Kang Santri

Catatan Kang Santri

Macam-Macam Riya’, Bahaya Dan Cara Mengatasinya

Home Catatan Macam-Macam Riya’, Bahaya Dan Cara Mengatasinya
riya' adalah

Macam-macam Riya’ – Riya’ merupakan bentuk kata yang berasal dari bahasa arab yang memiliki arti melihat atau memperlihatkan. Riya merupakan salah satu akhlakyang buruk yang harus kita hindari karena sifat tersebut merupakan salah satu sifat yang dibenci oleh Allah sebagaimana yang tertulis dalam firmanNya.

فويل للمصلين (٤) الذين هم عن صلاتهم ساهون (٥) الذين هم يرآءون (٦) ( الماعون : ٤- ٦)

Artinya : ” Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (4)(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (5) Orang-orang yang berbuat riya(6) “.

riya' adalah
Riya’ merupakan akhlak tercela. Sumber: dictio.id

Riya’ Adalah

ربما دخل الرياء عليك من حيث لا ينظر الخلق إليك

“Terkadang sifat riya’ masuk ke dalam hatimu dari arah yang mana makhluk tidak sedang melihatmu “.

Riya’ adalah sifat ingin dilihat manusia akan amal baiknya sehingga mereka akan memujinya dan agar ia dipandang tinggi derajatnya diantara mereka.

Imam Al Ghozali Rohimahullah berkata: riya’ itu adalah mempertunjukkan amal baik untuk mencari perhatian orang lain yang bertujuan untuk mencari kedudukan dihati orang lain. Kedudukan tersebut bukan hanya berupa amal ibadah melainkan bisa juga dengan amal selain ibadah. Riya’ merupakan amal perbuatan yang berupa kebaikan yang bertujuan untuk mencari derajat kedudukan dimata orang lain.

Contoh riya’ pada pengertian ini bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari seperti berbuat baik untuk disorot media, diposting, dan di upload di media sosial, beribadah untuk tujuan dunia. Biasanya orang yang terjangkit penyakit riya’ ini hanya akan melakukan kebaikan jika ada yang menyaksikan.

Akan tetapi dalam pembahasan yang lain, Ibnu Athaillah As-Sakandari dalam hikmahnya berkata, terkadang dikatakan riya’ pula ketika seseorang melakukan amal kebaikan walaupun dalam kesendiriannya dan tidak ada orang yang melihat. Seperti contoh ketika seorang melakukan sholat dhuha ataupun sholat sunnah yang lain yang dilakukan di rumah dan jauh dari pandangan manusia. Kemudian didalam doa munajatnya terlintas dalam benak “andai saja orang lain mengetahui kekhusyukan sholat dan munajatku maka akan mengetahui betapa tingginya derajatku”.

Terlepas dari semua itu ada pengecualian jika seseorang yang berusaha untuk menghindari riya’ dengan cara menyembunyikan amalnya dan berusaha untuk melawan sifat tersebut, maka perbuatan ini tidak bisa dikatakan riya’ melainkan jihad yang baik.

macam-macam riya'
Sumber: pinterest.com

Macam-Macam Riya’

Kadang ketika kita hendak melakukan perbuatan yang bersifat ibadah dihantui dengan pamer yang melanda hati. Sudah kita ketahui pula bahwa hal ini akan menghapus pahala dari ibadah yang kita kerjakan. Ada tiga macam riya’ yang perlu kita ketahui. Macam-macam riya’ tersebut dijelaskan oleh Izzudin bin Abdus Salam dalam kitabnya Maqashidur Ri’ayah li Huquqiyyah berikut:

لخطرة الرياء ثلاثة أحوال إحداهن أن يخطر قبل الشروع في العمل لاينوي بعمله إلا الرياء فعليه أن يترك العمل إلى أن يستحضر الإخلاص، الثانية أن يخطر رياء الشرك فيترك ولايقدم على العمل حتى يمحض الإخلاص، الثالثة أن يخطر في أثناء العمل الخالص فليدفعها ويستمر في العمل فإن دامت الخطرة ولم يجب نفسه إلى الرياء صح عمله استصحابا لنيته الأولى

“Terdapat tiga bentuk macam-macam riya’ :

  1. Orang yang terbesit riya sebelum mengerjakan amalan dan dia mengerjakan amalan tersebut semata-mata karena riya. Agar selamat, orang semacam ini harus menunda amalannya sampai timbul rasa ikhlas.
  2. Orang yang timbul di dalam hatinya riya syirik (mengerjakan ibadah karena ingin mengharap pujian manusia serta ridha Allah SWT). Orang seperti ini juga dianjurkan menunda amalan hingga benar-benar ikhlas.
  3. Riya yang muncul di saat melakukan aktivitas/amalan. Orang yang dihadang riya di tengah jalan seperti ini, dianjurkan untuk menghalau gangguan itu sambil meneruskan amalannya. Kalau godaaan riya terus hadir, ia tidak perlu menggubrisnya. Insya Allah amalannya diterima karena tetap berpijak pada niatnya semula.”

macam-macam riya'

Bahaya Riya’

Riya’ merupakan salah satu dari sifat-sifat yang tidak terpuji, sama halnya dengan hasad, tidak syukur, ghibah dan lain sebagainya. Larangan tersebut sudah sangat jelas disampaikan dalam Al-Qur’an dan Hadits yang disertai dengan ancamannya. Diantara bahaya dari macam-macam riya’ adalah sebagai berikut:

  1. Salah satu dari tanda kemunafikan

إن المنافقين يخادعون الله وهو خادعهم وإذا قاموا إلى الصلوة قاموا كسالى يرآءون الناس ولا يذكرون الله إلا قليلا (النساء : ١٤٢)

Artinya : ” Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka1. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali2″

 Seperti penjelasan di atas, biasanya orang yang riya’ hanya akan melakukan kebaikan jika dilihat oleh orang. Dalam ayat di atas sudah sangat jelas bahwa orang yang tersebut akan bermalas-malasan jika melakukan sholat kecuali dilihat orang akan dengan semangat.

 

  1. Menghapus amal sholih

Di dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa riya’ bagaikan hujan yang melunturkan tanah di atas batu. Dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa orang yang melakukan amal perbuatan  dan disertai pamer maka amal tersebut akan di tolak dan Allah mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadikan ia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunujuk kepada orang-orang kafir”. [Al-Baqarah/2:264].

  1. Menyebabkan adzab di akhirat

Setiap perbuatan yang dilarang Allah pasti berbuah pada hukuman seperti perbuatan riya’. Ia diancam oleh Allah dalam kecelakaan, sebagaimana dalam surah al-Ma’un ayat; 4-6;

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ٤الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ ٥ الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ ٦

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya”, (Qs Al-Ma’un:4-6)

cara mengatasi riya'

Cara Mengatasi Riya’

Berikut ini beberapa cara yang bisa kita coba untuk menghalau penyakit riya’ saat kita melakukan ibadah.

  1. Selalu meminta perlindungan kepada Allah

Membaca ta’awudh merupakan senjata yang paling ampuh untuk menghindar dari hal-hal yang dilarang atau berlindung kepada Allah terhadap hal yang membahayakan seperti pamer. Manusia sebagai makhluk yang sangat lemah ini sudah seharusnya meminta perlindungan dari sang kholiq untuk senantiasa diberi kekuatan dalam beribadah dan dijauhkan dari godaan syaitan.

  1. Selalu ingat kepada Allah

Ketika fikiran kita dalam keadaan mengingat Allah, maka senantiasa akan dibarengi dengan hal-hal positif, seperti bersyukur, mengesakan Allah, mensucikanNya. Berbeda ketika hati dan fikiran terlepas dari ingat kepada Allah, hal yang terjadi adalah godaan setan untuk selalu maksiat kepada Allah.

  1. Selalu belajar ikhlas

Ikhlas adalah tiangnya sebuah amal shalih agar dapat diterima oleh Allah. Seseorang yang beramal dengan niat ikhlas dan tidak berharap pujian dari orang lain maka insyaAllah amalnya diterima oleh Allah SWT.

Persepsi yang harus dibangun adalah bahwa semua ibadah yang kita lakukan di dunia ini adalah pertolongan dan rahmat Allah. Maka saat kita menyadari bahwa ibadah kita adalah rahmat dari Allah tidak ada lagi fikiran pamer ibadah-ibadah kita.

Demikian pembahasan pada kali ini mengenai macam-macam riya’, bahaya dan cara mengatasinya. Semoga kita selalu dalam perlindungan Allah dan rahmatnya. Wallahul muwaffiq ila aqwamit thoriq. Wassalamualaikum…

«     »

One comment on “Macam-Macam Riya’, Bahaya Dan Cara Mengatasinya

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.