Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Mengapa Amerika Serikat Memusuhi Iran?

2 min read

mengapa amerika memerangi iran?

Mengapa Amerika Serikat Memusuhi Iran? –  tulisan ini adalah catatan atas berita yang sedang hangat sekaligus catatan saya atas buku “Iran” karya Ardison Muhammad.

Mengapa Amerika Serikat Memusuhi Iran?

mengapa amerika memerangi iran?
Sumber: mojok.co




Serangan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal Qasem Soulemani beberapa waktu lalu menjadikan hubungan AS dengan Iran makin panas. Orang nomor satu Iran, Ayatullah Ali Khamanei berjanji akan membalas kematian Qasem. Publik pun dilanda isu perang dunia ketiga (World War III).

Tak lama berselang, rudal-rudal balistik milik Iran menggempur dua pangkalan militer AS di Irak, Ain Al Asad dan Arbil. Media massa Iran melaporkan setidaknya 80 tentara tewas, sementara presiden AS, Donald Trump, mengaku tak ada korban jiwa dalam serangan Iran tersebut, sehingga pihaknya tak perlu membalas. Namun, dalam pidatonya ia akan memberi sanksi pada Iran.

AS, sebagaimana kita ketahui, sudah lama mengembargo Iran. Negeri Paman Sam itu membatasi penjualan minyak oleh Iran. AS juga melarang pengusaha-pengusaha untuk berinvestasi di sana. Embargo itu membuat pendapatan Iran berkurang. Pertumbuhan ekonomi juga melambat.

Namun, di sisi lain, embargo AS itu juga membuat negeri kaum Mullah itu makin mandiri. Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di Timur Tengah, Iran bisa disebut sebagai negara yang paling kuat.

Pemberian sanksi oleh AS sendiri dilandasi dengan tuduhan kepemilikan senjata nuklir. AS memandang bahwa Iran mengembangkan tenaga nuklir untuk kepentingan militer. Iran membantahnya dengan mengatakan bahwa tenaga nuklir yang mereka kembangkan adalah untuk kepentingan pembangkit listrik.

International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai lembaga yang mengawasi nuklir melakukan investigasi terhadap Iran. Hasilnya, Iran tidak mengembangkan senjata nuklir. Meski begitu, AS tetap menuduh bahwa Teheran memiliki instalasi nuklir tersembunyi yang mereka gunakan untuk mengembangkan senjata.

Tuduhan pengembangan senjata nuklir oleh AS mengingatkan kita pada invasi mereka atas negeri Iraq di era George W Bush. Saat itu, Washington menginvasi Baghdad dengan tuduhan kepemilikan senjata nuklir. Belakangan, setelah invasi itu memporak-porandakan Iraq, tuduhan itu ternyata tak terbukti.

AS memang aneh. Israel yang memiliki senjata nuklir dan berkali-kali, sampai hari ini, menginvasi Palestina, tidak dipermasalahkan, bahkan didukung. Tapi Iran yang tidak terbukti menggunakan senjata nuklir malah diembargo dan dimusuhi.


Sebenarnya ada apa dengan Iran? Mengapa dimusuhi AS?

kilang minyak sebagai rebutan AS

Harap diketahui, AS sebernarnya pernah berbaikan dengan Iran saat negeri itu dikuasai oleh Dinasti Shah Pahlevi pada 1925-1979. Pembangunan reaktor nuklir si era Pahlevi bahkan didukung AS. AS baru memusuhi Iran tatkala rezim sekular Pahlevi digulingkan oleh Ayatullah Ruhullah Khomeini.

Revolusi Iran oleh kaum Mullah yang dipimpin Ayatullah Khomeini pada akhirnya mengubah bentuk negara menjadi Republik Islam Iran. Negeri ini memiliki presiden, tetapi yang paling berkuasa adalah Ayatullah. Dalam hal sekarang adalah Ayatullah Ali Khamenei. Mayoritas warga Iran adalah penganut syiah.

Syiah, sebagaimana kita tahu, punya watak taat pemimpin -bahkan cenderung fanatik. Dalam ajaran syiah, kekuasaan (al-wilayah) adalah salah satu rukun Islam. Itulah sebabnya, masyarakat Iran sangat kompak. Sekali Ayatullah bilang A, maka masyarakat A.

Peralihan model kekuasaan dari sekular ke republik Islam mengkhawatirkan AS. AS tidak ingin negara Islam itu tumbuh kuat dan besar. Sebab, kebesaran Iran akan mengganggu kepentingannya di Timur Tengah. Selain itu, kebesaran Iran juga berbahaya bagi Israel.

Sampai sini, analisis yang menyebutkan ada pengaruh Israel dalam keputusan-keputusan Pentagon terkait Timur Tengah dinilai cukup beralasan. Perang vis a vis antara Iran dengan Israel sangat ditakutkan Israel. Jarak Teheran dengan Tel Aviv tidaklah jauh. Israel bisa hancur dibombardir Iran. Karenanya, Israel selalu mendukung upaya pelemahan yang dilakukan AS.

Iran adalah negara kaya minyak dan gas. Tahun 2018, produksi minyak Iran mencapai 3,8 juta barel per hari (bpd). Mereka surplus minyak, namun tidak menjualnya pada AS, negara nomor satu paling butuh minyak.

Walhasil, ada banyak alasan mengapa AS memusuhi Iran. Alasan agama bisa masuk. Alasan politik juga masuk. Alasan ekonomi, apalagi. Namun, alasan ketiga agaknya yang paling dominan. Sebab campur tangan AS di Timteng juga tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi. Dan, kepentingan itu terhambat oleh Iran.

Sumber : Moh Salapudin

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: