebutuhan yang lainnya.

Jika di tempatmu terdapat perselisihan untuk zakat Apakah menggunakan bahasa ataupun uang maka bisa digunakan solusi berikut ini.

Panitia menyediakan beras yang tujuannya untuk dibeli oleh Muzakki. Setelah itu beras yang dibeli oleh muzaki dijual kembali oleh Muzakki kepada amil zakat.

Selanjutnya uang dari hasil inilah yang kemudian ditasarufkan kepada asnaf (orang yang berhak) menerima zakat.

Akan tetapi jika dirasa menyiapkan bahan pokok makanan dirasa memberatkan kamu bisa menggunakan mazhab Hanafi dalam zakat fitrah.
Yaitu dengan menggunakan uang untuk berzakat.

Akan tetapi kamu juga harus totalitas dalam mengikuti mazhab Hanafi dalam zakat sehingga tidak terjadi talfiq ( mencampuradukkan berbagai mazhab untuk satu masalah). Dengan mengeluarkan uang senilai 3,8 kg beras.

Niat zakat fitrah

Membahas mengenai niat. Sudah diketahui oleh seluruh umat Muslim bahwa niat merupakan hal yang paling mendasar dalam amal.

Tak terkecuali saat zakat fitrah. Berikut ini niat zakat fitrah untuk diri sendiri.


نويت عن اخرجه زكاة الفطر عن نفسي فرض لله تعالى

Nawaitu an ukhrija zakatal Fitri an-nafsi fardhol lillahi ta’ala

Niat zakat fitrah untuk anak isteri


نويت ان اخرج زكاه الفطر عن زوجتي وعن ولدي فرض الله تعالى


Nawaitu an ukhrija zakatal Fitri an-zaujati wa an-waladi fardhol lillahi ta’ala.

Niat zakat fitrah untuk satu keluarga


ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ


Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala.

Doa menerima zakat fitrah

Doa menerima zakat fitrah

Ketika mendapat rejeki dari orang lain wajib bagi penerima untuk berterima kasih. Begitu juga dengan pemberian zakat fitrah oleh muzakki.
Lebih baik lagi ketika kita diberi rejeki oleh orang kita mendoakannya. Berikut ini doa untuk orang yang menerima zakat kepada muzakki.


اجزاك الله فيما اعطيت وجعله لك طهورا وبرك لك فيما ابقيت

Semoga Allah memberi pahala atas apa yang kamu berikan. Menjadikan penyuci bagimu dan memberikan berkah untuk harta yang tersisa padamu.

Doa zakat fitrah


ربنا تقبل منا انك انت السميع العليم

Ya Allah Terimalah amal kami (zakat) Sesungguhnya engkau yang Maha mendengar dan Maha Mengetahui.

Kesimpulan pada pembahasan ini adalah pada tahun kedua setelah Hijriyah berbarengan dengan diwajibkannya shalat. Boleh dikeluarkan kepada yang berhak dimulai pada awal bulan ramadhon sampai sesaat sebelum chatib naik ke mimbar untuk khutbah Idul Fitri.

Zakat fitrah boleh menggunakan beras (makanan pokok) ataupun uang dengan syarat-syarat seperti di atas.

Semoga pembahasan pada kesempatan kali ini mengenai ” pengertian zakat fitrah kewajiban setiap muslim ” bisa menjadi pelajaran dan membawa hikmah bagi kita.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.