Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Istihadhah, Haid Dan Nifas – Darah Kewanitaan Yang Wajib Diketahui

4 min read

Larangan saat haid dan nifas

Haid dan nifas – Di antara Fitrah kaum hawa adalah mengandung, melahirkan dan menyusui. Ketiga proses tersebut berawal dari masa pubertas kaum hawa yang ditandai dengan adanya haid. Jika seorang wanita telah mengalami haid maka berarti ia mengajak masa pubertas dan siap menjadi wanita dewasa.

Menstruasi nifas dan istihadhah adalah tiga darah yang biasa dialami oleh kaum wanita. Berikut ini penjelasan detail mengenai ketiga hal tersebut.

Haid / Menstruasi

Haid dan nifas

Definisi haid menurut istilah syari’at adalah darah kebiasaan (darah yang menjadi pembawaan seorang wanita) yang keluar dari rahim yang paling dalam, keluar dalam kondisi yang sehat, bukan karena suatu sebab dan dalam waktu tertentu.

Dalam dunia medis seperti yang di ulas dalam www.halodoc.com haid biasa disebut dengan menstruasi atau datang bulan. Adalah pendarahan periodik yang terjadi dalam siklus yang normal pada usia puber sampai menginjak masa monopause. Umumnya masa menstruasi ini terjadi pada siklus 28 hari. Dengan rerata lama menstruasi 4 sampai 6 hari dengan jumlah darah yang keluar antara 20-60 mililiter.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa darah haid mempunyai lima unsur:

a. Darah haid adalah darah tabiat.

Artinya, adanya darah ini disebabkan oleh kebiasaan yang wajar. Dengan kata lain keluarnya darah haid bukanlah dikarenakan penyakit, tapi merupakan hal wajar dan biasa yang terjadi pada semua wanita, bahkan ini merupakan keadaan yang sehat.

b. Darah haid keluar dari rahim yang paling dalam.

Fungsi keluarnya darah haid adalah untuk membuang ovum (sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma) dan karena inilah, mengapa wanita yang telah mengeluarkan darah haid wajib melakukan mandi besar, karena sejatinya ia telah mengeluarkan mani atau ovum)

c. Darah haid keluar dalam keadaan sehat, hal ini berbeda dengan darah istihadlah.

Karena darah istihadlah keluar bukan dalam siklus darah haid, sehingga keluarnya darah ini dimungkinkan karena terjadi ketidak stabilan organ tubuh alias karena adanya penyakit.

d. Darah haid keluar bukan karena suatu sebab.

Hal ini berbeda dengan darah nifas, karena darah nifas keluar pada saat setelah melahirkan.

e. Darah haid mempunyai masa waktu tertentu.

Minimum, masa maksimum dan masa umum. Seperti keterangan yang akan datang, insyaallah.

Baca juga : Larangan-larangan Saat Masa Menstruasi dan Nifas

Dalil Tentang Haid

Pertama firman Allah swt. yang berbunyi

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ ﴿٢٢٢﴾

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”, oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka telah suci maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah swt, kepadamu. Sesungguhrrya Allah swt. menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”. ( Al-Baqarah: 222).

Dalam ayat ini Allah swt. memberitahukan kepada kita bahwa darah haid adalah najis. Hal ini dapat diambil dari ayat yang berbunyi:

قل هو أذى

Selanjutnya, Allah swt. menyuruh kepada para suami agar menjauhi istri-istri mereka ketika dalam masa haid. Yang dimaksud menjauhi di sini adalah tidak melakukan sentuhan dengan istri pada anggota badan istri antara pusar dan lutut.

Bukan menjauhi mereka dalam makanan, minuman dan termpat tinggal. Karena yang demikian ini adalah tradisi Yahudi. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi yang berbunyi:

عن أنس أن الیهود گاثوا إذا حاضث المرأة فيهم لم يؤاكلوها ولم يجامعوهن فِي البيوت فسأل أصخاب النبي صلى الله عليه وسلم النبئ صلى الله عليه وسلم فأنزل الله تعالى ( ويسألونك عن المحيض قل هو أذی فاغتزلوا النّساء في المحيض ) إلى آخر الآية فقال رسول الله صلی الله عليه وسلم اصنعوا كل شَيء إلأ النگاح. (رواه مسلم)

Dari Anas bin Malik berkata :Sesungguhnya orang-
Artinya orang Yahudi, ketika mengalami haid salah satu wanita diantara mereka, maka mereka tidak bersedia makan bersamanya dan tidak mau berkumpul dengannya dalam satu rumah.

Maka para sahabat bertarrya kepada nabi Muhammad saw., lalu Allah swt. menurunkan ayat ويسألونك عن المحيض ، selanjutnya nabi Muhammad bersabda: lakukanlah apa saja kecuali bersetubuh (HR. Muslim).

Hikmah Darah Haid

Hikmah adanya haid dan nifas

Ketahuilah bahwa sesungguhnya darah haid adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah swt. kepada wanita keturunan Adam sebagai cobaan dan ujian. Sebagaimana telah tercantum dalam hadis shahih yang berbunyi:

عن عائشة رضي الله عنها قالت قال النبي صلى الله عليه وسلم في الحيض صلى الله عليه وسلم هذا شيء كتبه الله على بنات ادم

Atinya: “Dari ‘Aisyah r.a berkata : Rosulullah bersabda mengenai masalah haid: Sesungguhnya ini adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah swt. kepada wanita keturunan Adam.

Selain itu, hikmah haid adalah darah haid keluar berfungsi untuk megeluarkan sel-sel telur yang tidak dibuahí oleh sperma. Karena menurut Syaikh Ibrahim Al- Bajuri, mani itu harus dikeluarkan, kalau tidak, akan dapat membayakan kesehatan.

Dari sini bisa dimengerti mengapa orang yang suci dari haid diwajibkan mandi, karena sejatinya ia telah mengeluarkan mani.

Dalam kacamata medis menstruasi yang terganggu bisa mengakibatkan adanya beberapa penyakit. Diantara penyakit yang disebabkan menstruasi tidak lancar adalah gangguan kesuburan, kanker rahim, sindrom ovarium polilistik dan kista ovarium.

Nifas

Nifas adalah darah yang keluar setelah kosongnya rahim dari kandungan. Nifas adalah darah yang keluar setelah kosongnya rahim dari kandungan. Dengan demikian, darah yang keluar diantara beberapa bayi kembar tidak bisa disebut nifas.

Walaupun kandungan yang dilahirkan masih dalam bentuk segumpal darah atau segumpal daging yang sudah terdapat guratan-guratan gambar manusia, yang oleh para ahli kandungan disebut awal proses pembentukan manusia (embrio).

Darah tersebut bisa disebut sebagai darah nifas kalau memang keluar setelah proses melahirkan. Jadi darah yang keluar sebelum melahirkan atau bersamaan dengan proses melahirkan (wiladah) bukanlah darah nifas.

Dalam kacamata medis nifas adalah cara tubuh untuk membuang lapisan darah dan rahim pasca persalinan. Kondisi ini terjadi karena saat ibu hamil mengandung darah akan mengalir di rahim dan plasenta. Setelah melahirkan darah tersebut akan menjadikan pendarahan karena bayi dan plasenta setelah keluar dari rahim.

Saat plasenta dikeluarkan tubuh akan berkontraksi dan bereaksi mengeluarkan darah tersebut selama 7 sampai 10 hari sampai pendarahan benar-benar pulih kembali.

Selain itu, disyaratkan lagi bahwa keluarnya darah sebelum melewati masa 15 hari dari melahirkan.

Apabila tidak memenuhi syarat ini, maka dinamakan darah haid kalau memang telah memenuhi syarat-syarat haid.

Contoh :

1. Seorang wanita melahirkan pada tanggal 1, ternyata ia tidak langsung mengeluarkan darah. Ia baru mengeluarkan darah pada tanggal 5 dan seterusnya, maka darah yang keluar pada tanggal 5 dan seterusnya tetap dinamakan darah nifas. Karena keluarnya belum melewati 15 hari.

2. Seorang wanita melahirkan pada tanggal 1, ternyata ia tidak langsung mengeluarkan darah . la baru mengeluarkan darah pada tanggal 18 dan seterusnya.

Maka, darah yang keluar mulai tanggal 18 dan seterusnya bukanlah darah nifas. Bisa disebut darah haid kalau sudah memenuhi syarat, yaitu darah ada 24 jam. Karena keluarnya sudah melebihi 15 hari.

Dalil Tentang Nifas

Dalil tentang nifas bisa kita dapati dalam beberapa Hadits diantaranya adalah sebagai berikut:

عن ام سلمة رضي الله عنها قالت كانت النفساء على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم تقعد اربعين يوما او اربعين ليلة

 

Istihadlah

Istihadlah adalah darah yang keluar dari rahim yang paling dekat, pada selain masa haid dan nifas.

Darah yang nomor tiga dan merupakan darah yang terakhir adalah darah istihadlah, disebut juga darah rusak. Yaitu darah yang keluar dari rahim yang paling dangkal.

Hal ini berbeda dengan haid, karena haid keluar dari rahim yang paling dalam. Selain itu, darah istihadlah keluar pada masa selain masa haid dan nifas. Artinya, darah istihadlah adalah darah selain darah haid dan nifas.

Dengan demikian, semua darah yang tidak dihukumi sebagai darah haid dan nifas adalah darah istihadlah yang mana darah ini nantinya juga akan menyandang hukum tersendiri sebagaimana keterangan yang akan datang.

Dalil Tentang Istihadlah

Dalil tentang istihadlah terdiri dari dua hadis dibawah ini :

Pertama,

عن فاطمة بنت أبي حبيش أنها كات ستخاض فقَالَ هَا البئ صلى ال له عليه وسلم إذا گان دم الخيضة فإنه أسود يغرف فإذا گان ذلك فأمكي عن الصلاة فإذا گان الآخر فتوي وصلي فإنما هو عرق”.  (رواه أبو داود وغيره

Artinya: “Dari Fatimah binti Abi Hubaisy : Sesungguhnya ia mengalami istihadlah, lalu nabi berkata kepadanya:”Jika itu darah haid, maka warnanya adalah hitam yang tampak, dan jika memang itu yang ada, maka tinggalkanlah shalat!. Tetapi, bila (yang ada) itu adalah darah yang lain, maka ambillah wudlu dan kerjakanlah shalat karena itu adalah cuma darah otot”.”

Kedua,

hadis yang berbunyi:

عن عانشة قالت جاءث فاطمة بنت أبي حبيش إلى البئ صلی ال له عليه وسلم فقالت يا رسول الله إني امرأة أستحاض فلا أطهر أفأدع الصلاةً فقال رسول الله صلى الله علَيه وسلم لا إنما ذلك عرق وليس بخيض فإذا أقبلت خيضتك فدعي الصلاة وإذا أذبزث فاغسلي عنك الدم و صلي. (رواه الشيخان

Artinya: “Dari ‘Aisyah r.a. beliau berkata : Fathimah binti Abi Hubaisy datang kepada nabi-pyaly4le al s dan berkata

“Wahai Rasul saya adalah wanita yang sedang istihadlah, karena itu aku tidak suci, maka haruskah aku meninggalkan shalat?”.

Lalu Rosul bersabda : Tidak, karena itu hanyalah darah otot, bukan darah haid. Maka, jika nanti datang darah haid, maka tinggalkanlah shalat, lalu jika kadar masa haid sudah lewat, maka basuhlah darah darimu dan kerjakanlah shalat”.”

Penutup

Hukum Cairan yang Ada Pada Vagina Termasuk sesuatu yang keluar dari vagina tapi tidak termasuk darah adalah cairan vagina. Yaitu cairan putih yang masih diragukan statusnya antara madzi dan keringat, seperti keputihan.

Demikian pembahasan pada kesempatan kali ini. Apabila ada pertanyaan maupun komentar bisa disampaikan di kolom komentar. Sekian dan terima kasih wassalamualaikum

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Sebarkan Kebaikan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: