Materi Kultum Singkat Tentang Ikhlas Dalam Dimensi Kehidupan

Kang Santri kali ini akan berbagi materi mengenai kultum singkat tentang ikhlas. Materi ini bisa kamu gunakan untuk referensi berbagai acara dan keadaan tanpa terikat ruang dan waktu.

Materi kultum singkat tentang ikhlas ini bisa kamu gunakan untuk kultum Ramadhan, kultum di Masjid, ceramah agama Islam singkat atau yang lainnya. Sebab ikhlas adalah suatu amaliyah hati yag bisa masuk dalam segala aspek kehidupan sehingga tidaka da sesuatu yang mengikatnya, dalam artian bisa disampaikan kepada siapapun dan kapanpun.

Materi Untuk Kultum Singkat Tentang Ikhlas

Materi kultum singkat tentang ikhlas

Kultum singkat tentang ikhlas via ubeeed – WordPress.com

Ikhlas adalah amaliyah hati yang tingkatannya sangat tinggi. Ikhlas ini berkaitan dengan amaliyah dzohir manusia. Berbeda dengan sabar, yang mana sabar adalah sifat menerima atas suatu ketetapan, ketentuan dan sesuatu yag mengenai dirinya.

Ikhlas justru sebaliknya, yaitu baru akan terlihat setelah terjadinya suatu amal. Orang yang ikhlas dalam beramal adalah mereka yang merasa seakan-akan tidak melakukan amal itu. Jika di analogikan, ikhlas itu bekerja tanpa minta upah.

Bahkan dalam tingkatan yang lebih tinggi lagi, beramal karena mengharap surga itu masih belum termasuk ikhlas, sebab dalam amalnya masih mengharap sesuatu, yaitu surga.

Namun bukan berarti beramal karena mengharap surga dan takut neraka itu tidak baik. Menurut Imam Al Ghozali, beramal karena mengharap surga itu hukumnya sah dan bagus serta berfaidah diterimanya suatu amal.

Baca Juga: Kultum Pendek Terbaik Sepanjang Masa

Manusia Hanya Diperintah Menyembah Allah Dengan Ikhlas

Disebutkan dalam Al Qur’an surat Al Bayyinah ayat 5:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan Ikhlas menaatinya semata-mata karena (menjalankan) agama”.

Dari keterangan ayat diatas menunjukkan bahwa betapa tingginya derajat sifat ikhlas. Dengan ikhlas, semua orang dengan profesinya masing-masing telah menjadi seorang sufi (orang yang bersih hatinya).

Jika ia adalah seorang pedagang maka akan menjadi pedagang yang baik dan jujur. Jika ia adalah seorang petani maka akan menjadi petani yang baik. Jika ia adalah seorang pejabat maka akan menjadi pejabat yang baik, dst.

Semua Manusia Akan Rusak Kecuali yang Memiliki Sifat Ikhlas

Imam Ghozali Rohimahullah berkata:

“الناس كلهم هلك إلا العالمون والعالمون كلهم هلك إلا العاملون والعاملون كلهم هلك إلا المخلصون والمخلصون على خطر عظيم”

Semua manusia akan rusak, kecuali manusia yang berilmu. Semua manusia berilmu akan rusak, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Semua manusia berilmu yang mengamalkan ilmunya akan rusak, kecuali yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas pun masih dalam keadaan kekhawatiran yang besar.

Dari ungkapan diatas menunjukkan bahwa semua ilmu dan amal akan sia-sia jika didalamnya tidak ada sifat ikhlas. Ilmu dan amal itu tidak dapat dibanggakan. Bagaimana mau dibanggakan, sedangka yang ikhlas saja masih dalam keadaan khawatir yang besar.

Baca Juga: Kultum Singkat Tentang Sabar

Definisi Ikhlas Menurut Imam Al Ghozali

Menurut Imam Al Ghozali, sifat ikhlas mempunyai prinsip, hakikat dan kesempurnaa. Prinsip ikhlas yaitu niat, karena didalam niat itu sendiri ada sebuah keikhlasan.

Sedangkan hakikat ikhlas yaitu kemurnian suatu niat dari kotoran-kotoran yang mencampurinya. Dan kesempurnaan ikhlas adalah sebuah kejujuran.

Itulah definisi atau pembagian ikhlas secara singkat oleh Imam Al Ghozali untuk materi kultum singkat tentang ikhlas. Dalam keterangan yang lebih panjang beliau masih menjelaskan lagi dari masing-masing pembagian tersebut.

Baca Juga: Materi Kultum Singkat dan Tips Pintar Berbicara di Depan Umum

Add Comment