Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Cara Mensucikan Dan Membersihkan Najis

2 min read

Larangan saat haid dan nifas

Cara mensucikan dan membersihkan najis – Dalam Khazanah keilmuan Islam pembahasan mengenai najis merupakan prioritas yang paling utama. Hal ini dikarenakan ketika seorang muslim hendak beribadah yang yang bersifat mahdhah seperti shalat, membaca Alquran, tawaf, i’tikaf dan sebagainya harus dalam keadaan suci dari najis dan hadas. Suci pakaian, badan maupun tempat. Terbebas dari macam-macam najis.

Di dalam pembahasan fiqih ada beberapa poin yang disampaikan mengenai cara bersuci dari najis dan hadas diantaranya pembahasan mengenai mandi wajib, berwudhu, tayamum, istinja’ dan lainnya.

Salah satu pembahasan yang penting juga adalah mengenai macam-macam najis dan cara mensucikannya. Banyak orang yang belum mengerti bagaimana cara mensucikan najis mutawasitoh, bekas muntahan misalnya.

Contoh lain, banyak orang juga tidak mengetahui bagaimana cara yang benar ketika bersuci saat buang air kecil maupun buang air besar.

Pembahasan ini saya rasa penting sehingga kita semua paham bagaimana cara menghilangkan najis. Dengan memahami ini cara beribadah kita pun sesuai dengan ketentuan syariat.

Untuk lebih jelasnya kita lanjut pembahasan berikut ini :

Macam-macam Najis dan Cara Mensucikannya

Najis terbagi menjadi tiga bagian berdasarkan tingkat ringan beratnya najis. Di dalam Kitab kasyifatus saja pengarang menjelaskan mengenai macam-macam najis.

فصل النجاسات ثلاث: مغلظة ومخففة ومتوسطةالمغلظة نجاسة الكلب والخنزير وفرع احدهما والمخففة بول الصبي الذي لم يطعم غير اللبن ولم يبلغ الحولين والمتوسطة سائر النجاسات

Artinya ” Pasal yang menerangkan najis terbagi menjadi tiga. Najis mugholadhoh, mukhaffafah dan najis mutawasitah.

1. Najis mughallazah adalah najisnya anjing dan babi dan anak turunnya. Maksudnya adalah jika anjing kawin silang dengan hewan lain, maka anak dari anjing tersebut juga dihukumi najis mugholadhoh.

2. Sedangkan najis mukhaffafah yaitu kencingnya bayi laki-laki yang belum makan dan minum kecuali air susu ibu yang belum sampai umur dua tahun.

3. Adapun najis mutawasitoh adalah najis yang bukan dari 2 kategori tersebut.

Baca juga : Wajib Tahu, Ini Niat Mandi Wajib Dan Tata Caranya

Najis Ainiyah dan Najis Hukmiyah

Sebelum membahas mengenai cara mensucikan najis ada baiknya kita mengetahui apa itu najis ainiyah dan najis hukmiyah. Dengan mengetahui status najisnya maka kita bisa menentukan bagaimana cara untuk membersihkan benda dari najis.

Najis Ainiyah dilihat dari bahasa secara sekilas najis ainiyah adalah najis yang nampak oleh mata sedangkan secara spesifik pengertian najis ainiyah adalah najis yang ada wujudnya, memiliki warna, bau, dan rasa.

Sedangkan najis hukmiyah adalah najis yang secara dhohir tidak nampak benda warna bau dan rasa namun masih tetap dihukumi najis. Dengan mengetahui status najis direbus sebut kita bisa menyikapi bagaimana cara untuk menghilangkan najis.

Cara Mensucikan Najis

  1. Mensucikan najis mukhofafah

Najis mukhaffafah adalah najis yang berupa air kencing bayi laki-laki yang yang belum makan dan minum apapun kecuali ASI dan belum mencapai umur 2 tahun.

Cara mensucikannya adalah dengan cara membersihkan air dengan percikkan yang kuat ke tempat yang terkena najis tersebut.

Juga disyaratkan air yang digunakan untuk membersihkan najis lebih banyak dari najis yang ada. Tidak disyaratkan air yang dipakai untuk mensucikan najis mengalir. Setelah itu barulah diperas.

  1. Mensucikan najis mutawasithoh

Secara makna harfiah najis mutawasitoh memiliki arti najis yang yang tengah-tengah dalam artian bukan najis yang berat dan bukan najis yang yang ringan. Yang termasuk najis mutawasitah diantaranya adalah nanah muntah-muntahan darah air kencing kotoran manusia dan hewan dan lain sebagainya.

Banyak yang gagal paham bagaimana cara membersihkan dan mensucikan najis. Banyak yang membersihkan najis air kencing anaknya dengan langsung menyiram. Sehingga najis meluas sampai satu rumah.

Cara mensucikan najis mutawasitoh seperti kotoran ayam misalnya. Yang pertama kali adalah menghilangkan najis ainiyahnya (benda najisnya). Di lap sampai bersih sehingga tidak ada lagi bau, rasa, dan warnanya.

Setelah najis ainiyahnya sudah bersih dan hilang kemudian tinggal membersihkan najis hukmiyahnya. Berikan air di atas najis hukmiyahnya kemudian bersihkan dengan cara di lap. Setelah bersih kemudian lap untuk dikeringkan.

Banyak juga orang keliru saat membersihkan air kencing saat buang hajat. Seharusnya ketika seseorang buang air kecil yang pertama kali disiram adalah najisnya, sehingga ketika zakar atau farji di basuh air bekas basuhan yang jatuh itu tidak membuat najis (air kencing) menjadi di kemana-mana. Tidak membuat cipratan ke celana dan pakaian.

  1. Cara mensucikan najis mugholadhoh

Najis mugholadhoh adalah najis karena terkena anjing dan babi. Sama seperti ketika menghilangkan najis mutawasitah yaitu menghilangkan najis ainiyah nya terlebih dahulu kemudian membersihkan najis hukmiyahnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan najis mugholadhoh.

  1. Mencampurkan air dan debu bersamaan

Cara ini merupakan cara yang paling baik dibanding cara yang lain. Mencampurkan air dan debu secara bersamaan kemudian disiramkan ke benda yang terkena najis.

  1. Meletakkan debu di atas benda terkena najis

Opsi yang kedua adalah meletakkan debu di atas benda terkena najis kemudian memberikan air untuk diletakkan diatas benda yang terkena najis.

  1. Memberi air terlebih dahulu kemudian memberi debu setelahnya, kemudian mencampurkannya.
Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: