Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Iman Kepada Qada Dan Qadar, Pengertian dan Makna

2 min read

pengertian iman

Iman kepada qada dan qadar adalah salah satu rukun iman yang harus diyakini oleh seorang Muslim. Hal ini sangat penting karena rukun iman merupakan pondasi keimanan seorang Muslim. Tentu, seorang Muslim yang memiliki keimanan sempurna terhadap rukun iman, maka ia memiliki keislaman yang sempurna pula.

Qada dan qadar adalah ketetapan yang bersumber langsung dari Allah. Dengan beriman pada qada dan qadar, maka seorang Muslim wajib mempercayai bahwa apa yang terjadi atas dirinya adalah sebuah ketetapan dari Allah yang harus diterima dengan lapang.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan iman kepada qada dan qadar serta apa maknanya bagi keislaman seorang Muslim?

Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar

Secara singkat, pengertian tentang iman kepada qada dan qadar adalah percaya serta yakin sepenuh hati bahwa Allah memiliki kehendak, keputusan serta ketetapan atas semua makhluk yang Ia ciptakan, termasuk segala kejadian baik dan buruk yang terjadi. Semua hal tersebut merupakan bukti dari kekuasaan Allah.

Seorang Muslim yang beriman wajib meyakini hal di atas sebagai konsekuensi keimanan yang ia miliki. Tanpa percaya terhadap ketetapan Allah, maka ada cacat dalam keimanan yang ia miliki.

Qada memiliki beberapa arti, yaitu:

  • hukum atau keputusan (Q.S. Surat An- Nisa’ ayat 65)
  • mewujudkan atau menjadikan (Q.S. Surat Fussilat ayat 12)
  • kehendak (Q.S. Surat Ali Imran ayat 47)
  • perintah (Q.S. Surat Al- Isra’ ayat 23).

Sedangkan qadar memiliki arti:

  • mengatur atau menentukan sesuatu hal menurut batas-batasnya (Q.S. Surat Fussilat ayat 10)
  • suatu ukuran (Q.S. Surat Ar- Ra’du ayat 17)
  • kekuasaan atau kemampuan (Q.S. Surat Al- Baqarah ayat 236)
  • ketentuan atau kepastian (Q.S. Al- Mursalat ayat 23)
  • perwujudan kehendak Allah terhadap semua makhluk-Nya dalam bentuk-bentuk batasan tertentu (Q.S. Al- Qomar ayat 49).

Ada cukup banyak dalil yang berkaitan dengan keimanan kepada qada dan qadar. Oleh karenanya, bisa disimpulkan bahwa perihal qada dan qadar adalah hal yang sangat penting di mana harus menjadi perhatian utama bagi setiap Muslim untuk menyempurnakan keimanan mereka.

Macam-macam Ketentuan Allah

iman kepada qada dan qadar Allah

Terkait ketentuan dari Allah, ada dua jenis takdir yang berbeda. Adanya dua jenis takdir ini memberikan pengertian bahwa sebenarnya manusia sebagai makhluk masih memiliki peran terhadap ketentuan yang telah Allah tetapkan.

Adapun macam-macam ketentuan Allah tersebut adalah sebagai berikut:

Takdir Muallaq 

Takdir muallaq merupakan ketentuan dan ketetapan Allah yang bersifat tidak final. Artinya, ketetapan ini masih digantungkan pada usaha yang dilakukan oleh manusia. Dengan kemudahan yang diberikan Allah, maka manusia bisa mengubah diri mereka sendiri.

Beberapa hal yang termasuk takdir muallaq adalah ketika seseorang ingin pintar, maka ia bisa belajar ataupun contoh lainnya.

Takdir Mubrom

Takdir mubrom adalah ketetapan Allah yang sudah final dan tidak bisa diubah lagi dengan segala jenis usaha manusia. Salah satu contoh takdir mubrom ialah kematian. Seseorang tidak bisa memajukan atau mengundurkan kematian jika memang sudah waktunya tiba.

Dari penjelasan di atas, seorang Muslim nantinya bisa mengetahui di bagian mana mereka bisa berusaha untuk mendapatkan tujuan yang dikehendaki dan di bagian mana mereka harus menerima sebuah ketetapan yang sudah menjadi keputusan dari Allah.

Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Islam senantiasa memberikan hikmah dalam setiap peribadatan dan ketentuan yang diberikan pada pemeluknya, termasuk beriman kepada qada dan qadar. Terkait iman kepada qada dan qadar, ada beberapa hikmah yang begitu berharga, terutama untuk menjalankan peran sebagai seorang Muslim yang beriman.

Adapun beberapa hikmah tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Lebih Banyak Bersyukur Serta Bersabar

Salah satu hikmah dari iman kepada qada dan qadar Allah adalah ia akan cenderung lebih banyak bersyukur serta bersabar. Dengan keimanan yang ia miliki, nantinya seorang Muslim akan bersyukur ketika mendapatkan suatu kebaikan dan keberuntungan. Ia menyadari dan meyakini bahwa keberuntungan tersebut adalah nikmat dari Allah, maka ia harus bersyukur.

Di sisi lain ia juga akan bersabar ketika mendapatkan ujian. Hal ini dikarenakan ujian yang ia rasakan merupakan sebuah ketentuan dari Allah yang di balik ujian tersebut bisa jadi ada rahmat Allah yang turun kepadanya.

Dalil mengenai hal tersebut adalah surat An Nahl ayat 53. Dalam dalil ini dijelaskan bahwa apa yang menjadi nikmat dari seorang Muslim, maka sesungguhnya kenikmatan tersebut datangnya hanya dari Allah, sedangkan jika seorang Muslim mendapatkan kemudaratan, maka Allah adalah tempat ia meminta pertolongan.

  1. Menjauhkan Diri Dari Sifat Putus Asa dan Sombong

Iman kepada qada dan qadar Allah akan menjauhkan seorang Muslim dari sifat sombong serta putus asa. Ketika ia mendapatkan suatu keberhasilan atas apa yang ia upayakan sejak lama dengan kerja keras, maka ia tidak akan merasa dirinya hebat. Hal ini dikarenakan di balik usaha yang ia lakukan, ada izin Allah yang membuatnya mendapatkan keberhasilan tersebut.

Sebaliknya, ketika ia mengalami kegagalan dari proses panjang yang ia lakukan, maka ia juga tidak akan berkeluh kesah. Hal ini dikarenakan kegagalan yang ia dapatkan merupakan ketetapan dari Allah yang bisa jadi membuka jalan yang baru di mana ia tidak pernah duga sebelumnya.

Kedua hal di atas adalah hikmah yang akan didapatkan oleh seorang Muslim ketika ia memiliki iman kepada qada dan qadar. Hikmah lain dari bentuk keimanan ini adalah jiwa yang cenderung lebih tenang.

Ya, seorang Muslim yang beriman pada qada dan qadar akan menyandarkan apa yang terjadi pada hidupnya hanya kepada Allah semata.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: