Kang Santri

Catatan Kang Santri

Pengertian Sombong, Ciri-Ciri, Bahaya Dan Cara Mengatasinya

Home Catatan Informasi Pengertian Sombong, Ciri-Ciri, Bahaya Dan Cara Mengatasinya
sombong

Pengertian Sombong – Banyak diantara manusia yang semakin kaya semakin, mempunyai jabatan, semakin mapan, semakin berilmu dan kelebihan-kelebihan yang lain membuat mereka menjadi angkuh dan sombong. Jika diibaratkan sebuah tanaman orang yang sombong seperti padi yang tidak berisi, semakin tidak berisi semakin mendangak berbeda dengan orang yang mempunyai sifat tawadhu semakin berisi dia akan semakin menunduk.

Dalam al-qur’an dikisahkan kesombongan yang diabadikan dan dijadikan ta’bir bagi manusia adalah perbuatan iblis yang membantah perintah Tuhannya mengenai penciptaan manusia.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Pengertian Sombong

pengertian sombong
Sumber: mozaik-inilah.com

Pengertian Sombong dalam bahasa Arab diambil dari kata takabur, fakhar dalam bahasa Inggris pride, dan dalam bahasa Indonesia mempunyai persamaan dengan kata takabur, angkuh, congkak dan arogan.
Sombong merupakan salah satu dari akhlakul mazmumah yaitu penyakit hati yang dialami oleh seseorang yang menganggap bahwa dirinya mampu ataupun lebih dari orang yang lain Dan menganggap dirinya mempunyai derajat yang lebih tinggi.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim mengatakan bahwa sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang.

Contoh Sombong

contoh
Sumber: islam.nu.or.id

Contoh dari sifat sombong adalah ketika seseorang mendapat perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya seperti salat dan bersyukur lantas dia mengabaikan perintah tersebut karena dia berpikir bahwa kenikmatan yang dia dapat merupakan hasil dari keringatnya.
Selain itu contoh dari sifat ini adalah ketika seseorang mempunyai prestasi ataupun nikmatan kemudian dia dengan angkuhnya berpikir dan berpendapat bahwa dia memiliki derajat yang lebih tinggi daripada orang lain.

Sifat sombong merupakan larangan yang sudah sangat jelas disampaikan di dalam al-quran maupun hadis nabi. Seperti dalam al-quran surah Al Isra’ ayat 37.

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur.“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Ciri-ciri Sombong

ciri-ciri sombong
sumber: startfmmadina.com

Sombong merupakan akhlak mazmumah seperti Hasad, riya’, kufur nikmat. Sifat ini merupakan perbuatan hati yaitu berupa sifat yang menjunjung tinggi harkat martabat diri sendiri dan merendahkan orang lain. Sifat tersebut bisa diketahui dilihat dari ciri-ciri berikut ini.

1. Egois dalam berpendapat

Orang yang egois dalam berpendapat adalah salah satu ciri dari orang yang mempunyai sifat sombong. Hal ini dikarenakan orang yang egois dalam berpendapat berpikiran bahwa pikiran dia lebih baik dari pendapat orang yang lainnya. Seperti bantahan yang dilakukan oleh iblis kepada Tuhannya.

2. Menilai diri lebih baik

Ciri orang ini sangat kelihatan ketika dia memiliki keistimewaan ataupun kelebihan dibanding orang-orang lain seperti contoh ketika seseorang yang mampu membeli sebuah mobil sedangkan teman dan tetangganya belum mampu membeli mobil. Sifat dia kepada teman dan tetangganya adalah merasa bahwa hanya dia yang bisa membeli mobil.

3. Tidak suka diberi nasehat

Nasehat adalah bentuk perhatian seseorang terhadap kita yang berupa ide untuk melakukan Atau meninggalkan sesuatu akan tetapi orang sombong enggan untuk menerima nasihat tersebut dikarenakan ide orang lain tidak lebih baik daripada ide yang dia dapatkan, atau dia beranggapan bahwa orang yang memberikan nasehat merupakan suatu penghinaan.

4. Menolak kebenaran

إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Allah itu indah menyukai sikap berhias. Sombong itu menolak kebenaran dengan takabbur dan merendahkan orang lain. (HR. Muslim 275)
Firaun, Namrud, Abu Jahal, Abu Lahab, Qorun, mereka semua merupakan orang-orang yang sombong yang dengan angkuhnya menolak kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang disampaikan oleh para Rasul Nya, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Karena kesombongan ini ini yaitu menolak kebenaran yang Hakiki mereka semua masuk ke dalam jurang kehinaan dan jurang neraka naudzubillah.

5. Selalu bersikap kasar

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ قَالُوا بَلَى قَالَ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ

“Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur.“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).
Orang yang bersikap kasar dan keras biasanya egois dalam mempertahankan pendapat dan keinginan nya dan ini sejalan dengan ciri dari orang yang yang mempunyai sifat sombong yaitu orang yang eksis dalam mempertahankan pendapat dan ide-idenya sehingga ketika ada orang lain yang memberi nasihat ataupun masukan akan timbul perasaan Gengsi dan berujung pada kasar dan keras.

6. Suka dengan pujian

Orang sombong suka pujian
Sumber: m.inilah.com

Orang yang sombong dengan teriak mempunyai sedikit persamaan diantaranya adalah suka terhadap Sanjungan dan pujian seseorang Hal ini dikarenakan Ketika seseorang disanjung dan dipuji harapannya orang lain mengakui bahwa dirinya lebih baik daripada orang-orang yang lain.

Bahaya Sombong

bahaya sombong
muslimobsession.com

Sombong merupakan sifat yang tercela lawan dari sifat tawadhu’. Sifat ini mempunyai bahaya yang sangat besar diantaranya adalah sebagai berikut

1. Akan selalu berakhir dalam jurang kehinaan

Setelah kita singgung pada tulisan di atas bahwa orang yang mempunyai sifat sombong akan berakhir dalam jurang kehinaan dan tempatnya adalah di neraka seperti kisah Qorun yang sombong terhadap harta bendanya sehingga Ia lupa akan nikmat Allah Ah yang seharusnya dijadikan untuk taat beribadah malah dijadikan sebagai sarana untuk mengembangkan diri kepada kaum Nabi Musa.
Selain itu juga ada kisah sahabat nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang bernama tsa’labah yang dulunya sebelum kaya dia rajin beribadah dan kemudian menjadi sombong ketika Iya telah memiliki harta.
Masih banyak cerita mengenai akhir dari orang-orang yang yang memiliki sifat sombong yang akhirnya dinyatakan oleh Allah.

من توضع رفعه الله ومن تكبر وضعه الله

Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu’, dan akan membenamkan mereka yang bersifat sombong.

2. Dimurkai oleh Allah

Semua perbuatan yang tidak diridhoi allah akan mendapatkan balasan murka dan berujung pada dimasukkannya ke neraka. Salah satunya adalah sombong  sifat ini hanya boleh dimiliki oleh Allah sang pencipta alam semesta salah satunya adalah sombong sifat yang hanya boleh dimiliki oleh Allah pencipta alam semesta seperti yang di riwayatkan Dalam Hadis Qudsi.

العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحداً منهما عذبته

Dalam hadits Qudsi, “Keagungan adalah pakaianKu, kesombongan adalah selendangKu, barangsiapa yang mencabutnya dariKu salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya.”  (Hadits Qudsi riwayat Abu Daud, Ibnu Majjah)

Dalam hadis tersebut telah jelas bahwa orang yang mempunyai sifat sombong akan mendapat azab dari Allah hal ini diperjelas dengan ayat suci Alquran surat An Nahl ayat 23
Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)

3. Tidak mendapat ampunan dari Allah

Manusia bukanlah makhluk yang terjamin tidak melakukan dosa dengan demikian setiap manusia memiliki potensi untuk melakukan kesalahan dan dosa kecuali para nabi yang memiliki sifat Maksum yaitu terhindar dari dosa.
Dosa terbesar manusia adalah menyekutukan Tuhan dan menyaksikan bahwa ada Tuhan selain Allah selain itu menurut Sufyan ats-tsauri dalam dosa sombong tak diampuni Allah Ada 1 dosa yang tidak bisa diampuni oleh Allah yaitu orang yang melakukan dosa dengan sombong.
Maksud dari perkataan ini adalah seseorang mempunyai potensi untuk melakukan dosa karena kehilafan ataupun karena godaan setan akan tetapi jika seseorang melakukan dosa dengan sombong dengan artian yang melakukan dosa dengan bangga maka tidak ada ampunan baginya.

Cara Mengatasi Sombong

1. Berlindung diri kepada Allah

Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui dan mengatur semua kehidupan an di alam ini salah satu sumber sifat sombong adalah dorongan dari setan kepada manusia untuk melakukan hal-hal yang yang menjurus ke sifat sombong dengan demikian cara pertama untuk terhindar dari sifat sombong adalah Meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari godaan setan disertai dengan upaya-upaya untuk menghilangkan sifat sombong dari dalam diri kita.

2. Memperbanyak intropeksi diri (muhasabah)

Yang bisa menghilangkan sifat sombong yang ada dari dalam diri kita adalah amal Subhanahu Wa Ta’ala yang disertai dengan upaya kita untuk terhindar dari sifat sombong setelah kita memohon kepada Allah Kita juga harus berupaya untuk menghilangkan sifat tersebut dari diri kita dengan cara memperbanyak intropeksi dan Muhasabah dengan demikian setelah kita mengetahui bahwa kita mempunyai sifat tersebut ada upaya ya untuk menghilangkannya nya dari dalam diri kita.

Banyak cara untuk intropeksi diri diantaranya adalah membaca Al-Qur’an dan tadabbur Al-Qur’an. Bisa juga dengan mendengarkan ayat suci Al-Qur’an. silahkan donload di link berikut murottal mushary rashid

3. Selalu menanamkan asumsi diri kita lemah dan banyak dosa

Orang yang merasa bahwa dirinya mempunyai banyak dosa akan senantiasa memiliki q-san an-naba’ orang lain lebih baik dan lebih mulia dari nya ketika seseorang sudah memiliki pikiran ini Insyaallah akan timbul sifat tawaduk dan sifat sombong akan sedikit demi sedikit hilang dari dalam hatinya.

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.