Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Akad Murabahah, Cara Untuk Menghindari Riba Kredit Pembiayaan

2 min read

Akad murabahah sebagai cara untuk menghindari kredit pembiayaan – Motor bisa dikatakan menjadi salah satu kebutuhan yang penting dewasa ini, terutama bagi seseorang yang memiliki mobilitas yang tinggi dalam aktivitas harian mereka.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk membeli motor secara tunai. Oleh karenanya, kredit motor sering menjadi solusi untuk membeli motor dengan cara mencicil dalam waktu tertentu.

Hanya saja, bagi seorang muslim, mereka harus berhati-hati ketika hendak mengajukan kredit untuk pembelian motor –dan juga untuk barang lainnya. Hal ini dikarenakan ada risiko riba dalam transaksi kredit yang dilakukan di mana Islam sangat menentangnya.

Sudah semestinya jika umat muslim memilih kredit yang bebas riba demi menjalankan perintah agama.

Hukum Riba Dalam Islam

Cara menghindari bunga kredit

Islam secara tegas mengharamkan riba dan memberikan ancaman bagi para pelakunya. Tidak hanya pelaku secara langsung, bahkan seseorang yang menjadi perantara, saksi transaksi dan juga pencatatnya.

Larangan terkait riba tercatat dalam cukup banyak dalil, baik dari Al Quran ataupun hadis. Salah satu dalil terkait riba adalah dalam surat Al Baqarah ayat 276 yang artinya bahwa Allah memusnahkan riba serta menyuburkan sedekah.

Dalam dalil yang lainnya dijelaskan bahwa Allah secara langsung akan melakukan peperangan pada para pelaku riba. Dalil ini tentu merupakan sebuah ancaman yang nyata bagi para pelaku riba dan juga peringatan keras bagi para muslim untuk menjauhi riba.

Pelajari lebih lanjut :

Riba, Pengertian Dan Dalil-dalilnya

Macam-Macam Riba

Lalu, ada di sisi mana riba dalam kredit pembiayaan motor tersebut?

Nah, pertanyaan tersebut tentu penting untuk dijawab agar seorang muslim mengetahui letak riba dalam transaksi pembelian motor secara kredit dengan tepat. Hal ini dikarenakan pada dasarnya, Islam memperbolehkan jual beli secara kredit dengan keuntungan yang lebih daripada harga cash. Hanya saja, ada beberapa aturan tertentu.

Dalam salah satu riwayat, Nabi Muhammad bersabda terkait larangan untuk menjual suatu barang yang tidak dimiliki secara langsung. Nah, fakta yang terjadi dalam kasus pembiayaan motor adalah pihak leasing sebagai mitra kredit tidak benar-benar memiliki motor yang dijadikan objek kredit tersebut.

Selain itu, dalam sistem kredit konvensional yang dijalankan, ada tambahan pembiayaan dalam waktu tertentu di luar biaya kredit serta adanya denda atau tambahan lainnya yang harus dibayarkan oleh pelaku kredit jika ia tidak bisa membayar dalam waktu tertentu.

Oleh sebab inilah kredit pembiayaan motor konvensional dilarang dan setiap muslim sebaiknya menghindari praktik transaksi tersebut.

Baca lebih lanjut : Kredit Sama Dengan Riba? Simak Pemahaman Lengkapnya di Sini

Akad Murabahah Untuk Solusi Kredit Bebas Riba

Apakah ada solusi dalam Islam tentang perkara kredit pada pembiayaan motor sebagaimana ilustrasi di atas?

Sebagai rahmat semesta, Islam memiliki berbagai solusi yang lengkap untuk beragam kasus dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tentang kredit yang bebas riba.

Adanya solusi ini menandakan bahwa sebenarnya Islam menawarkan ajaran yang mudah dan lengkap untuk seluruh kebutuhan manusia. Hanya saja, terkadang seseorang merasa tidak memiliki waktu untuk belajar hukum Islam meskipun hal tersebut penting.

Lantas, bagaimana solusi agar kredit yang dilakukan tidak bernilai riba dan tidak ada konsekuensi hukum riba yang didapatkan oleh seorang muslim?

Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk melakukan pembiayaan kredit atas kendaraan bermotor dan juga kendaraan lainnya adalah dengan menggunakan akad murabahah. Ini adalah akad yang diperbolehkan dalam sebuah transaksi jual beli.

Makna dari akad ini adalah pemberi jaminan kredit akan menjual barang dengan adanya tambahan harga atau margin keuntungan yang didapatkan dari dasar harga pembelian pertama secara jelas dan jujur.

Artinya, tetap ada keuntungan yang akan didapatkan oleh pihak yang memberikan pembiayaan pada kredit tersebut dengan besaran yang disepakati.

Oleh karenanya, harga motor yang lebih mahal secara kredit dibandingkan harga cash adalah perihal yang diperbolehkan dalam hukum Islam. Hanya saja, ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan oleh kedua belah pihak. Adapun beberapa persyaratan terkait akad murabahah adalah sebagai berikut:

  1. Barang –dalam hal ini motor, harus dimiliki dahulu oleh penjual atau pemberi kredit sebelum akad jual dan beli kredit tersebut dilakukan. Selain itu, dalam hal ini, penjual tidak boleh melakukan akad terlebih dahulu dengan konsumen lalu setelahnya ia melakukan jual beli dengan dealer, yaitu memesan dan membayar motor lantas menyerahkannya kepada pembeli.
  2. Nah, beberapa hal di atas adalah syarat yang harus dipenuhi sebagai solusi dari kredit tanpa riba yang bisa diterapkan dalam pembiayaan kredit motor. Selain itu, pada kredit tanpa riba, tidak diperkenankan adanya denda atau tambahan harga barang untuk keterlambatan pembiayaan karena hal tersebut adalah riba.

Tentu, sebagai muslim yang beriman, berhati-hati pada riba adalah suatu keharusan. Oleh karenanya, pelajari dengan detail hal-hal terkait riba dan juga kredit dengan akad murabahah agar senantiasa terhindar dari ancaman serta bahaya riba.

Kang Santri Kangsantri.id merupakan bentuk usaha kami dari para santri dan alumni untuk menjaga tradisi keilmuan pesantren yang mengedepankan wasathiyah, salafiyah. 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: