Kang Santri Perintah rasul. "Barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat maka berilmulah". Alhamdulillah.. kami pernah belajar di beberapa pesantren dan juga universitas 🤲

Hukum Meninggalkan Sunnah Dalam Shalat

2 min read

Sunnah dalam sholat

Hukum Meninggalkan sunnah dalam shalat – Sebagai bukti seorang muslim yang baik adalah menjalankan perintah-perintah Allah dengan baik. Salah satunya dengan mengerjakan salat dengan sempurna.
Kesempurnaan salat di antaranya adalah melakukan kesunnahan-kesunnahan yang ada di dalamnya. Lantas apa saja kesunnahan yang ada dalam shalat?

Apakah kesunnahan-kesunnahan yang ada di dalam shalat?

Di dalam ibadah shalat terdapat 17 rukun dan 8 syarat sah salat meliputi gerakan dan bacaan sholat. Sedangkan kesunnahan di dalam ibadah salat terbagi menjadi dua jenis. Kedua sunnah tersebut adalah sunnah ab’ad dan sunnah hai’at.

Sunnah ab’ad

Dilihat dari maknanya Sunnah ab’ad adalah sunnah yang menjadi bagian dari shalat.

Sunnah ab’ad tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tasyahud awal
  2. Duduk tasyahud awal
  3. Membaca shalawat nabi saat tasyahud awal
  4. Membaca shalawat kepada keluarga nabi saat tasyahud akhir
  5. Membaca doa qunut
  6. Membaca shalat nabi saat doa qunut
  7. Membaca shalawat kepada keluarga nabi saat doa qunut

Sunnah haiat

Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ihram.
  2. Mengangkat kedua tangan ketika akan ruku’.
  3. Mengangkat kedua tangan ketika berdiri dari ruku’ untuk i’tidal.
  4. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
  5. Membaca doa iftitah
  6. Membaca ta’awwudz ketika membaca surah Al-fatihah.
  7. Mengeraskan bacaan Alfatihah dan surah di rakaat pertama dan kedua saat salat Maghrib, Isya’, Shubuh, Jumat.
  8. Melirihkan bacaan pada shalat dhuhur dan ashar.
  9. Membaca Aamiin setelah Al-fatihah.
  10. Membaca takbir intiqal ketika hendak naik dan turun.
  11. Membaca tasbih ketika ruku’.
  12. Berbeda dengan gerakan shalat yang lain. Ketika seseorang hendak berdiri i’tidal tidak mengucapkan takbir intiqal melainkan Membaca Sami’a Allahu Liman Hamidah Rabbana Lakal Hamdu.
  13. Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha ketika duduk (tasyahhud) dan membeberkan tangan kiri dan menggenggam tangan kanan kecuali jari telunjuk.
  14. Duduk iftirasy untuk semua duduk. (Yakni duduk istirahat, duduk di antara dua sujud dan duduk ketika tasyahhud awal. Duduk iftirasy adalah duduk yang menjadikan kaki kiri sebagai alas tempat duduk dan kaki kanan berdiri menancap di atas bumi dengan meletakkan jari-jari kaki kanannya menghadap ke arah kiblat.)
  15. Duduk tawarruk atau ada yang menyebutnya duduk tasyahud akhir. Duduk tawarruk adalah duduk yang mengeluarkan kaki kirinya ke arah kanan dan menempelkan pantat dengan lantai.
  16. Salam yang kedua.

Hukum Meninggalkan Sunnah Dalam Shalat

Duduk diantara dua sujud dalam sholat

Banyak orang salah kaprah saat melihat dan menilai cara orang lain shalat. Ada yang mengatakan tidak sah shalat seseorang yang meletakkan tangannya di dada -karena dia yang menilai tersebut saat shalat tangan diletakkan antara pusar dan dada- padahal itu bukan rukun shalat tetapi sunnah haiat.


Maka dari itu penting kita ketahui bagaimana hukumnya seseorang yang meninggalkan sunnah dalam sholat. Lantas bagaimana hukum dan konsekuensi orang yang meninggalkan sunnah saat shalat?

Baca juga: Keutamaan Shalat Tahajud

Meninggalkan sunnah ab’adh

Seperti yang sudah kita singgung di atas. Sunnah ad’adh diantarany adalah membaca doa qunut dan juga tahiyat awal.

Konsekuensi orang yang sholat tetapi tidak melakukan sunnah ini melakukan sujud sahwi. Sebagai mana tuntunan nabi yang diajarkan kepada umatnya.

تعويضاً عن التشهد الأول الذي تركه بترك الجلوس له، فلو كان ركناً لاضطر إلى الإتيان به، ولم ينجبر تركه بسجود السهو

Artinya, “(Dua sujud yang dilakukan Rasul SAW) menjadi ganti dari tasyahud awal yang ditinggalkan Rasul karena tidak duduk tasyahud juga. Jika tasyahud termasuk rukun, maka tentu nabi akan melakukannya, serta tidak menggantikannya dengan sujud sahwi,” (Lihat Musthafa Al-Bugha dan Musthafa Al-Khin, Al-Fiqhul Manhaji ala Madzhabil Imamis Syafi’i, [Damaskus: Darul Qalam, 1992], halaman 145).

Baca juga: Niat dan Doa Shalat Dhuha

Meninggalkan sunnah haiat

Sedangkan meninggalkan sunnah haiat sholat dihukumi shalat tersebut tidak sempurna. Tetapi tetap dihukumi sah sholatnya dan tidak harus diganti dengan sujud syahwi.

Seperti contohnya saat duduk tasyahud. Disunnahkan telapak kaki kanan madal (jawa) berdiri dan jari ditekuk. Maka sholat tersebut tetap sah namun kurang sempurna.Cukup sekian pembahasan pada kesempatan ini mengenai bagaimana hukum meninggalkan sunnah dalam shalat. Semoga bisa bertemu lagi dalam artikel yang lain.

Kang Santri Perintah rasul. "Barang siapa yang ingin sukses di dunia dan akhirat maka berilmulah". Alhamdulillah.. kami pernah belajar di beberapa pesantren dan juga universitas 🤲

Shalat Sunnah

Kang Santri
5 min read

Bacaan Sholat Lengkap

Kang Santri
7 min read

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: