Kang Santri Perintah rasul. "Barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat maka berilmulah". Alhamdulillah.. kami pernah belajar di beberapa pesantren dan juga universitas 🤲

Panitia Zakat Sama Dengan Amil Zakat?

2 min read

Zakat fitrah

Panitia zakat sama dengan amil zakat? – Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah mencontohkan cara pengelolaan zakat yang baik dan benar.

Yaitu meliputi manajemen dan juga teknis pengelolaannya. Dengan menunjuk sahabat Umar Bin Khattab, Ibnu Qais ‘Ubadah Ibn Shamit dan Mu’az Ibn Jabal sebagai amil.

Para sahabat yang ditunjuk oleh Rasulullah memiliki tugas masing-masing.

Lima tugas pokok amil zakat

Amil zakat

Secara teknis Rasulullah membagi dalam lima tugas pokok seorang amil. Yaitu sebagai berikut :

Katabah

Yaitu orang yang mencatat dan mengumpulkan data Siapa saja yang wajib mengeluarkan zakat dan siapa saja orang yang berhak menerima zakat. Dengan adanya katib ini zakat menjadi lebih tepat sasaran.

Hasabah

Tugas hasabah ataupun Hasib adalah menentukan seberapa besar zakat yang harus dikeluarkan seseorang. Katakanlah pada saat itu orang mempunyai 80 ekor kambing 40 ekor unta dan beberapa ons emas maka tugas seorang Hasib adalah menentukan Berapa banyak zakat yang harus dikeluarkan oleh Muzakki.

Qasamah

Orang yang bertugas menyalurkan hasil zakat disebut qosamah. Dengan adanya data yang valid dari seorang katib akan memudahkan kan seorang qasamah dalam mendistribusikan zakat kepada mustahiqnya.

Baca juga : Pengertian Zakat Mal Kewajiban Muslim yang Telah Mampu

Jubah

Tugas utama seorang jubah adalah menarik zakat dari orang-orang yang yang wajib mengeluarkan zakat. Mengingat pada zaman kepemimpinan Abu Bakar As Siddiq sebagai Khulafaur Rasyidin banyak orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat.

Karena setelah kepergian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Sehingga sebagian orang memilih kembali kepada kepercayaan mereka yang dahulu dan enggan membayar zakat.

Maka pada saat itu terjadilah Peperangan antara sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang dipimpin oleh Abu Bakar melawan orang-orang yang membangkang untuk mengeluarkan zakat dan keluar dari Islam.

Tugas dari zakat pada saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak hanya Allah disebut dengan Madinah. Tetapi di daerah-daerah hasil taklukan Rasulullah seperti Yaman ditarik zakatnya kemudian disampaikan kepada Rasulullah.

Khazanah

Untuk memaksimalkan pendistribusian zakat harus dilakukan survei terlebih dahulu oleh qasamah dan juga katib. Sebelum pembagian kepada Muzakki zakat terlebih dahulu disimpan dan dikelola mereka yang bertugas untuk menyimpan dan mengolah di sebut dengan Khazanah.

Baca juga : Penjelasan 8 Asnaf, Golongan Penerima Zakat

Pada saat ini banyak sekali orang yang mengatasnamakan amil zakat saat Lebaran Idul Fitri tiba. Banyak kita temukan di lingkungan sekitar kita di sekolah dan juga di instansi-instansi negeri dan swasta.

Saat memasuki bulan Ramadan mereka membentuk suatu organisasi yang dinamakan panitia zakat organisasi tersebut. Tidak hanya secara offline. 

Pertanyaannya Apakah mereka yang mengatasnamakan amil zakat bisa disebut Amil dan berhak mendapatkan zakat karena menyandang status sebagai Amil?

 

Panitia zakat atau amil zakat?

Tugas amil zakat

Melihat tugas Amil yang diberikan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya. Yaitu menarik zakat dari orang-orang kaya yang berada di luar Madinah.

Dibandingkan dengan amil yang hanya ongkang-ongkang kemudian mengirimkan pesan singkat lewat WhatsApp untuk membayar zakat. Dalam artian amil saat ini tidak susah payah harus mengeluarkan tenaga dan juga biaya untuk menarik zakat dari mereka yang yang wajib mengeluarkan nya?

Melihat definisi dari beberapa kitab rujukan Mazhab Syafi’i menyebutkan bahwa seorang Amil harus ditunjuk oleh pemerintah dalam hal ini BAZNAS sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah Republik Indonesia.

Mereka yang mempunyai status sebagai Amil harus mempunyai landasan hukum dan juga amanat dari badan amil zakat nasional dengan menunjukkan adanya surat penunjukan sebagai Amil.

Dengan demikian mereka yang menjadi panitia zakat yang berada di masjid mushola sekolahan dan instansi-instansi yang tidak bisa dikatakan amil zakat.

Jika seseorang sudah membayarkan kepada amil maka Muzakki tidak diwajibkan untuk mencari mustahik zakat karena sudah diwakilkan oleh amil.

Akan tetapi jika seseorang amil tidak mendapatkan izin sebagai Amil oleh BAZNAS ataupun organisasi-organisasi di bawahnya seperti LAZISNU dan LAZISMU maka seorang muzaki wajib mengeluarkan zakatnya kembali apabila orang yang mereka percaya sebagai Amil tidak mendistribusikan kepada mustahiq zakat.

Demikian pembahasan Pada kesempatan kali ini mengenai Apakah panitia zakat sama dengan amil zakat?

Semoga pembahasan Pada kesempatan kali ini bisa bermanfaat dan juga memberikan keberkahan bagi kita semua. Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan tahun 1441 Hijriah.

Kang Santri Perintah rasul. "Barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat maka berilmulah". Alhamdulillah.. kami pernah belajar di beberapa pesantren dan juga universitas 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: