Biografi KH Abdul Wahab Jamhari Gubugsari Kendal

2 min read

Biografi KH Abdul Wahab

Biografi KH Abdul Wahab Jamhari – Manaqib (sejarah dan pengalaman spiritual seorang wali Allah SWT. yang di dalamnya terdapat cerita-cerita, ikhtisar hikayat, nasihat-nasihat serta peristiwa-peristiwa ajaib yang pernah dialami seorang syekh) KH Abdul Wahab hanya beredar dari mulut kemulut, tidak dibukukan dan diedarkan secara masal.

Silsiah Keturunan KH. Abdul Wahab

KH. Abdul Wahab Jamhari

Biografi KH Abdul Wahab yang bersumber dari yang diceritakan oleh para murid dan keturunannya mengatakan bahwa Kyai Haji Abdul Wahab Jamhari merupakan keturunan dari KH Abdullah bin KH Abdus Salam bin Ahmad bin Kongsi dan garis keturunannya sampai pada Sunan Abinawa, yang dimakamkan di Desa Pekuncen Kec. Pegandon.

Menurut mbah Haysim (KH.Hasyim Asy’ari) didalam kitab beliau “Adabul’alim Wal-Muta’alim“, Pangeran benowo mempunyai nama arab yaitu Abdul Halim Bin Abdurrohman Bin Abdulloh Bin Abdul Aziz Bin Abdul Fatah, Kalau menurut sejarah, beliau adalah putra dari pada Jaka Tingkir raja pajang. Wallohu a’lam.

Orang-orang sepuh bercerita bahwa salah satu keturunan pangeran benowo yang masyhur adalah KH. Abdul Hamid kajoran Magelang. KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Termasuk Gus Dur pada waktu dulu menyempatkan dua kali ziaroh ke maqam pangeran benowo. Beliau (mbah hamid) dulu satu perjuangan KH. Ahmad Noor Fathoni kersan saat nyantri di termas asuhan KH. Dimyati Termas.

Mbah hamid (panggilan KH. Abdulhamid) sering berkunjung ke Kendal terutama di Desa Gubugsari, Ke ndalem mbah Wahab (KH. Abdul Wahab).

Cerita dari KH Izzuddin Abdus Salam (pengasuh Ponpes An-Nur Kersan) yang masih kemenekan mbah Wahab.

“Mbah Hamid kui jaman cilikku kerep neng Gubugsari, orak ono urusan penting neng Gubugsari, kadang terimane arep mbakar pitik wae dilegakke neng Gubugsari, masalae jarene mbah Hamid, mbah Wahab karo mbah Hamid kui jek sak rumpun (satu keturunan), nek mbah Hamid neng gubugsari, aku dijek bapak melu neng Gubugsari”

(Mbah Hamid ketika saya kecil sering ke desa Gubugsari, gak ada urusan penting ke Gubugsari. Kadang hanya ingin bakar-bakar ayam saja dibelain ke Gubugsari. Masalahnya kata Mbah Hamid, Mbah Wahan sama Mbah Hamid itu satu keturunan. Ketika Mbah Hamid ke Gubugsari saya diajak bapak ke Gubugsari.)

Makam KH Abdul Wahab

makam KH Abdul Wahab

Bertepatan tanggal 15 dzulqa’dah tahun 1323H / 1963 M sang mursyid thariqah sathoriyah meninggal dunia meninggalkan 9 anak dan 1 istri. Kemudian beliau dimakamkan di Desa Pucangrejo Pegandon.

Keturunan KH Abdul Wahab

Biografi KH Abdul Wahab

KH Abdul wahab selain dari keturunan yang sangat baik juga memiliki keturunan yang baik pula. Banyak dari keturunannya menjadi orang-orang sholeh. Keturunan mbah Wahab adalah:
1. KH. Suyuti bin KH. Abdul Wahab
2. KH. Zuhri bin KH. Abdul Wahab
3. Katoriyah binti KH. Abdul Wahab
4. Hj. Rihaniyah binti KH. Abdul Wahab
5. Zainiyyah binti KH. Abdul Wahab
6. Hj. Fatimah binti KH. Abdul Wahab
7. Hj. Muslihah binti KH. Abdul Wahab
8. Hj. Mas’adah binti KH. Abdul Wahab
9. KH. Mudzakir bin KH. Abdul Wahab
Dari semua anak-anaknya merupakan anak-anak yang sholih dan sholihah. Ada juga yang memiliki pondok pesantren. Diantara pondok pesantren yang berasal dari keturunan KH Abdul Wahab adalah sebagai berikut:

1. Ponpes Al-Musthofa

Pondok pesantren Al-Musthofa adalah pesantren yang didirikan oleh menantu KH Abdul Wahab, yaitu KH Musthofa Khoir suami Hj. Fatimah. Salah satu tokoh agama yang berpengaruh pada masanya.
Selanjutnya pondok pesantren iki diasuh oleh cucu KH. Abdul Wahab, K.H. Ahmad Rosyidi, lahir di Kendal, 24 April 1950. Beliau mengenyam pendidikan di beberapa pondok pesantren selama puluhan tahun. Pondok pesantren yang pernah dijadikan sebagai tempat belajar beliau adalah Pondok Pesantren An Nur Kersan, Pondok Pesantren Al-Hidayah Lasem, Pondok Pesantren al-Falah Poso, dan Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen. Selain sebagai pengasuh Pondok Pesantren Salafi al-Mustofa Pandes, saat ini beliau menjabat sebagai Komisi Fatwa dan Kajian Hukum lslam MUI Kabupaten Kendal.

2. Ponpes Al-Musyafa

Pesantren Al-Musyaffa’ termasuk pondok pesantren tertua di kecamatan Ngampel, pertama kali didirikan olehKH. Muchlis Musyaffa’ (cucu KH. Abdul Wahab) anak ke 3 dari Almarhum K. Musyaffa’ dan nyai Hj. Rihaniyyah Abdul Wahab tepatnya pada tahun 1986 M. Sepulang dari Sukabumi KH. Muchlis Musyaffa’ karena keinginan beliau untuk mengembangkan ilmu agama serta dorongan masyarakat yang membutuhkan pendidikan agama maka didirikanlah pondok pesantren sebagai jawaban keinginan masyarakat agar bisa menjadi tempat penggemblengan khususnya dibidang ilmu agama. Pada awalnya pesantren tersebut adalah di ndalem (rumah Kyai) mengingat santri yang datang hanya beberapa saja, belum sempat terpikirkan untuk membangun sebuah gedung permanen,
selang beberapa tahun pesantren diberi nama Al-Musyaffa”. Pemberian nama Al-Musyaffa’ tersebut diambil dari nama Ayahnya (KH. Musyaffa) dengan harapan dapat meneruskan perjuangan dan mewarisi ilmu KH. Musyaffa’.
Terhitung semenjak tahun 1986 hingga tahun 2008 dibawah kendali KH. Muchlis Musyaffa’ pesantren Al-Musyaffa’ mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dari segi populasi, santri yang datang untuk belajar di pondok pesantren ini dari tahun ke tahun semakin pesat (sekarang jumlah santri sekitar 1400 putra maupun putri).

Demikian Biografi KH Abdul Wahab Jamhari Gubugsari Kendal. Semoga risalah ini memberikan manfaat dan dapat kita jadikan teladan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: