Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Larangan-larangan Saat Masa Haid dan Nifas

4 min read

Larangan saat haid dan nifas

Larangan-larangan saat masa haid dan nifas – Pada pembahasan sebelumnya kita telah mengkaji mengenai darah yang keluar dari kewanitaan. Ada darah haid, nifas dan istihadhah.

Bagi mereka yang sedang dalam masa haid dan nifas dilarang melakukan kan beberapa ibadah. Diantaranya adalah melakukan salat thawaf, memegang mushaf dan membawanya, i’tikaf di masjid, puasa, talak. Dan beberapa ibadah yang lainnya yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini

Larangan Saat Haid dan Nifas

Larangan saat haid dan nifas

Shalat

Salah satu syarat sahnya salat adalah musoli ataupun orang yang salat dalam keadaan suci. Baik suci dari hadas kecil maupun hadas besar seperti haid nifas dan junub.

Orang yang dalam status sedang haid diharamkan untuk salat seperti hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

قال صلى الله عليه وسلم لفاطمة بنت ابي حبيش اذا اقبلت الحيضة فدعى الصلاة واذا ادبرت فاغتسلى وصلى

Nabi bersabda kepada Fatimah bin Abi Hubaisy. “Jika kamu sedang haid maka tinggalkanlah salat. Dan jika kamu selesai dari haid maka mandi dan shalat lah.

Ketentuan qadha shalat saat haid

persoalan haid dan nifas belakangan ini sudah semakin tidak diberhentikan pasalnya para wanita yang telah mengalami haid apa itu terhadap ketentuan-ketentuan salat pasca dan sebelum datangnya haid.

Bedaan ada beberapa ketentuan yang diwajibkan mengqadha salat ketika seseorang datang bulan atau haid.

Pertama
Ketika wanita yang haid dan nifas mengalami suci sebelum Habisnya waktu salat maka ia wajib mengqadha salat walaupun waktu tersebut hanya cukup untuk Takbiratul Ihram.

Semisal ada orang yang haid suci 5 menit sebelum adzan Ashar maka dia wajib mengqadha salat tersebut karena waktu 5 menit cukup untuk Takbiratul Ihram dengan niat salat zuhur.

Kedua
Jika seseorang yang haid pada saat pertama kali datangnya haid dia belum melaksanakan kan salat zuhur padahal sudah memasuki waktu sholat dzuhur maka wajib untuk diqodlo shalatnya.

Ketika haid yang bersamaan dengan dikumandangkannya adzan maka wanita tidak wajib mengqadha shalat karena ia tidak menemukan waktu yang cukup untuk salat

Thawaf

الطواف بمنزلة الصلاة الى ان الله قد احنا فيه النطق (رواه الترمذي)

Artinya: Thawaf kedudukannya sama dengan salat tetapi Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperbolehkan untuk berbicara saat salat

عن عائشة رضي الله عنها ان النبي صلى الله عليه وسلم وقال لها اسمعي ما يصنع الحج غير ان لا تعطوفي بالبيت (رواه البخاري)

Artinya: “Dari ‘Aisyah, Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. bersabda kepadanya: “Lakukanlah apa saja yang di lakukkan orang yang haji tapi Janganlah engkau thowaf di ka’bah”.

Para ulama’ sepakat (ijma’), bahwa wanita yang haid dan nifas haram melakukan thawaf. Mereka juga sepakat, bahwa thawaf yang dilakukan wanita haid dan nifas tidak sah, baik itu thawaf fardlu ataupun sunnah.

Selain itu, mereka juga sepakat bahwa wanita yang haid dan nifas tidak dilarang melakukan ritual-ritual haji selain thawaf dan shalat sunah thawaf.

Ijma’ yang dijadikan argumentasi oleh penulis masih perlu ditinjau kembali. Karena di dalam madzhab imam Abu Hanifah dan salah satu riwayat yang diriwayatkan dari imam Ahmad, terdapat pendapat yang menyatakan bahwa wanita haid dan nifas boleh thawaf.

Tetapi ia wajib menyembelih unta. Karena menurut mereka, thawaf boleh saja dilakukan walau tanpa adanya suci.

Baca juga :

Memegang dan membawa Al-Qur’an

لا يمسه الا المطهرون

Artinya: “Tidak boleh mnyentuh mushhaf kecuali orang yang suci”. (Al-Waqi’ah : 79)

Yang dimaksud mushaf adalah sesuatu yang ditulisi ayat Alquran walaupun cuman sebagian ayat yang didalamnya dapat dipahami dengan tujuan untuk belajar.

Haram juga bagi orang yang haid nifas dan hadats memegang mushaf walaupun dilapisi dengan kain. Adapun membawa mushaf dengan barang lain hukumnya boleh selama dengan niat membawa barang lain tersebut.

Misal membawa Alquran di dalam satu tas yang isinya tidak hanya mushaf seperti ada buku dan alat tulis yang lain.

Sedangkan bila diniati membawa Mushaf dan yang lainnya atau dimutlakkan tidak ada niat maka hukumnya diperbolehkan menurut Imam Romli dan haram menurut Ibnu Hajar.

I’tikaf di masjid

Larangan-larangan saat masa haid dan nifas selanjutnya adalah berdiam diri di masjid. Sesuai dengan sabda nabi saw.

اني لا احل المسجد لحائض ولا جنب

Artinya aku tidak menghalalkan masjid bagi orang yang haid dan junub.

Membaca Al-Qur’an

Larangan saat masa haid
geotimes.co.id

لا يقرا الجنوب ولا الحائض شيئا من القران

Artinya: “Orang yang junub dan haid dilarang membaca sesuatu dari Al-quran”.

Keharaman membaca Alquran ini berlaku apabila sudah memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

1. Membaca al-quran dengan tujuan Membaca saja atau dengan Tujuan membaca Alquran disertai dengan tujuan dzikir misalnya. Maka jika tidak ada tujuan membaca seperti hanya untuk bertujuan berdzikir. Mauidhoh hasanah, cerita, menjaga diri, membentengi diri dan tujuan-tujuan tersebut tidak disertai dengan tujuan membaca maka hukumnya tidak haram.

Baca juga :

2. Keharaman membaca Al-quran juga berlaku jika ketika seseorang membaca dengan suara yang hanya dirinya sendiri yang mendengar. Oleh karena itu tidak diharamkan membaca didalam hati dengan tanpa menggerakkan lidah seperti melihat mushaf dengan tanpa menggerakkan lidah.

Para ulama sepakat bahwa diperbolehkan membaca tasbih tahlil dan dzikir dzikir yang selain Alquran bagi wanita yang haid dan nifas.

Puasa

عن عائشة رضي الله عنها قالت كنا نؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر لقضاء الصلاة

Artinya: “Dari Aisyah radhiallahu anha, Beliau berkata: “kita diperintahkan untuk mengqadha puasa dan dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat”.

Baca juga: Penjelasan Puasa Wajib dan Sunnah Beserta Dalilnya

Menalak istri

يا ايها النبي اذا طلقتم النساء فطلقوهن لعدتهن

Ketika Ibnu Umar mentalak istrinya yang dalam masa haid Nabi Muhammad memerintahkannya untuk segera rujuk dan memberi istrinya lagi sehingga suci.

Adapun alasan mengapa menentang istri dilarang ketika haid adalah karena talak yang dilakukan pada waktu haid akan memperpanjang masa menunggu (iddah) dan ini tentunya menyengsarakan istri.

Jika dalam keadaan suci masa tunggu istri yang 3 kali masa suci jika ditalak pada masa haid berarti menambah satu kali lagi masa suci karena terhalang haid tersebut.

Keharaman menanak wanita yang haid ini Apabila si wanita tidak memberikan harta kepada suami sebagai imbalan karena telah menolak Tapi kalau ia memberi suami uang agar ia tidak ditolak maka tolong yang dilakukan tidak haram.

Istimtak (bersenang-senang diantara lutut dan pusar)

Para ulama sepakat diharamkannya menyetubuhi wanita yang haid berdasarkan ayat 222 surat al-baqarah dan beberapa hadis dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Menurut Imam Syafi’i “barangsiapa yang menyetubuhi istrinya pada saat haid maka ia telah melakukan dosa besar. Pendapat ini diambil dari kitab Al majmu Juz 1 halaman 291.

Dalam hadis nabi di bawah ini juga menjelaskan bahwa melakukan persentuhan pada anggota badan antara pusar dan lutut diharamkan.

عن حرم بن حكيم عن عمه قال سالت رسول الله صلى الله عليه وسلم ما هي حلوة لي من امراه وهي حائض فقال ما فوق الازار

Artinya: “Dari haram bin Hakim dari pamannya. ia berkata “aku bertanya kepada rasul tentang apa yang halal bagiku dari istriku ketika haid nabi menjawab”. Anggota diatas izar (sarung).

عن عائشة قالت كان احدنا اذا كان حيضا فاراد رسول الله صلى الله عليه وسلم ايوب شرها امرها ان تتزر في فوري حيضتها ثم يباشرها قالت وايكم يملك اربه كما كان النبي صلى الله عليه وسلم يملك اربه ( رواه البخاري و مسلم)

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu anha Beliau berkata: “ketika salah satu dari kita haid dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menginginkan untuk bersentuhan dengannya maka beliau memerintahkan agar Ia menggunakan izar (sarung).

Ketika masa haid baru setelah itu nabi menyentuhnya Aisyah berkata siapa dari kamu yang mampu menguasai hajatnya sebagaimana nabi mampu menguasai hajat nya.

Para ulama berselisih pendapat apakah yang haram itu bersentuhan atau bersenang-senang. Sebagian mereka berpendapat yang haram adalah bersentuhan pada anggota badan antara pusar dan lutut.

Karena itulah diharamkan memegang anggota badan antara pusar dan lutut dengan tanpa adanya penghalang baik dengan syahwat maupun tidak dan diperbolehkan melihat walaupun dengan sahwat.

Dan sebagian yang lain berpendapat yang haram adalah bersenang-senang pada anggota badan antara pusar dan lutut. Karena itulah haram melihat dan memegang anggota badan antara pusar dan lutut tersebut. Dengan tanpa adanya penghalang tapi dengan syarat bila terjadi syahwat.

Bersuci dengan niat ibadah

Larangan saat haid dan nifas

Ketika seseorang yang wanita yang sedang mengalami haid dan nifas haram baginya bersuci. Seperti mandi dan wudhu dengan niat melakukan ibadah padahal Ia tahu bahwa sesucinya tidak sah sehingga ia berdosa karena ia bermain-main dengan ibadah.

Ketidaksahan bersucinya wanita yang haid itu adalah bersuci dengan tujuan menghilangkan hadas. Baik wudhu maupun mandi.

Baca juga :

Adapun bersuci yang digunakan dengan tujuan untuk membersihkan badan seperti mandi untuk melakukan ihram Wukuf dan melempar jumroh maka hukumnya tetap sunnah dengan tanpa adanya khilaf pendapat.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Aisyah yang berbunyi.

اصنعي ما يصنع الحج غير ان تطوفي (رواه البخاري)

Adtinya: “Lakukanlah hal-hal yang dibolehkan orang haji tapi jangan thawaf”.

Demikian pembahasan Pada kesempatan kali ini mengenai larangan-larangan Ketika sedang haid dan nifas. Semoga setelah kita memahami mengenai Ketentuan dan larangan-larangan saat masa haid dan nifas bisa menjadikan kita lebih berhati-hati dalam beribadah.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: