Kang Santri

Catatan Kang Santri

Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya

Home Catatan Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya
niat mandi wajib dan tatacaranya

Niat mandi wajib – mandi wajib merupakan hal yang harus kamu ketahui supaya ibadah-ibadah yang membutuhkan kesucian diri menjadi sah dan mendapatkan pahala.

Dalam pembahasan mengenai mandi wajib ada ketentuan-ketentuan itu yang berupa kewajiban kesunahan dan rukunnya sehingga saya rasa pada pembahasan kali ini menjadi penting untuk kita kaji.

Pengertian Mandi Wajib

pengertian mandi wajib
Sumber : islam.nu.or.id

Para ulama mendefinisikan mandi wajib adalah aktivitas menyiram badan dengan air dan meratakannya.

Mandi karena junub ini disyariatkan karena firman Allah dalam surat Almaidah ayat 6 yang memerintahkan bersuci bagi orang-orang yang junub dengan cara mandi.

Pengertian mandi wajib karena junub, haid, dan nifas adalah mengalirkan air sampai ke luruh badan, dari ujung kepala hingga kaki yang dimulai dengan membaca niat untuk mensucikan diri dari hadats besar. Aktifitas mandi wajib akan membuat perasaan menjadi lebih aman serta mempunyai keyakinan diri, baik dalam kondisi melakukan ibadah maupun dikala melaksanakan aktivitas ataupun beraktifitas. Sedangkan tata cara melaksanakan mandi harus berpedoman pada tata cara mandi wajibnya Nabi Muhammad SAW.

Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi Wajib

Perlu kamu ketahui apabila kamu dalam keadaan berikut ini maka kamu wajib hukumnya untuk mandi besar yaitu ketika:

  1. Hubungan Badan

Hubungan badan ataupun jima yang diwajibkan mandi adalah ketika dzakar yang disunat masuk farji walaupun tidak keluar mani.

Dalam kitab Mughni Muhtaj juz 1 h. 117 disebutkan bahwa salah satu yang mendasari diwajibkannya mandi wajib adalah hubungan badan walaupun tidak ada unsur kesengajaan.

  1. Keluarnya Mani

Mani merupakan benda yang suci statusnya seperti ingus dan ludah yang bisa dibersihkan hanya dengan mengusap dengan air. Akan tetapi banyak orang yang mempertanyakan jika kencing yang mengeluarkan benda najis bisa disucikan dengan cara wudu sedangkan mengeluarkan mani yang bersifat tidak najis harus disucikan dengan cara mandi wajib.

Dalam sebuah penelitian keilmuan menjelaskan bahwa ketika seseorang mengeluarkan mani akan mengeluarkan 2 miliar sel benih kehidupan spermatozoid.

Dengan demikian orang yang mengeluarkan mani akan mengeluarkan energi yang cukup banyak dan cara pemulihan energi tersebut tidak bisa hanya dengan membasuh zakar ataupun penis dan hanya bisa digunakan dengan mandi wajib.

  1. Ketika Suci Dari Haid Dan Nifas

Mandi wajib bagi orang yang telah selesai haid dan nifas merupakan perintah Allah dan rasulnya

Dalam FirmanNya di surat al-baqarah ayat 222 secara eksplisit Allah memerintahkan kepada wanita-wanita yang haid untuk membersihkan diri dengan cara mandi wajib.

  1. Mati

Satu penyebab yang mengharuskan mandi wajib adalah kematian yang dimaksud mati disini adalah seorang muslim yang mati selain mati syahid maka diwajibkan harus mandi ataupun dimandikan besar

Mengapa orang yang mati syahid tidak diperbolehkan untuk dimandikan Hal ini karena orang yang mati syahid merupakan cara yang  terbaik dalam jihad dengan demikian Ketika seseorang meninggal dalam keadaan Syahid katakan dibunuh kemudian terdapat banyak bercak darah bercak darah inilah yang dijadikan sebagai saksi di hadapan Allah bahwa diam Syahid dalam membela agama Allah

  1. Masuk Islam

Seorang yang non muslim dan kemudian masuk Islam diwajibkan untuk melakukan mandi wajib atau mandi besar karena pada agama yang dulu tidak diajarkan kan mensucikan diri dengan cara mandi besar akan tetapi hal yang paling mendasar yang mewajibkan seseorang mandi besar adalah orang tersebut lepas dari syahadat dan berstatus nonmuslim karena hukum dasar seorang non muslim adalah tidak suci.

 

Hal-Hal Yang Diharamkan Saat Junub

Hal-hal yang dilarang saat junub

  1. Sholat

Salat adalah ibadah yang sangat mulia yaitu ibadah yang mampu menghubungkan antara Hamba dengan Tuhannya. Dengan demikian disyariatkannya Suci ketika melakukan salat merupakan suatu hal yang wajib karena hamba akan menghadap kepada Dzat yang sangat mulia Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

  1. Thowaf

Salah satu syarat dari thawaf adalah suci dari dua hadas baik itu hadas kecil maupun hadas besar. Selain suci dari hadas kecil dan hadas besar juga disarankan suci badan, tempat dan pakaian dari najis.

  1. Memegang Dan Membawa Mushaf

Para ulama mazhab sepakat bahwa orang yang memiliki hadas kecil ataupun besar dilarang untuk membawa mushaf Hal ini berdasarkan dari Alquran surat Al-Waqiah ayat 77-80.

إِنَّهُ لَقُرْآَنٌ كَرِيمٌ (77) فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (78) لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (79) تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (80)

Artinya : “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia. Pada Kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh). tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.” (QS. Al Waqi’ah : 77 – 80).

  1. Membaca Al Quran

Kalau orang yang memiliki hadas kecil diharamkan untuk  memegang mushaf Alquran. Bagi orang yang memiliki hadas besar atau dalam keadaan junub diharamkan untuk membaca Alquran.

Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi yang mengatakan bahwa orang yang haid dan orang yang junub dilarang untuk membaca Alquran.

  1. Berdiam Diri Di Masjid

Dalam surat an-nisa ayat 43 menjelaskan bahwa orang yang junub dan haid dilarang untuk berdiam diri di masjid sedangkan jika hanya melewati masjid tanpa berdiri di dalamnya maka hukumnya boleh.

 

Tata Cara Dalam Mandi Wajib

niat mandi wajib dan tatacaranya

Mandi wajib merupakan cara untuk mensucikan diri dan menjadikan kebolehan kita dalam melakukan ibadah ibadah mahdhoh seperti membaca al-quran salat tawaf dan lain sebagainya.

Cara mandi wajib harus kamu ketahui supaya dalam mandi kita bisa Suci secara sempurna sehingga tidak mengganggu kita dalam beribadah.

Sebelum melakukan mandi wajib ketika masuk kamar mandi disunnahkan untuk membaca doa masuk kamar mandi. Kemudian melakukan mandi wajib dengan tatacaranya. Tata cara mandi wajib atau yang bisa disebut dengan fardhunya mandi wajib ada dua hal.  Yang pertama adalah niat dan yang kedua meratakan badan dengan air.

  1. Niat Mandi Wajib

Secara garis besar niat mandi wajib baik itu untuk wanita yang telah selesai masa haid dan nifas nya ataupun bagi orang yang junub bisa menggunakan niat berikut ini:

نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar”.

 

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الجِنَابَةِ

Nawaitul ghusla li raf’il janâbati

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan jenabat”

 

Sedangkan bagi bagi perempuan yang haid atau nifas ia berniat mandi untuk menghilangkan haid atau nifasnya. Kalimatnya:

نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau  لِرَفْعِ النِّفَاسِ

 

Nawaitul ghusla li raf’il haidli” atau “li raf’in nifâsi

“Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl” atau “untuk menghilangkan nifas”

  1. Meratakan Air Ke Bagian Luar Seluruh Tubuh

Mandi wajib dikatakan sah apabila seluruh anggota badan yang nampak oleh mata harus terkena aliran air seperti contoh di sela-sela telinga ada kerutan-kerutan yang tidak nampak oleh mata akan tetapi itu bagian luar dari anggota badan dan bisa dilihat oleh orang lain harus terkena aliran air saat mandi wajib.

Begitu pula kerutan-kerutan di bagian tubuh yang lain seperti Maaf “dubur”, pantat, lipatan di bawah payudara yang terdapat kerutan-kerutan sehingga wajib kita cermati dengan seksama ketika mandi wajib kita pastikan sudah terkena aliran air.

 

Kesunnahan Dalam Mandi Wajib

Dalam kitab Fathul Qorib karya Abu Syuja’ pembahasan mengenai kesunnahan Sebelum melakukan mandi wajib disunnahkan melakukan lima hal-hal berikut ini:

وسننه خمسة أشياء التسمية والوضوء قبله وإمرار اليد على الجسد والموالاة وتقديم اليمنى على اليسرى

Membaca basmalah, berwudu saat sebelum mandi, menggosokkan tangan ke seluruh badan, terus menerus (tidak ada jeda mandi), serta mendahulukan anggota badan kanan atas anggota badan kiri.

Demikian pembahasan pada kesempatan ini mengenai niat mandi wajib dan tatacaranya yang benar. Semoga apa yang kita pelajari Pada kesempatan ini menjadikan jalan menuju Ridha Allah dan manfaat bagi kita semua.

والله الموفق الى اقوى من طريق السلام عليكم ورحمه الله وبركاته

 

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.