Dunia Juga Lebih Penting Daripada Akhirat

1 min read

dunia jalan menuju akhirat

Dunia juga lebih penting daripada akhirat – Banyak orang yang dianggap sholeh mengatakan bahwa dunia itu Sumber segala kemaksiatan sumber segala fitnah dan musibah makanya dunia harus dijauhi sejauh-jauhnya. Atau dalam istilah arab disebutkan الدنيا رئس كل خطيئة mencintai dunia merupakan sumber dari kesalahan.

Akan tetapi pandangan ini dibantah oleh Kyai Haji Bahaudin nursalim atau yang biasa dipanggil Gus Baha. 

Beliau mengatakan bahwa dunia ini lebih penting daripada akhirat. hal ini dikatakan beliau karena alasan beliau berikut ini:

1. Dunia sebagai pengantar menuju akhirat

dunia jalan menuju akhirat

Orang yang setelah hidup di dunia yang telah melewati Ujian ujian yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala dengan berbagai macam cobaan dan musibah. Hal ini dimaksudkan oleh Allah menguji seberapa taat dia kepadanya nya.

Dengan adanya dunia seseorang bisa mengekspresikan ibadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Bisa dibayangkan kalau seseorang tidak pernah berada di dunia iman mereka dan ibadah mereka tidak akan pernah diuji oleh Allah. Tidak pernah merasakan bagaimana Allah menjadikan manusia di bumi ini.

Sehingga dengan manusia hidup didunia akan menunjukkan bahwa dia benar-benar beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan melaksanakan syariat dan perintahnya. Menikmati sujud yang Allah perintahkan manusia lewat Nabi Muhammad SAW.

2. Di dunia orang bisa menyaksikan keagungan Allah

tanda kebesaran Allah

Salah satu alasan mengapa Gus Baha mengatakan bahwa dunia juga lebih penting dari akhirat dikarenakan dengan seseorang hidup di dunia akan menjadikan takjub akan keagungan Allah. Menyaksikan Betapa kuasanya Allah.
Hal ini dikarenakan pada suatu saat ketika sahabat Ali ditanya dan Kemudian beliau menjawab ” jikalau aku hidup di surga aku telah mengetahui kekuasaan dan keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala lewat ayat-ayat kauniyah nya”.

Kemudian beliau Berikan alasan bahwa dunia bisa dijadikan tempat untuk menyaksikan keagungan Allah dengan mengambil contoh pembuatan makhluk yang dinamakan nyamuk.

Alat secanggih apapun tidak akan bisa menyamai ciptaan Allah berupa nyamuk. Dilihat dari bentuk fisiknya, teknologi kemungkinan masih bisa menyamai bentuk aslinya. Akan tetapi teknologi secanggih apapun tidak bisa menyamai ciptaan Allah tersebut.

Bisa dibayangkan Bagaimana bagaimana pembentukan organ pencernaan. Bagaimana menciptakan kuman yang ada di organ pencernaan. Bagaimana menciptakan anggota tubuh nyamuk itu sendiri.

Beda ceritanya jika seseorang langsung masuk surga Nya. Tidak bisa menyaksikan keagungan dan kekuasaan Allah. Hanya bisa melihat bidadari dan menikmati apa yang ada di surga.

3. Di dunia orang bisa menikmati sujud kepada Allah

sujud dalam sholat

Sujud saat shalat merupakan karunia Allah paling agung. Pada suatu ketika imam Ali Zainal Abidin melakukan salat dua rakaat ketika malam hari. Karena beliau menikmati salat tersebut beliau kemudian mengulanginya sampai dua tiga kali salat.
Karena sujud yang begitu nikmat dilaksanakan, beliau salat dalam satu malam sampai lebih dari 1000 rokaat.

Berawal dari kisah ini Gus Baha menyampaikan bahwa salah satu kenikmatan yang ada di dunia ini adalah sujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Gus Baha juga menuturkan bahwa ketika seseorang telah berada di surga akan merindukan sujudnya kepada Allah ketika masih di dunia.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.