Kang Santri

Catatan Kang Santri

Pengertian Hasad, 7 Bahaya Dan Cara Mengatasinya

Home Catatan Pengertian Hasad, 7 Bahaya Dan Cara Mengatasinya
bahaya hasad

Banyak diantara kita yang sering mengatakan hasad atau hasud saat ada orang yang iri dan dengki terhadap pencapaian atau nikmat seseorang. Akan tetapi banyak juga yang tidak mengetahui secara pasti apa itu yang dimaksudkan hasad. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba memberikan pemahaman mengenai hasad.

Hasad merupakan salah satu dari akhlak madzmumah atau ahlak tercela, sama seperti su’udzan, kufur nikmat, ghibah, namimah dan lain sebagainya

pengertian hasad
Sumber: hiveminer.com

Pengertian Hasad

Hasad adalah keadaan hati seseorang yang benci terhadap kebahagian orang lain karena mendapat suatu kenikmatan, sedangkan dia sendiri akan merasa bahagia apabila mendapat nikmat tersebut. Seperti contoh ketika anda membenci tetangga yang mendapat rizki bisa membeli motor atau mobil sedangkan anda belum bisa mendapatkannya dan tidak senang dengan keadaan tersebut.

As-Syarqawi mejelaskan bahwa emosi ini secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua macam:

1. Iri yang melahirkan kompetisi sehat (al-munafasah)

Iri yang melahirkan kompetisi sehat bisa juga disebut dengan Ghibthah. Ghibthah ialah suatu kesadaran yang tumbuh dari akal fikiran manusia yang berjiwa besar dan luhur. la sadar dan insaf akan kekurangan atau kemunduran yang ada di dalam dirinya, kemudian setelah menyadari hal itu, lalu ia bekerja keras agar dapat sampai kepada apa-apa yang telah dicapai kawannya, tanpa disertai kedengkian dan iri hati. Sekalipun ia menginginkan mendapatkan apa yang telah didapatkan oleh orang lain, namun hatinya tetapi bersih, sedikitpun tidak mengharapkan agar kenikmatan orang lain lenyap atau hilang daripadanya. Manusia yang bersifat ghibthah senantiasa menginginkan petunjuk dan nasihat, bagaimana dan jalan apa yang wajib ditempuhnya untuk menuju cita-citanya itu.

2. Iri dan dengki (hasad) yang melahirkan kompetisi tidak sehat (al-hiqd wal hasad).

Iri jenis pertama merpuakan kompetisi sehat untk meniru hal-hal positif yang dimiliki orang lain tanpa didasari oleh interes jahat dalam rangka fastabiqul khairat. Iri dalam jenis ini merupakan sesuatu yang diharuskan bagi stiap muslim berdasarkan firman Allah: Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukannya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan”. (Q.S. al-Maidah: 48).

Sementara iri dalam jenis kedua lebih didasari oleh rasa benci terhdap apa-apa yang dimiliki oleh orang lain, baik yang berkaitan dengan materi maupun yang berhubungan dengan jabatan/kedudukan. Iri dalam kategori ini, menurut As-Syarqawi cenderung memunculkan sikap antipati dan bahkan melahirkan sikap permusuhan terhadap orang lain. Kemunculannya lebih disebabkan oleh rasa sombong, bangga, riya’, dan rasa takut kehilangan kedudukan.

macam-macam hasad
Sumber: netralnews.com

Macam-Macam Hasad

Selain membenci terhadap nikmat Allah yang menimpa orang lain, sifat hasad ini cenderung memiliki perasaan dendam karena bukan dirinya yang mendapat nikmat Allah (kufur nikmat). Menurut Imam Al Ghazali ada tiga jenis hasud yang membahayak bagi manusia.

  1. Menginginkan kenikmatan yang orang lain hilang dan dia mendapatkan nikmat tersebut. Alangkah buruknya hal demikian ini.
  2. Menginginkan kebahagiaan seseorang hilag sekalipun dia tidak mendapatkan apa yang membuat orang tersebut bahagia, karena dia tidak mungkin bisa mendapatkannya atau faktor lain yang menyebabkan dia terhalang mendapatkannya. Asalkan orang lain jatuh dan menderita dia akan bahagia.
  3. Ketidak ridho an terhadap nikmat allah yang diberikan orang lain, meskipun dia tidak menginginkan hilangnya nikmat tersebut dari orang yang dia hasud. Tetapi dia membenci apabila orang lain bisa menyamai atau melebihi apa yang di anugrahkan Allah kepada orang lain.

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۖ فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. (Qs. An-Nisa’ : 54)

bahaya hasad
Sumber: muslim.or.id

Bahaya Hasad Bagi Seseorang

Hasud merupakan penyakit hati yang sulit untuk disembuhkan dan bisa dikataka adalah penyakit bawaan. Dampak yang didapati sesorang yang mengidap penyakit hasuda atau yang tren disebut dengan istilah haters ini memiliki potensi mengidap berbagai masalah dengan ingatan dan jiwanya. Salah satunya adalah rentan terhadap pikun.

Sifat iri dan dengki yang dalam islam disebut dengan hasud merupakan sumber emosi negatif yang bisa berdampak pada penyakit jiwa maupun penyakit badan yang dimulai dari nynyi, sinis sampai berbuat jahat.

Dalam tulisan ini setidaknya ada 9 bahaya yang mengintai orang yang memiliki sifat hasud.

1.Jiwanya tidak tenang.

Para penghasud bermodalkan iri dengki dan sinis terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain menjadikan jiwanya tidak tenang karena berusaha untuk menghilangkan kenikmatan orang lain dan berharap kenikmatan orang lain berpindah kepada dirinya.

2. Penyakit raga.

Karena fikiran yang terus diperas untuk berupaya menghilangkan nikmat yang ada pada orang lain selalu menghinggapinya. Maka akan timbul rasa cemas, marah, sedih dan takut yang semuanya ini berdampak pada permasalahan penyakit raga seperti penyakit liver.

3. Senantiasa berambisi.

Hasud yang tidak berakhir akan menimbulkan emosi yang cenderung bertindak kepada tindakan fisik sehingga perasaan iri dengki berujung pada ambsi untuk memusnahkan kebahagiaan orang lain. Hasrat tersebut tidak akan hilang sampai orang yang dihasud benar-benar jatuh dan hancur dimata dia.

4. Kehilangan teman.

Dampak yang akan dirasakan secara langsung adalah kehilangan teman atau tetangga atau orang-orang yang mereka kenal. Hal ini disebabkan teman, saudara, tetangga akan merasa tidak aman atau bahkan terancam bila bergaul dengannya.

5. Menyakiti diri sendiri.

Ketika seseorang diisibukkan dengan mencari kesalahan dan kelemahan orang lain, ia akan kehilangan waktu dan kesempatan untuk meraih hal yang lebih positif. Berawal dari mensia-siakan waktu dan kesempatan ini menjadikan dirinya rugi, sehingga ambisi untuk menjatuhkan orang lain berujung pada kerugian diri sendiri.

6. Menghilangkan keimanan.

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّـهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِّلرِّ‌جَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّـهَ مِن فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّـهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. An-Nisa’ 32)

Iri dan dengki merupakan bentuk lain ketidak ridhoan seseorang terhadap qadha dan qadar Allah. Tidak ridho terhadap apa yang diberikan oleh Allah merupakan dosa yang sangat besar seperti yang disampaikan Rasuullah dalam sebuah hadits qudsi.

من لم يرضى بقضائي ويصبر على بلائي فيخرج من تحت سمائي ويتخذ رب سواى 

 

7. Merusak amal perbuatan

Hasad adalah dosa yang pertama kali dilakukan oleh mahluk Allāh tabāraka wa ta’āla, yaitu hasadnya Iblis kepada Nabi Adam karena Allāh tabāraka wa ta’āla telah menciptakannya langsung dengan kedua tangan-Nya dan dengan penciptaan yang sempurna.

Berawal dari keangkuhan dan iri dengki yang dilakukan seseorang maka akan menghanguskan amal-amal baik yang dilakukan seseorang. Hal ini karena ada hadits yang menunjukkan bahwa hasad dapat merusak amal baik.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

sebagaimana sabda beliau, “Jauhilah oleh kalian hasad karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu daud).

 

cara mengatasi hasad
Cara mengatasi hasad. Sumber: menurutislam.com

Cara Mengobati Hasad

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menghalau hasad atau iri dengki supaya tidak menjadi penyakit dalam hati kita. Berikut ini tips untuk menghindari diri dari hasud.

  1. Perbanyak bersyukur.

Timbulnya hasud merupakan bentuk dari kekufuran akan nikmat Allah yang diberikan dan merasa kurang terhadapnya. Memperbanyak bersyukur bisa melatih hati dan alam bawah sadar untuk bisa menerima nikmat Allah yang diberikan.

Dengan memperbanyak bersyukur orang bisa mencapai tujuan lebih efektif dari pada orang yang hanya berusaha untuk menjatuhkan orang lain.

  1. Bersandar Kepada Allah

Hasud merupakan ajakan setan yang terlaknat supaya manusia kufur terhadap nikmat Allah. Sedangkan senjata utama untuk melawan setan adalah berlindung diri dari godaan setan kepada Allah. Selalu beristighfar dan membaca ta’awudh.

  1. Banyak mengingat mati

Abu Darda radhiallahu ‘anhu mengatakan,

من أكثر ذكر الموت قل فرحه وقل حسده

“Seorang yang memperbanyak mengingat mati, niscaya akan sedikit senangnya dan sedikit pula sifat hasadnya” [Hilyatul Auliya 1/220].

Demikian pembahasan pada kesempatan kali ini tentang Pengertian Hasad, 7 Bahaya Dan Cara Mengatasinya, semoga kita selalu terlindung dari sifat hasad dan selalu dalam taufiq dan hidayahnya.

 

«     »

One comment on “Pengertian Hasad, 7 Bahaya Dan Cara Mengatasinya

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Kang Santri.