Kang Santri

Menjadi Santri Adalah Jalan Hidup Bukan Gaya Hidup

Biografi Imam Syafi’i : Formulator Fikih Pembela Sunnah

Home Informasi Biografi Imam Syafi’i : Formulator Fikih Pembela Sunnah
biografi imam syafi'i

Biografi Imam Syafi’i  – Nama Imam Syafi’i adalah Abdullah Mohammed bin Idris Syafi’i Al-Muttalib al-Quraisyi. Silsilah nasab Imam Syafi’i bertemu dengan Rasulullah pada Al-Muttalib.

Lahir di Ashkelon, Gaza, Palestina pada tahun 150 H/767M, dan dapat dianggap sebagai salah satu dari empat imam penting Ahlus Sunnah dan masyarakat. Ia adalah pemilik mazhab Syafi’i dalam yurisprudensi Islam, dan itu adalah dasar dari prinsip-prinsip yurisprudensi yang paling penting. Kecerdasannya, kefasihan lidahnya, dan perjalanan yang panjang dalam mencari ilmu telah dipuji oleh banyak ulama, terutama Imam Ahmad, di mana ia berkata: (Imam Syafi’i seperti matahari ke dunia, dan kesehatan bagi orang-orang).

Kelahiran Imam Syafi’i

kelahiran imam syafi'i
Sumber : ar.wikipedia.org

Imam Syafi’i lahir di Kota Gaza di Palestina, dan kemudian keluarganya pindah ke kota Mekah pada usia dua tahun. Ia menghafal seluruh Quran pada usia tujuh tahun. Kemudian mulai mencari ilmu di kota Mekah, sebelum usia dua puluh. Setelah ia mencapai Usia dua puluh bermigrasi ke Madinah meminta untuk belajar ketika Imam Malik bin Anas.

Kemudian hijrah ke Yaman. dan kemudian bermigrasi ke kota Baghdad pada 184 H, ia meminta pengetahuan ketika hakim Mohammed bin Hassan, dan mulai mempelajari sekolah pemikiran Hanafi.

Setelah perjalanan dalam mencari ilmu dari Madinah, Yaman dan Baghdad, Imam al-Syafi’i kembali ke Mekah, tempat dia tinggal selama sekitar sembilan tahun. Yurisprudensi, yang kemudian beremigrasi ke Mesir pada tahun 199 H, telah melahirkan sebuah mazhab di sana, dan tetap di sana sampai ia wafat pada tahun 204 H dikarenakan penyakit wasir. Imam Syafi’i memiliki empat putra: Muhammad Abu Utsman, Fatima, Zeinab, dan Muhammad Abu al-Hassan.

Akhlak dan Sifat Imam Syafi’i

akhlak imam syafi'i
Sumber :mawdoo3.com

Imam Syafi’i dikenal karena pengetahuan dan kecerdasannya yang luas bagaikan samudra ilmu, sehingga ia memenuhi pendapat orang-orang. Pola belajar Imam Syafi’i tergolong sangat langka dan unik dimana beliau ketika membaca suatu kitab akan langsung hafal dalam sekali baca, sehingga halaman yang sebelah harus ditutup.

Selain teknik membaca yang unik tersebut karena kitab yang sangat banyak dibaca, Imam Syafi’i juga harus sering-sering membakar apa yang telah ia baca.

Kerendahan hati: Dikenal karena kerendahan hati dan kesederhanaannya terlepas dari pengetahuannya, karena ia memperlakukan semua orang dengan hormat tanpa kecuali. Kedermawanan: Dikenal karena kedermawanan dan kedermawanannya. Ibadah dan pengabdian: dicirikan oleh kesalehannya dan seringnya beribadah, saat dia duduk di masjid secara rutin, di mana dia tadarus Al-Quran setiap hari, tetapi di bulan Ramadhan menghafal dan membaca Al-Quran setiap malam.

Makam Imam Syafi’i

Imam Syafi’i dilahirkan di Gaza dan dimakamkan di Mesir. Makam Imam Syafi’i dapat dianggap sebagai salah satu tempat suci terbesar di dunia. Ditandai dengan kehadiran kubah yang dicat kuningan, melambangkan makam khusus Imam Shafi’i, dan dibangun oleh Sultan Solahuddin al-Ayyubi.

Pendidikan Imam Syafi’i

biografi imam syafi'i
Sumber: masrawy.com

Keluarga Imam Syafi’i sangat miskin di masa mudanya, tidak mampu membayar pendidikannya, dan tingkat guru pertamanya tidak cukup baik, dan ketika ia tidak menghadiri kelas, Imam Syafi’i mengambil kesempatan dan mengajar siswa alih-alih guru, dan ketika guru melihatnya menjadi sebuah ruang Imam Syafi’i untuk mengajar siswa, dan terus belajar dan pendidikan, dan menyelesaikan menghafal Alquran pada usia tujuh tahun.

Imam al-Syafi’i mengatakan tentang pendidikannya ketika ia masih muda: Setelah saya selesai belajar Al-Qur’an, saya pergi ke masjid, duduk bersama para ulama, mendengarkan hadits Nabi Muhammad, dan urusan agama. Saya tinggal di Mekah di antara penghuni tenda dalam keadaan miskin. Saya bahkan tidak bisa menggunakannya. Untuk membayar kertas, saya ingin menulis di kulit.

Posisi lain pada masa kanak-kanaknya: Imam dulu memiliki hadis di Masjid Nabawi, pada usia tiga belas, dan suara Imam sangat manis, kata Hakim Bahr bin Nasser: Ketika kami ingin menangis ketika mendengarkan Alquran, kami dulu pergi ke pemuda itu, dan Imam Syafi’i.

Guru Imam Syafi’i Yang Masyhur

Ada suatu cerita tentang pengalaman Imam Syafi’i dalam belajar kepada para guru-gurunya. Diamana dia pernah belajar kepada orang yang sangat miskin dan belajar bahwa hidup miskin merupakan suatu akhlak yang baik,

  1. Muslim bin Kholid al Zanji

Guru Imam Syafi’i yang pertama adalah Muslim bin Kholid al Zanji. Beliau merupakan Imam, Mufti, serta Faqihnya Makkah al- Mukarramah. Ialah salah satu murid terbaiknya Imam Atha’ bin Abi Rabah yang sanad ilmunya terhubung hingga kepada‘ Abdullah bin‘ Abbas Radhiyallahu‘ anhuma.

Imam Syafi’i dipertemukan dengan sang guru pada saat mendaki bukit mina untuk mencari suasana yang pas untuk murojaah dan mendendangkan syair-syairnya. Kemudian datanglah Muslim bin Kholid al Zanji dan berkata “kamu harus menguasai fikih”. Sejak saat itulah Imam Syafi’i bertekad untuk menguasai fikih yang sampai saat ini mazhabnya diikuti oleh umat muslim di penjuru dunia.

  1. Sufyan bin Uyainah

Guru Imam Syafi’i yang kedua adalah Sufyan bin Uyainah yang memiliki nama lengkap Abu Muhammad Al-Hilali Al-Kufi Al-Makki”. Nama lengkapnya adalah Sufyan bin Uyainah bin Abu Imran Maimun.

Ia lahir di kota Kuffah pada pertengahan bulan Syaban tahun 107 H. Ia menuntut ilmu hadis semenjak berumur 10 tahun. memperoleh ilmu yang banyak serta kuat hafalannya. Ia pernah berjumpa dengan 87 tabi’ in serta mendengar hadis dari 70 orang di antara mereka.

  1. Malik bin Anas

Guru Imam Syafi’i yang paling masyhur adalam Imam Malik, shohibul Muwatto’ yang sudah sering kita ketahui. Pendiri mazhab Maliki. Imam Malik( 711- 795 masehi/ 93- 179 hijriah) ialah ulama pakar fiqih serta hadis. Dia lahir dari keluarga pecinta ilmu hadis, atsar, serta fatwa para teman Nabi Muhammad SAW.

  1. Muhammad bin Hasan as Syaibani

Muhammad bin Hasan asy- Syaibani( wasit, 131 H/ 748 Meter.- 189 H/ 804), pakar fikih serta tokoh ketiga Madzhab Hanafi yang berfungsi besar dalam mengembagkan serta menulis pemikiran Imam Abu Hanifah. Nama lengkapnya ialah Abu Abdillah Muhammad bin al- Hasan bin Farqad asy- Saybani). Lahir di Wasit, Damaskus( Syuriah) serta besar di Kufah kemudian menimbah ilmu di Baghdad.

  1. Sayyidah Nafisah

Salah satu guru perempuan Imam Syafi’i adalah Sayyidah Nafisah. Sayyidah nafisah lahir di Madinah pada tahun 145 hijriah. Ia merupakan keturunan Nabi Muhammad saw. Karena itu wajar saja jika Sayyidah Nafisah memiliki kecerdasan dan kefasihan berbicara. Dari keluarganya, ia beroleh khazanah pengetahuan tentang Islam. Jalur kekeluargaan berikut kehidupan kesehariannya membuat wawasannya perihal Al-Qur’an dan hadis Nabi sangat luas.

Keluarga Imam Syafi’i

Imam Syafi’i menikahi Hamida binti Nafi bin Isa ibn ‘Amr ibn’ Utsman bin Affan, dan putra pertamanya adalah Muhammad Abu ‘Utsman. Yang kedua dan ketiga adalah Fatima dan Zeinab.

 

Karya Imam Syafi’i

karya fenomenal imam syafi'i

Imam Syafi’i yang merupakan pembela sunnah dan mujtahid besar. Beliau mempunyai karya-karya yang fenomenal dan menjadi rujukan utama ulama Mazhab Syafi’i. Kitab-kitab tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kitab Al-Hujjah

Kultur sosial budaya dalam menentukan hukum memberikan sumbangsih yang sangat besar. Terbukti dalam mazhab syafi’i terdapat qaul qadim dan qaul jadid. Qaul qadim adalah statement Imam Syafi’i selama beliau di Baghdad baik berupa fatwa maupun tulisan. Termasuk kitab Al-Hujjah adalah karya Imam Syafi’i ketika masih berada di Irak.

  1. Ar-Risalah

Latar belakang Imam Syafi’i dalam menyusun kitab ini adalah sebagai respon terhadap Abdurrahman bin Mahdi yang mengirimkan surat kepada beliau yang mempertanyakan seputar Al-Qur’an dan Hadits.

Pembukuan ini bersamaan dengan kepesatan pertumbuhan ilmu- ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Ianya berlangsung di dekat masa khalifah Harun al- Rasyid( 145H- 193H), serta puncaknya pada masa Khalifah al- Ma’ mun( 170- 218H).

  1. Kitab Ahkamul Qur’an Wakh Tilafil Hadits
  2. Kitab Ibtholul Ihtihsan
  3. Kitab Jama’ul Ilmi
  4. Kitab Qiyas
  5. Kitab Al Mabsuth Fil fiqhi
  6. Kitab Ikhtilafu Malik Wa As-Syafi’i
  7. Kitab Fadhoilu Quraisy
  8. Kitab Al-Umm

Kitab Al-Umm merupakan kitab induk dalam mazhab Syafi’i.

  1. Kitab Imla’
  2. Kitab Diwan Syair Imam Syafi’i

Melihat perjalanan sang imam dalam mencari ilmu dan dengan karya yang sangat fenomenal. Kita sebagai pengikut madzhab Imam Syafi’i seharusnya menjalankan agama Islam dengan madzhabnya secara sungguh-sungguh. Menjauhi talfiq (mencampur adukkan madzhab) dengan mengambil hukum-hukum yang hanya meringankan.

Demikian pembahasan pada kesempatan kali ini mengenai Biografi Perjalanan Imam Syafi’i Sang Formulator Fikih Pembela Sunnah. Semoga apa yang kita pelajari bisa menambah ilmu dan mengambil hikmahnya. Stay terus di Kangsantri.id akan selalu mengupdate informasi mengenai informasi tentang Islam.

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.