Jika Bukan Sekarang, Semoga Ramadhan Tahun Depan Kita Sudah Halal

Jika bukan di tahun ini, semoga Ramadhan tahun depan kita sudah halal. Tidak perlu terburu-buru memang, sebab menikah itu benar-benar membutuhkan kesiapan yang benar-benar matang. Bukan hanya siap dari segi financial saja, persiapan yang berupa materi maupun non materi harus benar-benar sudah siap.

Persiapan lahir batin ini menjadi sesuatu yang sangat penting dalam membangun rumah tangga. Sebab, tujuan dari rumah tangga sendiri adalah membentuk sebuah kendaraan yang nyaman dan memiliki laju yang cepat untuk menggapai surga Allah.

Dan tentunya itu semua bisa terwujud jika semua komponen pembentuk kendaraan itu saling melengkapi satu sama lain. Alih-alih nyaman berkendara, salah dalam memilih komponen tidak hanya mengganggu perjalanan, tapi juga bisa menyebabkan macet dan rusak.

Begitulah rumah tangga, ia adalah sebuah kapal yang membutuhkan nahkoda handal untuk membawa penumpangnya selamat sampai tujuan.

Untukmu yang akan mendampingiku sebagai nahkoda, rasa rindu memang menyiksa batin, namun mempersiapkan diri menjadi lebih baik adalah sesuatu yang memang harus diutamakan.

Ada banyak hal yang perlu kita persiapkan mulai dari sekarang:

Peta Perjalanan Hidup

Agar perjalanan panjang ini lancar dan sampai tujuan dengan selamat, maka kita perlu mempersiapkan peta hidup terlebih dulu. Peta hidup ini adalah Ilmu Nafi’, yaitu sesuatu yang apabila kita mengetahuinya menjadikan kita beruntung dan selamat sampai akhirat, dan apabila tidak mengetahuinya akan rugi dan membuat celaka di akhirat.

Ilmu Nafi’ ini adalah pengetahuan tentang kewajiban kita sebagai seorang hamba, kewajiban sebagai seorang muslim, dan kewajiban atas segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita.

Ilmu Nafi’ ini adalah bekal terpenting dalam membentuk sebuah rumah tangga, sebab ia adalah ibarat sebuah peta, tanpa peta tidak mungkin kita bisa sampai di tujuan dengan selamat.

Modal Membangun Rumah Tangga

Kapal atau kendaraan yang akan kita bawa untuk menempuh perjalanan itu tidak gratis, kita perlu modal besar untuk mendapatkannya. Selain peta hidup diatas, biaya pernikahan adalah hal yang paling pokok selanjutnya.

Bukan sekedar menikah asal sah (Nikah Sirri), sebab kita hidup menghadapai banyak orang dengan karakter yang berbeda-beda. Nikah Sirri adalah sesuatu yang dianggap kurang baik oleh sebagian masyarakat.

Selain itu, nikah sirri juga dapat menekan status sosial mempelai wanita dan keluarganya. Sehingga kurang baik jika hal ini dipraktekkan.

Atau pernikahan dari biaya orang tua, bukankah menikah itu acara kita, bukan acara orang tua. Maka alangkah baiknya jika semua biaya pernikahan ini adalah tanggungan dari mempelai pria.

Meskipun tidak ada yang menyalahkan jika biaya menikah ini ditanggung oleh orang tua. Malahan ia termasuk orang yang beruntung karena tidak bersusah payah dalam mengumpulkan modal pernikahannya.

Kesejahteraan dan Penunjang Selama Menempuh Perjalanan

Meskipun ini bukan hal yang wajib, namun akan lebih baik jika kesejahteraan dalam rumah tangga sudah siap sejak sebelum menikah. Penghasilan yang mapan/cukup akan membuat kehidupan dalam berumah tangga menjadi lebih baik.

Namun akan lebih indah rasanya jika dalam mencapai kemapanan itu bukan dari hasil jerih payahku sendiri. Aku lebih senang jika dalam mencapai kemapanan itu ada campur tangan darimu. Ada doa darimu disetiap langkahku, ada penyemangat disaat aku lelah, dan penyabar disaat aku mulai gerah.

Dan jika bukan di tahun ini, semoga Ramadhan tahun depan kita sudah halal dengan persiapan yang lebih matang.

Add Comment