Kang Santri

Catatan Kang Santri

Khotbah Jumat Tentang Islam Agama Yang Aktual

Home Catatan Khotbah Jumat Tentang Islam Agama Yang Aktual
duduk diantara dua khutbah

Khotbah Jumat Tentang Islam Agama Yang Aktual – Agama Islam merupakan agama yang universal sehingga mampu mencover semua perkara dunia meliputi ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana cara orang muslim mengimplimentasikannya. Materi ini bisa sebagai pembaruan materi dalam khotbah bagi anda yang sedang mencari materi dalam khotbah. Dalam tulisan ini saya tulis inti materi dalam khotbah. Untuk mengetahui syarat dan rukun khotbah anda bisa membuka 5 rukun khotbah dan 9 syaratnya.

Agama Islam adalah agama yang aktual sepanjang masa. Ajarannva selalu sesuai dengan situasi dan kondisi, tidak terbatas ruang dan waktu. Maka, orang-orang yang menjalankan ajaran agama secara benar dan konsekuen pun adalah orangorangyang aktual yang dapat mengikuti perkembangan masa.Namun sebagian kita kadang menganggap orang-orang yang kuat menjalankan agama sebagai orang-orang kolot dan terbelakang.

Sebagian generasi muda kita tidak senang bergaul dengan sesamanya yang taat beragama. Mereka lebih akrab dengan teman-teman mereka yang bergaya “masa kini” yang mereka anggap lebih gaul dan funky, dan lebih enjoy diajak ngomong, nongkrong, dan jalan-jalan. Orang yang taat beragamadipandang sebagai orang yang terlalu banyak batasan,aturan, dan larangan, sehingga mereka sulit diajak mengikuti“gaya masa kini” yang dianggap trend.

Anggapan demikian tentu keliru, karena mereka sesungguhnya tidak mengerti bagaimana sebenarnya orang-orang yang dikatakan modern. Apakah orang yang taat beragama tidak dapat dikataka modern? Apakah modern itu berarti ke-Barat-Barat-an? Ataukah ada substansi lain yang dikatakan modern itu? Mungkin kita perlu memahami bagaimana dan apa ciri-ciri seseorang dapat katakan maju atau modern.

Jamaah Jum’at rahimakumullah. Menurut Alex Inkeles, seorang pemikir modern, ada beberapa karakteristik manusia modern, di antaranya adalah:

  1. Mempunyai Tanggung Jawab Pribadi

Rukun khutbah jumat
Sumber : mawdoo3.com

Satu di antara ciri orang modern adalah punya tanggung jawab pribadi. Dalam istilah agama dikenal dengan amanat.Seseorang yang memiliki sifat amanah akan mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap apa yang dilimpahkan kepadanya. Maka, orang yang beragama adalah orang yang mempunyai tanggung jawab.

Sifat ini sangat dibutuhkan khususnya di zaman sekarang ini. Kejujuran dan transparansi merupakan bagian dari sifat ini. Hilangnya sifat amanat telahbanyak merusak dan memperburuk kondisi negeri kita. Maka,dalam segala lini kehidupan sifat amanat ini harus dijunjung tinggi.

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا [النساء/58]

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila  menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q,s. [4]: 58)

Kesadaran bersifat amanat lebih disebabkan karena seseorangpaham bahwa apa pun yang ia kerjakan, ia akan menanggungakibat baik dan buruknya. Kesadaran demikian akan sangat membantu seseorang untuk lebih bertanggung jawab dalam segala perbuatannya. Allah berfirman:

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى [فاطر/18]

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa oranglain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil(orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. (Q,s. [35]: 18)

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ [البقرة/286]

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengann kesanggupannya. la mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan)yang dikerjakannya. (Q,s. [2] : 286)
Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

  1. Ciri Kedua Adalah Mampu Memanfaatkan Waktu Secara Produktif

Kemampuan menggunakan waktu secara produktif adalah ciri kedua orang modern. Dia mampu me-menage waktu secarabaik tanpa ada yang terbuang sia-sia. Apakah agama mengajarkan kita untuk menghargai waktu? Ya, bahkan agama mengingatkan orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu secarabaik dengan kerugian di dunia dan akhirat. Allah berfirman

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih. (Q,s. [103]: 1-3)

Dalam ajaran agama, pemanfaatan waktu tidak hanya berorientasi pada pencarian materi duniawi, namun juga harus bernilai ukhrawi. Bahkan, nilai ukhrawilah yang membuat segala aktivitas kita menjadi bermakna. Inilah kiranya yang dimaksud dengan amal shalih dalam ayat di atas.

Namun sangat disayangkan kebanyakan kita masih lemah dalam memanfaatkan waktu.Masih banyak waktu luang yang kita buang begitu saja. Kita masih banyak berleha-leha menghabiskan waktu sambil ngobrol tentang hal-hal yang kurang bermanfaat. Setelah kita mengerjakan rutinitas keseharian, kita tidak berusaha mencari kesibukan lain untuk mengisi kekosongan. Padahal agama mengajarkan:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ [الإنشرح/7]

Maka apahila kamu lelah selesai (dari sesuatu urusan),kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.(Q,s. [94]: 7).

Maka, istirahat bukanlah berhenti dari satupekerjaan, tetapi bergantinya kegiatan dari yang satu ke yanglain (ar-raahatu fi tabaadulil ‘amal).

Jamaah Jum’at rahimakumullah.

  1. Mempunyai Etos Kerja Yang Tinggi

Seseorang juga akan dikatakan modern jika mempunyai etos kerja yang tinggi. Karena ini bagian dari ajaran agama kita,maka orang Islam pun harus punya etos kerja tinggi. Jika semangat kerja yang berkualitas dapat kita realisasikan, berarti

kita adalah bagian dari orang-orang yang modern. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ  [التوبة/105]

Dan katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu

itu…” (Q,s. [9]: 105)

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ [هود/6]

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizqinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. (Q,s. [11]: 6)

Keyakinan bahwa hewan melata pun diberi penghidupan oleh Allah bisa menjadi stimulus bagi kita untuk dapat bekerja lebih giat. Nrimo dan berputus asa bukanlah sifat orang Islam,tetapi harus semangat dan optimis akan karunia Allah.

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ  [الزمر/53]

“…Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah”. (Az-Zumar [39]: 53).

Oleh karena itu, Islam sangat melarang umatnya dari sifat meminta-minta. Seseorang di pagi hari mengambil seutas tali, lalu ia pergi ke gunung mencari kayu bakar untuk dijual demi menafkahi keluarganya adalah lebih baik ketimbang ia meminta-minta kepada manusia yang tidak pasti diberi atau ditolak.

Sidang Juma’t rahimakumullah…

  1. Menghargai Ilmu Pengetahuan

Satu yang membuat umat Islam jaya di masa keemasannya adalah penghargaan mereka yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan.Bukti sejarah itu dapat kita lihat dari banyaknya ilmuwan Muslim dan karya-karya yang mereka hasilkan dalam berbagai

disiplin ilmu pada abad-abad pertama perkembangan Islam.  Dan yang menyebabkan kemunduran umat Islam di abad pertengahan adalah hilangnya ghirah mereka terhadap ilmu pengetahuan.Maka muncullah kegemaran bertaklid yang dibarengi dengan mandegnya semangat berijtihad yang akhirnya membuat umat Islam terpuruk. Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan

semangat ajaran agama yang mewajibkan kita untuk selalu belajar,berpikir dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Semangat belajar terbaca dari ayat yang pertama turun, iqra’. Ayat Al-Qur’an pun menyebutkan kelebihan orang yang berilmu (Q,s.[58]: 11).

Hadits Nabi menganjurkan agar kita “berkelana”mencari ilmu pengetahuan, sebab dunia dan akhirat hanya akan bisa diraih dengan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu Al-Qur’an mengajarkan kita untuk selalu berdoa agar Allah menambah terus pengetahuan kita.

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا [طه/114]

dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku

ilmu pengetahuan.” (Q,s. [20]: 114).

Hadirin jamaah jumat rahimakumullah. Semoga dengan kemajuan jaman ini kita senantiasa dilindungi oleh Allah agar supaya tidak mengikuti arus modernitas yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kita laksanakan pelajaran ini dan semoga agama Islam selalu berjaya.

 

«    

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.