Kang Santri

Catatan Kang Santri

Pengertian Kufur Nikmat, Contoh Dan Bahayanya

Home Catatan Informasi Pengertian Kufur Nikmat, Contoh Dan Bahayanya
contoh kufur nikmat

Kafir salah satu artinya adalah tertutup dari cahaya, ada pula kafir yang artinya petani, petani itu menimbun menutupi biji dengan tanah. Ada juga kata kafir yang di dalamnya berarti kufur nikmat. Disini yang akan saya tekankan adalah bahwa dalam pembahasan kali ini saya tidak menyebutkan kata kafir disini keluar dari Islam, karena seorang yang kufur nikmat tidak lantas dikatakan keluar dari Islam.

Dalam pembahasan sebelumnya saya telah mengulas sedikit mengenai syukur nikmat. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian kufur nikmat beserta contoh dan bahanya.

kufur nikmat
Kufur nikmat akan mendapat adzab dari Allah. Sumber: dalamislam.com

Pengertian Kufur Nikmat

Menurut Imam Al Ghazali kufur nikmat adalah menggunakan kenikmatan yang telah Allah berikan pada hal-hal yang tidak diridhai Alllah dan enggan mengucapkan Alhamdulillah. Seseorang sudah diberikan kenikmatan berupa jiwa dan raga yang sehat, waktu yang lapang, rejeki yang banyak, akan tetapi kenikmatan yang diberikan digunakan untuk bermaksiat kepada Allah seperti minum miras, judi dan lain sebagainya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.( QS. Ibrahim:7)

Khitob dari ayat ini adalah kaum Nabi Musa yang pada saat itu diberikan nikmat yang sangat banyak oleh Allah dan melalaikan nikmat-nikmat tersebut. Kemudian Nabi Musa memperingatkan kaumnya dengan firman Allah. Seandainya kalian bersyukur” atas nikmat-nikmat-Ku dengan beribadah kepada-Ku dan mengesakan-Ku dalam ibadah, mentaati-Ku dan utusan-Ku dengan mengikuti perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan  “niscaya pasti Aku akan menambahnya” kenikmatan dan kebahagiaan dan jika kalian ingkar tidak bersyukur atas nikmat-nikmat-Ku, bermaksiat kepada-Ku dan rasul-Ku, niscaya akan Ku cabut kenikmatan itu dari kalian dan Aku menyiksa kalian dengan hilangnya kenikmatan tersebut.

Kufur nikmat berawal dari ketidaksadaran akan nikmat yang ia dapat bahwa semua fasilitas dunia ini merupakan anugerah Allah kepada hambanya. Disini Allah berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 34 bahwa nikmat-nikmat dariNya tidak dapat terhitung.

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

contoh kufur nikmat
Janganlah kufur terhadap nikmat Allah. Sumber: eskavar.blogspot.com

Contoh Kufur Nikmat

Kufur nikmat adalah salah satu dari akhlak tercela. Kufur nikmat merupakan sikap yang tidak tau terima kasih kepada sang pemberi nikmat yaitu Allah SWT. Ada banyak sekali contoh-contoh yang berkaitan dengan syukur nikmat yang dapat kita lihat dikehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa contoh kufur nikmat:

  1. Qorun dan Tsa’labah

Qorun dan Tsa’labah adalah sekian orang yang menjadi contoh orang-orang yang kufur nikmat. Mereka merupakan sama-sama sahabat rasul, Qarun merupakan sahabat Nabi Musa yang meminta Nabi Musa AS. untuk mendoakannya dan dikabulkan oleh Allah menjadi seorang yang kaya raya. Sedangkan Tsa’labah adalah salah seorang dari sahabat Nabi Muhammad SAW. Yang pada saat itu meminta kepada rasulullah untuk diberi rizqi yang banyak oleh Allah dan dikabulkan. Akan tetapi keduanya sama-sama melupakan nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya.

Dalam QS. Al Qashas ayat 76 disebutkan bahwa Qorun pernah pamer kekayaan sehingga dia menjadi orang yang sombong dan kufur.

إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

 

  1. Mempunyai Jasmani Dan Rohani Yang Sehat Digunakan Untuk Maksiat

Salah satu nikmat yang luar biasa yang diberikan oleh Allah adalah sehat jasmani dan rohani setelah nikmat Iman dan Islam. Mempunyai jiwa dan raga yang sehat patutnya digunakan untuk hal hal yang diridhoi Allah seperti mencari rizki yang halal, menggunakan waktu selalu untuk berdzikir. Jika karunia Allah bberupa kesehatan tersebut diabaikan dan dibuat maksiat maka termasuk terdalam kufur nikmat.

contoh kufur nikmat

Bahaya Kufur Nikmat

  1. Hati Menjadi Mati

Syukur merupakan sikap yang wajib dilakukan oleh seorang muslim, pasalnya semua yang ada di dunia ini merupakan fadhilah atau karunia dariNya. Yang perlu diingat adalah bahwa rizki bukan hanya berupa material seperti rumah, mobil, kendaraan, makanan ataupun uang.

Padahal, rezeki telah diterima setiap saat, berupa nikmat materil maupun nonmateril. Mulai dari napas, waktu luang, akal sehat, hingga berbagai kecukupan kebutuhan lainnya seperti makan, tempat tinggal, dan pakaian. Hanya mereka yang sanggup merenungkannya yang akan jauh dari kufur nikmat alias tidak bersyukur.

Dalam websitenya Nu.or.id Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nashaihul ‘Ibad mengartikan syukur dengan ijrâ’ul a‘dlâ’ fî mardlâtillâh ta‘âlâ wa ijrâ’ul amwâl fîhâ (menggunakan anggota badan dan harta benda untuk sesuatu yang mendatangkan ridha Allah). Artinya, selain ucapan “alhamdulillah”, kita dianggap  bersyukur bila tingkah laku kita, termasuk dalam penggunaan kekayaan kita, bukan untuk jalan maksiat kepada Allah ﷻ.

 

  1. Istidraj dari Allah

Manusia dianjurkan untuk selalu bersyukur kepada Allah dalam bentuk ucapan, keyakinan, dan tindakan. Dalam menerima nikmat dengan segala bentuknya, manusia juga ditekankan untuk tidak melupakan jasa dan budi baik orang lain. Agama menganjurkan manusia untuk berterima kasih terhadap sesama karena tanpa disadari manusia berutang budi satu sama lain sebagai disinggung Syekh Ibnu Ajibah berikut ini.

فالواجب على الإنسان إذا أحس بنعمة ظاهرة أو باطنة حسية أو معنوية أن يعرف حقها ويبادر إلى شكرها نطقاً واعتقاداً وعملاً فالنطق الحمد والشكر باللسان والاعتقاد شهود المنعم في النعمة واسنادها إليه والغيبة عن الواسطة بالقلب مع شكرها باللسان من لم يشكر الناس لم يشكر الله أشكركم للناس أشكركم لله فإذا قال له جزاك الله خيراً فقد أدى شكرها والشكر بالعمل صرفها في طاعة الله كما تقدم فإن لم يقم بهذا الواجب خيف عليه السلب والاستدراج وهو أقبح والحاصل أن الشكر هو الأدب مع المنعم ومن جاءت على يديه فإن أساء الأدب أدب وقد يؤدب في الباطن وهو لا يشعر

Artinya, “Setiap orang, ketika merasakan nikmat lahir-batin dan material-spiritual, wajib mengetahui kewajibannya dan segera mensyukurinya melalui ucapan, keyakinan, dan perbuatan. Lidah mengucap ‘Alhamdulillah’. Mulut bersyukur. Keyakinan itu melihat kehadiran Allah dalam nikmat tersebut dan menyandarkan nikmat kepada-Nya, dan tak perlu lagi melihat sebab kucuran nikmat di mana semuanya diyakini dengan hati dan disyukuri dengan ucapan. Tetapi siapa yang tidak berterima kasih kepada orang lain atas jasanya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah. Orang yang paling berterima kasih kepada orang lain adalah orang paling bersyukur kepada-Nya. Apabila seseorang berterima kasih kepada orang lain dengan ucapan, ‘Jazakallahu khairan (Semoga Allah membalas kebaikmu),’ maka ia telah menjalankan kewajibannya untuk syukur. Bentuk syukur dengan perbuatan adalah penggunaan segala nikmat tersebut untuk taat kepada Allah sebagaimana keterangan yang sudah lewat.

  1. Adzab Allah

Bahaya kufur nikmat selanjutnya adalah adanya adzab dari Allah. Hal ini seperti yang seperti firman Allah.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.( QS. Ibrahim:7).

ancaman neraka bagi yang kufur nikmat
Ancaman neraka bagi yang kufur terhadap nikmat Allah. Sumber: yayasansadarsyariah.blogspot.com
  1. Ancaman neraka

Makkah merupakan tanah yang tandus dan mustahil untuk tumbuh buah-buahan dan sayur-mayur seperti Negara Indonesia yang gemah ripah loh jinawi ini. Tetapi itu hanyalah teori manusia yang dipatahkan oleh firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 126. Dengan keberkahan Makkah maka Allah jadikan keberkahan dalam keamanan dan ketentraman.

وَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَ ارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَ مَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيْلاً ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَ بِئْسَ الْمَصِيْرُ.

 

”Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rizki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku akan beri kesenangan sementara, tetapi kemudian Aku seret  ia secara paksa untuk menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

 

 

«     »

2 Comments on “Pengertian Kufur Nikmat, Contoh Dan Bahayanya

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Kang Santri.