Doa Sholat Dhuha dan Rahasia Maknanya yang Mengagumkan

Tahukah Anda? Doa Sholat Dhuha mengandung makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia untuk kepentingan dunia dan akhiratnya. Dalam doa tersebut, tidak hanya berisi tentang hajat duniawi saja, tetapi juga berisi tentang hajat untuk kebaikan akhiratnya.

Itulah mengapa sholat dhuha ini begitu istimewa, bahkan dibangunkan surga bagi yang mengerjakannya sebanyak 12 rakaat. Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Anas ra:

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat sunnah dhuha 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya istana di surga.”

Dan bagi yang konsisten menjalankannya akan disediakan pintu sendiri untuk memasuki surga, pintu itu disebut dengan pintu dhuha. Sebagaimana wasiat Nabi Muhammad   kepada Sayidina ‘Ali yang disebutkan dalam kitab Washiyatul Musthofa:

Wahai Ali: “Dirikanlah shalat dhuha, baik dalam keadaan berpergian maupun mukim (di rumah). Sesungguhnya ketika hari kiamat tiba, maka ada suara yang memanggil dari atas surga, “Dimanakah orang-orang yang telah mengerjakan sholat Dhuha?” Masuklah dari pintu Dhuha dengan rasa aman dan sentosa”. Dan Allah tidaklah mengutus seorang nabi, melainkan ia memerintahkannya untuk mengerjakan shalat sunnah Dhuha.

Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Doa sholat dhuha arab, latin dan terjemahnya

youtube.com

Doa Sholat Dhuha Latin

“Allaahumma Innadh Dhuhaa a dhuhaa ika wal bahaa a bahaa ika wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Allaahumma Inkaana rizqiy fis samaa i fa anzilhu wa inkaana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fa yassirhu wa inkaana harooman fa thohhirhu wa inkaana ba’iydan fa qorribhu. Bihaqqi dhuhaa ika wabahaa ika wajamaalika waquwwatika waqudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakas sholihiin.”

Rahasia Doa Sholat Dhuha

Rahasia doa sholat dhuha

tenminuteactivist.com

Doa Sholat Dhuha memiliki kandungan makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia untuk kepentingan dunia dan akhiratnya.

Makna yang terkandung di dalamnya meliputi kesejahteraan kehidupan manusia di dunia serta mengantarkannya menjadi hamba yang senantiasa taat kepada Tuhannya.

Setidaknya, doa sholat dhuha ini memiliki tiga kandungan:

1. Pujian Kepada Allah

Kandungan makna doa setelah sholat dhuha yang pertama adalah berisi puji-pujian. Yaitu Allah-lah Dzat yang memiliki waktu dhuha, yaitu waktu dimana manusia memulai beraktifitas, dan waktu dimana manusia bertebaran  mencari anugerah Allah.

Dan Allah-lah Dzat yang maha agung, seluruh keagungan adalah miliknya. Dzat yang maha Indah, seluruh keindahan adalah milikny. Dzat yang maha kuat, seluruh kekuatan dalah miliknya. Dzat yang maha kuasa, seluruh kuasa adalah miliknya. Dzat yang maha menjaga, seluruh penjagaan adalah miliknya.

2. Dimudahkan Dalam Urusan Rizki

Kandungan makna doa sholat dhuha yang kedua adalah permintaan kesejahteraan yang mencakup kemudahan dalam mencari rizki.

Inti dari kandungan doa ini adalah meminta dimudahkan dalam urusan rizki, yaitu dimanapun rizki itu berada agar dimudahkan dalam memperolehnya, apabila sulit dimudahkan, apabila sedikit agar berlimpah, apabila jauh agar didekatkan, dan apabila mengandung unsur haram agar dibersihkan dan disucikan.

3. Meminta Dikabulkannya Doa dan Pemberian Sebagaimana Para Shalihin

Kandungan doa sholat dhuha yang terakhir adalah meminta dikabulkannya doa dengan memuji sifat kesempurnaannya. Selain itu juga meminta pemberian sebagaimana yang Allah berikan kepada para Shalihin.

Itulah rahasia kandungan doa setelah sholat dhuha. Kewajiban kita hanya berdoa, jangan berburuk sangka tidak dikabulkannya doa yang kita panjatkan.

Allah sudah berjanji akan mengabulkan doa setiap hambanya selagi seorang hamba tidak terburu-buru mengatakan “doaku tidak terkabul”. Sebab, doa kita hanya akan terkabul menurut waktu yang ditentukan Allah, bukan atas ketentuan kita sendiri.

Sebagaimana maqolah Ibnu ‘Athoillah As-Sakandary:

“Janganlah membuat dirimu jadi patah harapan sebab terlambatnya pemberian dari Allah, meskipun kamu sudah berulangkali memohon (berdoa). Sebab Allah telah menjamin mengabulkan permintaanmu (doamu), sesuai dengan yang Allah pilihkan untukmu, bukan menurutmu sendiri. Juga pada waktu yang Allah kehendaki, bukan waktu yang engkau kehendaki sendiri.”

Tata Cara Sholat Dhuha

Cara melaksanakan sholat dhuha adalah seperti halnya sholat sunnah dua rakaat pada umumnya. Perbedaan hanya terletak pada waktu, niat dan doa.

Selain itu juga ada anjuran dalam bacaan sholat dhuha, yaitu terkai bacaan surat yang dibaca dalam sholat dhuha. Dianjurkan dalam melaksanakan sholat dhuha untuk membaca surat والشمس وضحاها dan  والضحى. 

Yaitu pada rakaat pertama membaca surat As-Syams dan rakaat kedua membaca surat Ad-Dhuha. Sholat dhuha paling sedikit dikerjakan adalah dua rakaat, boleh dikerjakan empat rakaat, delapan rakaat atau 12 rakaat.

Sedangkan paling banyak terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama’, silahkan baca penjelasannya di jumlah rakaat sholat dhuha. Di antara salah satu pendapatnya adalah ada yang mengatakan jumlah rakaat sholat dhuha tidak ada batasnya.

Cara Sholat Dhuha

  • Niat Sholat Dhuha
  • Takbirotul ihram
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat As-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.
  • Ruku’ dengan thuma’ninah
  • I’tidal dengan thuma’ninah
  • Sujud dua kali dengan thuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah
  • Duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah pada rakaat kedua
  • Membaca tasyahud akhir termasuk membaca sholawat nabi di dalamnya
  • Mengucapkan salam pertama sebagai pertanda berakhirnya sholat
  • Berdoa dengan doa setelah sholat dhuha

Niat Sholat Dhuha

Niat sholat dhuha sunnah diucapkan

Salah satu yang sering menjadi perdebatan antar golongan adalah mengucapkan atau melafalkan niat dalam sholat. Padahal hal ini hanyalah sebuah khilafiyah, itu artinya kita bebas memilih mau mengikuti pendapat yang mana tanpa perlu menyalah-nyalahkan pendapat yang lain. Baca keterangannya di hukum melafalkan niat sholat dhuha.

Setelah membaca penjelasannya, sekarang terserah Anda mau mengikuti pendapat yang mana. Anda mau melafalkan niat atau tidak yang terpenting adalah hati Anda mantap, khusyu’, sadar bahwa yang sedang dikerjakan adalah sholat dhuha, syarat sah sholat dan rukun sholatnya terpenuhi.

Khusyu’ Dalam Sholat

Dalam prakteknya, fungsi sholat yang utama adalah untuk mengingat Allah. Sebagaimana firmannya واقم الصلاة لذكري ‘Dirikanlah sholat untuk mengingat-KU.’ 

Maka sudah barang tentu dalam sholat itu kita menafikan sesuatu yang membuatnya lupa. Sebagaimana firmannya ولا تكن من الغافلين ‘Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lupa (lalai).

Oleh sebab itu, pada zaman Nabi dulu sebelum minum khamr secara mutlak dan total diharamkan orang-orang dilarang mengerjakan sholat dalam keadaan mabuk. Allah berfirman:

لاتقربوا الصلاة وانتم سكارى حتى تعلموا ما تقولون

‘Janganlah kalian mendekati sholat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, hingga kalian mengetahui apa yang kalian ucapkan.’

Pada zaman Nabi dulu, orang yang sedang mabuk dilarang mengerjakan sholat sampai ia benar-benar sadar dan mengetahui atas apa yang diucapkannya.

Namun bukan berarti pada zaman sekarang sudah tidak berlaku. Ingat, larangan di atas adalah berdasarkan mabuk sehingga ia tidak tau dan tidak menyadari atas apa yang ia ucapkan.

Untuk zaman sekarang, mungkin bukan mabuk khamr, tetapi mabuk dunia. Sehingga ketika mengerjakan sholat, dunia, pekerjaan dan urusan-urusan lain lah yang terlintas dalam benak sehingga membuatnya menjadi mabuk dan tidak tau/tidak menyadari atas apa yang sedang diucapkan.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi :

وكم من مصل لم يشرب خمرا وهو لايعلم ما يقول في صلاته

Banyak orang sholat, (padahal) tidak minum khamr (tetapi) ia tidak tau atas apa yang sedang diucapkan dalam sholatnya. (Ihya’ Ulumiddin Awal)

Dari keterangan di atas, jadi jelaslah bahwa penyebab ketidak khusyu’an adalah lalai, lupa atau mabuk dunia. Sehingga ketika mengerjakan sholat menjadi terganggu dengan mabuk terhadap urusan-urusan tersebut.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal-hal itu. Selesaikanlah semua urusan yang bisa diselesaikan sebelum mengerjakan sholat. Misalnya haus atau lapar, selesaikanlah segera rasa haus dan lapar itu. Atau misalnya ada makanan enak, makanlah dulu makanan itu agar tidak mengganggu fikiran dalam sholat.

Dan juga, sebelum takbirotul ihram bacalah ta’awudz meminta perlindungan dari godaan syaithan. Ucapkan niat dengan mantap dan angkat tangan mengucapkan takbir.

Setelah mengangkat tangan takbirotul ihram, hadirkanlah hati kita untuk mengingat Allah. Anggaplah diri ini sedang berhadapan dengan Allah dan Allah sedang melihat kita. Angan-anganlah makna bacaan sholat yang kita baca.

Doa Setelah Sholat Dhuha

Bacaan doa sholat dhuha adalah seperti yang telah disebutkan di atas. Agar tidak salah dalam berdoa, silahkan pahami adab-adab berdoa yang benar.

Setelah memahami adab berdoa, hendaklah kita mengamalkannya sebagai wujud tawadhu’ dan sopan santun kita kepada Allah dalam memanjatkan doa. Selain itu, dalam berdoa jangan sampai kita terlepas dengan tiga hal, yaitu:

  1. Memantapkan doa, hendaklah kita menanamkan keyakinan sekuat-kuatnya akan terkabulnya doa yang kita panjatkan. Berarti segala sesuatu yang melemahkannya harus kita singkirkan.
  2. Khusnudzon, Yakinlah doa yang kita panjatkan akan terkabul, entah itu besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan atau kapan pun pasti Allah akan mengabulkan doa kita. Tanamkanlah, bahkan seandainya Allah tidak mengabulkan doa saya di dunia, saya akan tetap berdoa dengan bersungguh-sungguh dan penuh keyakinan.
  3. Pasrah, memasrahkan segala doa yang telah kita panjatkan kepada Allah, karena hanya Allah lah yang tau kebaikan untuk kita. Apapun keputusan Allah, itulah yang terbaik untuk kita.

Keutamaan Sholat Dhuha

Untuk keutamaan sholat dhuha, silahkan simak video di atas. Ada banyak sekali keutamaan sholat dhuha, di antara keutamaan sholat dhuha yang paling agung adalah disediakannya pintu surga bagi yang melanggengkan sholat dhuha, baik dalam keadaan mukim atau sedang bepergian. Pintu ini disebut dengan pintu dhuha.

Hal ini sebagaimana yang tersebut dalam Washiat Al-Musthofa, yaitu washiat Nabi kepada Ali bin Abi Thalib:

“Hai Ali, kerjakanlah sholat dhuha baik dalam bepergian ataupun mukim (di rumah), sebab pada hari Kiamat nanti ada seruan yang memanggil dari surga, “Manakah orang-orang yang selalu mengerjakan sholat Dhuha? Masuklah kalian ke surga melalui pintu “Ad Dhuha” dengan aman dan sentosa”, Dan Allah tidaklah mengutus seorang Nabi melainkan Nabi itu diperintah mengerjakan shalat dhuha.” (Washiyat Al Musthofa bagian 4)

Kita adalah seorang hamba yang lemah, yang tidak ada daya upaya menghindar dari maksiat kecuali dengan pertolongan Allah dan tidak ada kekuatan untuk beribadah kecuali juga dengan pertolongan Allah.

Maka sudah seharusnya kita menyiapkan setidaknya satu amal yang akan membawa kita menuju surga. Salah satu amalan itu adalah melanggengkan sholat dhuha.

Dan jangan mencela orang lain yang tidak mengamalkannya, karena boleh jadi ia sudah menyiapkan amal lain selain sholat dhuha yang akan membawanya menuju surga.

___________________

Sumber Referensi:

Ihya’ Ulumiddin Juz 1
Washiyat Al-Musthofa
Al-Hikam Ibn ‘Atho’illah As-Sakandary
Berbagai sumber

Add Comment