27 Pondok Pesantren Kualitas Terbaik Dan Keren Di Indonesia

15 min read

Pondok pesantren kualitas terbaik dan keren – Negara Indonesia merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Dominasi tersebut merupakan hasil kerja keras para ulama dakwah di seluruh pelosok Indonesia. Dalam hal ini walisongo merupakan tokoh-tokoh yang sangat berperan.

Contents

Sejarah Singkat Pondok Pesantren

Pesantren yang kita tahu saat ini ini pada awalnya ialah pengambil alihan dari sistem pesantren yang diadakan oleh orang- orang Hindu di Nusantara. Kesimpulan ini bersumber pada kenyataan kalau jauh saat sebelum datangnya Islam ke Indonesia lembaga pesantren telah terdapat di negeri ini.

Pendirian pesantren pada masa itu dimaksudkan sebagai tempat mengajarkan agama Hindu serta tempat membina kader. Alasan lain mempercayai kalau pesantren bukan berasal dari tradisi Islam disebabkan karena tidak ditemuinya lembaga pesantren di negara- negara Islam yang lain, sedangkan lembaga yang seragam dengan pesantren banyak ditemui dalam warga Hindu serta Budha, semacam di India, Myanmar serta Thailand.

Menjamurnya Pesantren Di Penjuru Indonesia

Berawal dari sistem pendidikan yang diajarkan oleh sunan Ampel dengan menggunakan langgar (surau) sebagai tempat berkumpul dan belajar seorang santri. Para santri kemudian menyebarkan Islam ke tempat tinggal masing-masing. Sehingga dengan metode ini pergerakan penyebaran Islam semakin kuat dan luas.

Bukti kesuksesan para ulama wali songo dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia ini ditandai dengan semakin meluas dan banyaknya pesantren-pesantren yang berdiri di Indonesia. Bayangkan saja, berawal dari sebuah langgar (surau/padepokan) yang dibangun oleh Sunan Ampel kini berdiri lebid dari 27 ribu pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pondok Pesantren Kualitas Terbaik Dan Terkeren Di Indonesia

Orang tua yang mempunyai keinginan untuk mencari pendidikan agama yang baik dari segi kualitas dan fasilitas hendaknya memikirkan beberapa hal yang penting. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih pesantren untuk anak. Diantaranya adalah kualitas pesantren dilihat dari kiprah alumni di masyarakat, program unggulan yang dimiliki oleh pesantren seperti program tahfidz atau program ilmu alat (baca kitab kuning). Selain itu hal perlu dipertimbangkan adalah biaya bulanan saat belajar di pesantren meliputi iuran bulanan pesantren, SPP dan biaya makan.

Berikut ini bisa kamu jadikan referensi untuk memilih pesantren buat kamu atau kerabat dekat.

27 Pondok Pesantren Terbaik dan Keren Di Indonesia

  1. Pondok Pesantren Matholi’ul Falah

Pondok pesantren Mathali’ul Falah (PIM) terletak di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, Jawa Tengah. Yaitu bertepatan di daerah Kulon Banon, sebelah barat makam KH. Ahmad Mutamakkin. Perguruan ini didirikan oleh KH. Abdussalam pada tahun 1912, dengan tujuan untuk mendidik dan mempersiapkan kader-kader bangsa sebagai insan yang memahami agama secara mendalam (tafaqquh fi al-din).

Baik secara teori maupun praktek, sehingga bisa berperan aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara (sholih) dalam semangat ketuhanan yang luhur dan terpuji sebagaimana dicontohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW (akrom). Tujuan inilah yang sampai sekarang dijadikan sebagai pijakan dan visi utama dari penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM).

Kurikulum

Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan “tafaqquh fi al-din” (pendalaman ilmu-ilmu agama) dengan ciri-ciri intrinsiknya dan mempersiapkan insan sholih dan akrom tentu membutuhkan kurikulum pendidikan yang dapat mewujudkan tujuan yang dimaksud.

Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) menerapkan kurikulum yang khas dan unik karena mampu berdiri sendiri. Prosentase perbandingan antara materi agama dan umum adalah 70% dibanding 30%. Meskipun demikian, kurikulum PIM selalu merespon setiap perkembangan yang terjadi dan mampu menghasilkan kader-kader yang berkualitas dan aktif dalam pembangunan bangsa.

  1. Pondok Pesantren Yanbu’ul Qur’an

pondok pesantren yanbuul qur'an

Pesantren Yanbu’ ul Qur’ an didirikan oleh K. H. Arwani Amin Said, seseorang ulama besar yang sangat diketahui keilmuannya, lebih- lebih dalam bidang al- Qur’ an serta Thariqah. Ke’ aliman beliau dalam ilmu al- Qur’ an bisa dilihat dari kitab karya beliau bertajuk Faidl al- Barakat fi Sabil al- Qira’ at, suatu kitab yang akhirnya jadi pegangan pokok untuk mereka yang menekuni Qira’ ah Sab’ ah( bacaan al- Qur’ an menurut 7 Imam). Dari hasil pembelajaran beliau pula sudah lahir ulama- ulama besar, misalnya K. H. Abdullah Salam ( Kajen Pati) serta Sya’ roni Achmadi( Kudus).

Buat penyampaian materinya terdapat sekian banyak metode yang dicoba. Mulai dari musyafabah, resitasi, takrir serta mudarasah, yang ialah tata cara menghafal khas PTYQ. Hanya fokus menghafalkan Alquran, para santri berusia di PTYQ tidak sekolah formal. Baik itu MTs, MA ataupun sekolah formal sejenis.

Kamu tertarik? Bila iya, pondok yang saat ini berumur puluhan tahun tersebut membuka registrasi tiap setahun sekali. Mempunyai santri yang berasal dari bermacam penjuru Indonesia, PTYQ telah menelurkan ribuan alumni semenjak pondok tersebut didirikan.

  1. Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang

Pondok pesantren Al-Anwar yang berada di Desa Karangmangu Sarang Rembang ini dulu diasuh oleh alm. KH Maimun Zubair. Pesantren ini lebih familiar dengan pondok pesantren sarang, sesuai dengan nama daerahnya. Sama halnya dengan pondok-pondok yang lain disebutkan dengan mengambil nama daerahnya seperti Ploso, Lirboyo, Tegalrejo atau disebut dengan menyebutkan nama pengasuhnya.

Program Pendidikan

Ada sepuluh jenjang pendidikan yang dapat ditempuh oleh para santri di Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, yaitu

I’dadiyyah (Persiapan)

Tsanawiyyah

Marhalah I Muhadhoroh : Kelas I Tsanawiyyah

Marhalah II Muhadhoroh : Kelas II Tsanawiyyah

Marhalah III Muhadhoroh : Kelas III Tsanawiyyah

Aliyah
  • Marhalah IV Muhadhoroh : Kelas I Aliyah
  • Marhalah V Muhadhoroh : Kelas II Aliyah
  • Marhalah VI Muhadhoroh : Kelas III Aliyah

Progam Pasca Madrasah. Tingkat I\’dadiyyah (Persiapan)

Pendidikan Formal

MTs Al Anwar

MA Al Anwar

Pendidikan Nonformal

Madin

Kepesantrenan

Tahfid Qur\’an

Fasilitas

Fasilitas merupakan hal yang perlu dipertimbangkan ketika kamu memilih sebuah pesantren. Pasalnya hal ini faktor yang menentukan betah atau tidaknya kamu tinggal bertahun-tahun di sana. Berikut ini beberapa fasilitas yang dimiliki oleh pondok pesantren Al-Anwar.

  1. Kamar Santri 106,
  2. Kamar mandi 15,
  3. Kolam wudlu 4,
  4. WC 15,
  5. Sumber Air,
  6. Sumur 7,
  7. Komputer,
  8. Perpustakaan,
  9. 2 Ruang Tamu,
  10. 10 Poskestren,
  11. Laboratorium,
  12. Kantin,
  13. Aula,
  14. Koperasi
  15. Gudang
  1. Pondok Pesantren Lirboyo Kediri

Sama dengan penyebutan pondok pesantren sarang. Lirboyo, merupakan nama suatu desa yang digunakan oleh KH Abdul Karim jadi nama Pondok Pesantren. Pondok pesantren Lirboyo berada di sebelah barat Sungai Brantas, Kecamatan Mojoroto,Kota Kediri.

Pondok Pesantren Lirboyo tumbuh menjadi pusat riset Islam semenjak puluhan tahun saat sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Terlebih lagi pada saat peristiwa- peristiwa kemerdekaan, Pondok Pesantren Lirboyo berperan aktif dalam pergerakan perjuangan dengan mengirimkan santri- santrinya ke medan perang seperti yang tertera dalam resolusi jihad 10 November 1945 di Surabaya.

Pondok Pesantren Lirboyo memadukan antara tradisi yang dapat mengisi kemodernitasan serta sudah teruji melahirkan banyak tokoh- tokoh yang saleh keagamaan, juga saleh sosial.

Pondok pesantren ini mempunyai 11 unit pondok pesantren lengkap dengan programnya tiap- tiap. Antara lain merupakan unit spesial buat menghafal Al- Qur’ an, mendalami ilmu perlengkapan serta fikih serta pesantren terpadu.

  1. Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri

Pada 1 Januari 1925, KH. A. Djazuli Usman mendirikan suatu madrasah serta pondok pesantren. Dia menggunakan serambi Masjid untuk aktifitas belajar mengajar para santri. Tanpa terasa santri yang belajar dengan KH. A. Djazuli membesar jadi 100 orang.

  1. Pondok Pesantren API Tegalrejo

Pondok pesantren salaf dengan nama Asrama Pendidikan Islam( API) didirikan oleh KH. Chudlori bin H. Ichsan di Desa Krajan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada 1 Oktober 1944. Buat warga, nama Desa Tegalrejo lebih terkenal diucap bagaikan nama PP tersebut daripada nama resminya: Asrama Pembelajaran Islam.

Kekejaman Belanda semasa perang kemerdekaan II tahun 1948- 1949 sangat dialami oleh segenap santri serta pengasuh Ponpes ini. Bangunan- bangunan pesantren yang ada beserta kitab- kitab kepunyaan para pengasuh pada 1948 dirusak serta terbakar oleh Belanda. Dampaknya, sepanjang satu tahun penuh sehabis kejadian itu, aktivitas PP Tegalrejo alami fathrah (vakum), tanpa aktivitas.

Baru pada 1950, oleh KH Chudlori menantu KH Dalhar( pengasuh PP Watucongol), PP Tegalrejo dibentuk lagi. PP ini sudah banyak melahirkan alumni yang jadi tokoh masyarakat. KH. Abdurrahman Wahid( Gus Dur) mantan pimpinan Tanfidziyah Nahdlatul Ulama sekaligus mantan Presiden RI tercatat selaku salah seseorang alumni pesantren ini.

Di area Pesantren Tegalrejo ada sekian banyak buah Ponpes. Antara lain Ponpes Muttalibin( Pengasuh: Kyai Muthalib, kerabat KH. Abdurrahman), Ponpes Tarbiyatun Nisa’( Pengasuh: KH. Mudrik Chudlori), Ponpes API Putri( Pengasuh: Kyai Damanhuri, menantu Kyai Chudlori Ihsan).

Program Pendidikan

Program pembelajaran yang diselenggarakan sejak dahulu memakai sistem klasikal. Wujud pembelajaran yang terdapat berbentuk madrasah yang terdiri dari 7 kelas. Kurikulum yang dipakai dari kelas 1 hingga kelas terakhir secara berjenjang menekuni khusus ilmu agama, baik itu fiqih, aqidah, akhlak, tasawuf serta ilmu alat yang semua dengan kitab berbahasa Arab.

Kelas satu hingga dengan terakhir di PP Tegalrejo oleh warga lebih dikenal dengan nama kitab yang dipelajari. Tingkatan I diketahui dengan Jurumiyah Jawan, tingkatan II diketahui dengan Jurumiyah, tingkatan III diketahui dengan Fathul Qorib, tingkatan IV diketahui dengan Alfiyah, tingkatan V diketahui dengan Fathul Wahhab, tingkatan VI diketahui dengan al Mahalli, tingkatan VII diketahui dengan Fathul Mu’ in serta tingkatan VIII diketahui dengan Ihya’ Ulumiddin.

  1. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang

Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang yakni salah satu pondok pesantren tertua dan paling banyak di Jawa Timur. Hingga disaat ini pondok ini masih survive di tengah kecenderungan kuat sistem pendidikan formal.

Pondok Pesantren Bahrul Ulum( PPBU) didirikan oleh KH. Abdus Salam seorang generasi raja Majapahit, pada tahun 1838 M di desa Tambakberas, 5 km arah utara kota Jombang Jawa Timur.

Abdus Salam meninggalkan kampung halamannya menuju Tambakberas buat bersembunyi menghindari kejaran tentara Belanda. Bersama pengikutnya ia sesudah itu membangun perkampungan santri dengan mendirikan sesuatu langgar( mushalla) dan tempat pondokan sementara buat 25 orang pengikutnya. Karena itu, pondok pesantren itu pula dikenal pondok selawe( dua puluh lima).

Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang terus melakukan pengembangan dan pergantian bersamaan dengan dinamika perkembangan dan tuntutan global, dengan tetap mempertahankan nilai- nilai luhur kepesantrenan, berpegang pada prinsip al- muhafadhah‘ al al- qadim al- shalih wa al- akhdhu bi al- jadid al- ashlah dengan di dasar sinaran prinsip Aqidah Ahlussunnah Wal- Jama’ ah ala Nahdlatul Ulama.

Salah satu upaya yang telah dicoba di tengah kecenderungan kuat sistem pendidikan formal, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang hingga saat ini telah mendirikan 18 unit pendidikan formal mulai dari tingkatan pra sekolah sampai dengan perguruan besar Tidak hanya itu, PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM pula menjalakan kerjasama dalam bidang pembelajaran dengan akademi besar dalam serta luar negara antara lain merupakan Makkah, Syiria, serta Al- Azhar Kairo.

  1. Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem Bantul

Latar belakang berdirinya Pondok Pesantren An Nur mengalami proses yang sangat panjang yang dimulai pada tahun 1960 M. Beliau ( Bapak KH. Nawawi Abdul Aziz ) dipercaya untuk menjabat ketua Pengadilan Agama Kab. Bantul, kemudian sejak bertugas di PA Bantul, beliau mengetahui secara persis tentang kehidupan keagamaan di wilayah Bantul, dimana kondisi pada saat itu masih memprihatinkan.

Melihat realita demikian, beliau merasa sudah saatnyalah mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang pernah didapat dari tempaan Pondok-Pondok Pesantren yang pernah beliau terima kepada masyarakat, sehingga pada tahun 1964 M, dengan kebulatan tekad dan mantab beliau hijrah ke dusun Ngrukem Pendowoharjo Sewon Bantul Yogyakarta didampingi oleh Istrinya ( Ibu Nyai. Walidah Munawwir ) dan Putra pertama Beliau ( ‘Ashim Nawawi ).

Dalam pengelolaannya, Pondok Pesantren An Nur yang merupakan salah satu Pesantren yang bernafaskan Nahdlotul ‘Ulama ( NU ) pada awal berdirinya adalah milik keluarga. Kemudian setelah mengalami perkembangan yang sangat pesat, maka perlulah dibentuk sebuah Yayasan yang dapat menjembatani semua lembaga yang berada di bawahnya.

Dengan perkembangan pesantren yang sangat pesat dan jumlah santri terus bertambah, Pesantren ini juga melengkapi dirinya dengan beberapa lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Al Ma’had An Nur, antara lain : TPQ An Nur, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah ‘Aliyah Umum dan Keagamaan, Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an An Nur dan Madrasah Diniyah Al Furqon.

  1. Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah Nahdlatul Wathan Lombok

Ma’ had Darul Qur’ an Wal Hadits Almajidiah Asy- Syafi’ ah Nahdatul Wathan Pancor- Selong Lombok Timur didirikan 46 tahun yang silam, tepatnya pada bertepatan pada 15 jumadil akhir 1385 H/ 1965M oleh Al- Magfurullahu Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Abul Madaris wal Masajid, Abu Rauhun wa Raihanun, pendiri NWDI, NBDI, NW serta Yayasan Pembelajaran Hamzanwadi Pondok Pesantren Darun Nahdlatain NW Pancor Selong, Lombok Timur.

Kedatangan Ma’ had di bumi Selaparang sebagai sesuatu wadah serta benteng pertahanan iman serta taqwa yang sangat kokoh dalam mempertahankan idealisme Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah ala Mazhabil Imam As- Syafi’ i RA. Keberadaan pesantren ini dari masa-ke masa senantiasa memberikan dampak yang baik, terbukti dengan banyaknya Mutakharrijin/ Mutakharrijat (alumnus) yang bertebaran hampir di tiap masjid serta mushalla lebih- lebih di pulau Lombok yang popular dengan istilah seribu masjid serta serambi Masjidil Haram. Perihal ini wajib jadi motivasi untuk tiap abituren, pencinta serta masyarakat Nahdlatul Wathan (NW) dan umat islam, khususnya Mutakharrijin/ Mutakharrijat Ma’ had DQH NW Pancor buat terus melestarikan serta mempertahankan dan memelihara peninggalan nan harum semerbak Maulana Syeikh bagaikan ciri rasa syukur serta silaturrahmi kita kepada dia.

Kehadiran perguruan tinggi Ma’ had DQH NW Pancor yang oleh pendirinya difokuskan buat mendalami ilmu- ilmu agama, mangulas serta mendalami Kitab Kuning karangan ulama Salaf yang sangat dominan dengan kita pedomani dalam penerapan ibadah syariah tiap hari. MDQH NW Pancor merupakan tingkatan Qismud Diny, pembelajaran yang diterapkan menyamai Madrasah Ash- Shaulatiyah Makkah serta masa belajarnya selama 4( empat) tahun( 8 semester) buat santri putra ataupun santri putri.

  1. Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak

Pondok Pesantren Al Munawwir didirikan oleh KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad bertepatan pada 15 November 1911 M, semenjak awal berdiri serta berkembangnya pondok pesantren ini semula bernama pondok pesantren Krapyak, seperti kebanyakan pondok pesantren di Jawa, sebab memanglah terletak di dusun Krapyak. Serta pada tahun 1976- an nama pondok pesantren tersebut ditambah‘ Al- Munawwir’. Penambahan nama ini bertujuan buat mengenang pendirinya ialah KH. M. Munawwir. Serta Al- Qur’ anlah sebagai karakteristik khas pembelajaran di pesantren ini di awal berdirinya.

  1. Pondok Pesantren Buntet Cirebon

Buntet Pesantren yang kita tahu saat ini ini, ialah salah satu pesantren tertua di Indonesia, berdiri semenjak abad 18 M dibentuk oleh Mufti Keraton Cirebon, Mbah Muqoyim yang tidak ingin kompromi dengan Belanda. Dengan penolakan itu, Mbah Muqoyim lebih memutuskan tinggal di luar tembok istana serta jadi guru setelah itu mendirikan pesantren yang saat ini diketahui dengan Buntet Pesantren.

Tempat yang awal kali dijadikan bagaikan pondok pesantren posisinya di Desa Bulak kurang lebih 1/ 2 kilometer dari perkampungan Pesantren yang saat ini.

Pondok Buntet Pesantren dengan tata cara ataupun sistem pengajaran tradisional serta modern, dikatakan modern sebab mengadopsi sistem sekolah modern semacam Madrasah Ibtidaiyah sampai akademi besar. Ada pula tradisional, disebabkan pondok Buntet ini terus mengkaji kitab- kitrab salafussholeh yang banyak mengupas seputar Al Quran, Hadits, Tafsir, Balaghoh, Ilmu gramatika bahasa Arab, serta karya- karya Akhlak ataupun tasawuf serta fiqh dari para ulama terdahulu.

Sekolah formal di Buntet Pesantren

  1. Perguruan Perawat Buntet Pesantren
  2. Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Mekanika Buntet Pesantren
  3. Madrasah Aliyah Negara( MAN)
  4. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Putera( MANU Putra)
  5. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Puteri( MANU Putri)
  6. Madrasah Tsanawiyah
  7. Nahdlatul Ulama Putra I( MTsNU Putra I)
  8. Madrasah Tsanawiyah
  9. Nahdlatul Ulama Putra II( MTsNU Putra II)
  10. Madrasah Ibtidaiyah
  11. Madrasah Diniyah
  12. Taman Kanak- Kanak
  1. Pondok Pesantren Apik Kaliwungu

Pondok pesantren APIK Kaliwungu merupakan pesantren yang familiar ditelinga warga Jawa Tengah. Peantren ini terletak di pusat kota Kaliwungu yaitu berdampingan dengan masjid besar Al-Muttaqin Kaliwungu.

Sistem pembelajaran yang dijalankan adalah dengan metode klasikal, yaitu metode yang menggunakan kitab klasik sebagai kajian utama. Seperti pengajian ilmu gramatikal bahasa arab, ilmu fikih, tafsir dan lain sebagainya.

Disamping pelajaran utama dengan sistem klasikal pesantren ini juga menerapkan sistem belajar berikut.

  1. Pengajian Wajib dengan sistem Bandongan

Dikatakan wajib karena setiap santri harus mengikuti pengajian kitab tersebut dikelasnya pada sore hari, adapun kitab yang dikaji disesuaikan dengan kelas dan tingkatannya masing-masing, dalam pengajian ini lebih memfokuskan pada ilmu alat yaitu Nahwu, dan ilmu Balaghoh untuk kelas yang lebih tinggi.

  1. Lalaran

Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari setiap Sabtu dan Selasa sebagai ganti pengajian wajib di kelas masing-masing, sedangkan yang dilalarkan adalah nadzom atau bait-bait yang harus dihafalkan di kelasnya masing-masing, yang hafalan tersebut menjadi syarat kenaikan kelas.

  1. Musyawaroh Pelajaran (Sistem Dialog)

Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing pada malam hari, materi yang dikaji adalah pelajaran yang sudah diajarkan dan esoknya pelajaran tersebut akan diteruskan. Kegiatan ini untuk membiasakan santri untuk memutuskan sesuatu dengan bermusyawaroh.

  1. Bahtsul Masaail

Bahtsul Masail Kubro merupakan kegiatan yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun dengan tujuan para santri dapat memutuskan masalah Waqi’ah (kekinian) yang terjadi di masyarakat.

  1. Pendidikan Psikologi

Kegiatan ini diikuti oleh santri yang sudah kelas tiga Aliyah dan sekaligus menjadi bekalnya dalam bermasyarakat, Karena sebagian besar santri yang sudah lulus dari MSMH langsung kembali kekomunitasnya masing-masing, meskipun tidak sedikit dari mereka yang melanjutkan pendidikannya.

  1. Pondok Pesantren Al-Fadhlu

Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadilah merupakan salah satu pesantren salaf yang sudah berusia sekitar 32 tahun, yang telah didirikan oleh KH. Dimyati Rois pada tanggal 10 Muharam 1405 atau bertepatan dengan bulan Juli 1985, yang terletak di Kp. Jagalan, Kutoharjo, Kaliwungu. Setelah kurun waktu yang cukup lama, KH. Dimyati Rois menjalani proses panjang yaitu menjadi santri dan belajar bersama sang kyai di beberapa pondok pesantren diantaranya Pondok Pesantren Lirboyo dan APIK Kaliwungu dengan mempelajari bermacam-macam kitab-kitab kuning yang berisi pengetahuan agama.

Fasilitas

Masjid, Asrama, Gedung Sekolah, Perpustakaan, Gudang, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, Ruang tamu, Kopontren, Klinik Kesehatan, Aula, Lapangan

  1. Pondok Pesantren Langitan Tuban

Jika kamu suka dengerin lagu-lagu sholawat tentunya tidak asing lagi dengan nama pesantren ini. Pasalnya selain melahirkan tokoh-tokoh yang kualitasnya melebihi rata-rata, seperti KH. Kholil Bangkalan Madura dan KH. Hasyim Asy’ari, KH. Syamsul Arifin (ayah KH. As’ad Syamsul Arifin) dan lain-lain, pesantren ini melahirkan banyak sekali munsyid dari grup qasidah Al-Muqtashida.

Pondok pesantren Langitan merupakan pondok pesantren tertua di Indonesia, yakni pada tahun 1852. Dalam pengajarannya pesantren ini menggunakan sistem tradisional ataupun klasikal. Dan yang perlu kamu jadiin pertimbangan adalah pendidikannya

Pendidikan

Adapun tingkat pendidikannya adalah mulai dari tingkat MI, MTs dan MA, masing-masing selama 3 tahun. Pondok Pesantren Langitan adalah ponpes salaf yang pendidikannya menganut sistem tradisional dan memfokuskan diri pada materi pelajaran ilmu-ilmu agama.

  1. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan

Selama kurang lebih 193 tahun, Pesantren Sidogiri hanya menggunakan sistem pengajian langsung kepada kiai atau pengasuh. Baru pada masa kepengasuhan K.H. Abdul Djalil, sejak 15 April 1938/14 Safar 1357, Pesantren Sidogiri resmi menerapkan sistem pendidikan Ma’hadiyyah dan Madrasiyyah.

Sistem madrasiyah diwujudkan dengan mendirikan Madrasah Miftahul Ulum (MMU), sedangkan sistem ma’hadiyah berupa kegiatan pendidikan dan pengajian santri siang maupun malam hari.

Selain hal di atas ada fakta yang menarik. Yaitu adanya badan usaha yang didirikan berupa BMT Maslahah yang sudah memiliki nasabah hingga 16.647 pada tahun 2017 dan memiliki aset Rp. 494 miliar.

Uniknya lagi, walaupun BMT ini lahir dari sebuah pesantren yang kental dengan faham agama yang bernafaskan NU tetapi tidak pandang agama dalam urusan keanggotaan BMT. Pengakuan pengurus bahwa ada diantara anggotanya merupakan pemeluk agama Hindu.

  1. Pondok Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Situbondo

Pondok Pesantren Salafiyah Safi’ iyah Sukorejo bertempat di Desa Sukorejo Kecamatan Banyuputih. Pesantren ini didirikan pada tahun 1914 oleh Kiai Syamsul Arifin. Pondok pesantren ini menempati areal seluas 11, 9 ha. Karakteristik khas pondok ini merupakan perpaduan antara sistem salaf serta modern. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’ iyah telah sangat tumbuh dengan jumlah santri mencapai kurang lebih 15000.

Para santri berasal dari seluruh Indonesia dan dari negara-negara tetangga seperti dari Singapura, Malasyia, serta Brunei Darussalam. Lembaga pembelajaran yang dibesarkan di pesantren ini mulai dari taman anak- anak hingga perguruan tinggi. Dikala ini pondok Pesantren Salafiyah Safi’ iyah di asuh oleh KHR. AHMAD AZZAIM IBRAHIMY.

Pendidikan

Lembaga Pembelajaran Agama

  1. Madrasah Ibtidaiyah( 1928)
  2. Madrasah Tsanawiyah( 1943)
  3. Madrasah Aliyah( 1958, awal mulanya bernama PGA, Pembelajaran Guru Agama)
  4. Ma’ hadul Qur’ an

Lembaga Pembelajaran Umum

  1. Sekolah Dasar( 1984)
  2. Sekolah Menengah Pertama( 1978)
  3. Sekolah Menengah Atas( 1983)
  4. Sekolah Menengah Ekonomi Atas( saat ini Sekolah Menengah Kejuruan(SMK))

Perguruan Tinggi

  1. Institut Agama Islam( 1968)
  2. Ma’ had Aly( 1990)
  3. Akademi Komputer serta Informatika( 2000)
  4. Perguruan Perikanan( 2001)
  5. Program Pascasarjana( 2003)
  6. Perguruan Kebidanan( 2008)
  1. Pondok Pesantren Al-Fithrah Surabaya

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah adalah lembaga pendidikan Islam yang lahir, tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, yang salah satu tujuannya adalah melestarikan dan mengembangkan akhlaqul karimah dan nilai-nilai amaliah salafush sholeh.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi dan informasi, serta guna memberikan landasan yang kuat dengan didikan yang akhlaqul karimah, maka dalam hidup dan kehidupan ini, pendidikan -khususnya agama Islam- dan tatanan hidup yang akhlaqul karimah sangat diperlukan untuk membentengi dan melindungi diri, keluarga khususnya anak – anak.

Pendidikan

  1. Pendidikan Diniyah Formal

Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha Al Fithrah

Pendidikan Diniyah Formal Ulya

Ma’had Aly Al Fithrah

  1. Pendidikan Formal

Raudhatul Athfal (RA/TK) Al Fithrah

Madrasan Ibtida’iyah (MI) Al Fithrah

STAI AL Fitrah

  1. Pendidikan Diniyah Non Formal

Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Fithrah

Taman Pendidikan Al Qur’an (Tpq) Al Fithrah

  1. Pendidikan Khusus
  2. Taman Pendidikan Al-Qur’an
  1. Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak

Nama FUTUHIYYAH pertama digagas oleh KH. Muslih. Kata Futuhiyyah secara harfi’ah berasal dari kata dasar ( فثح ) fataha yang berarti membuka. Nama ini sendiri baru muncul pada sekitar tahun 1927 M.Kemudian resmi digunakan sebagai nama dari pondok pesantren yang saatini diasuh oleh KH. Muhammad Hanif Muslih, Lc.

Sebelum KH. Muslih wafat, beliau sempat pula memperbaiki manajemen Pesantren Futuhiyyah dengan membentuk Badan Penyelenggaraan Pesantren Futuhiyyah, termasuk madrasah dan sekolah, dengan bentuk yayasan. Adapun kegiatan pendidikan yang dikelola Pesantren Futuhiyyah meliputi pendidikan keagamaan dan umum, pendidikan itu antara lain sebagai berikut:

  1. Taman Pendidikan al-Quran (TPA);
  2. Taman Kanak-Kanak (TK) masyitoh;
  3. Madrasah Ibtidaiyah (MI);
  4. Madrasah Tsanawiyah 1 (MTS 1) (putra) dan MTS 2 (putri);
  5. Madrasah Aliyah 1 (MA 1) (putra) dan MA 2 (putri);
  6. Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP);
  7. Sekolah Menengah Umum (SMU);
  8. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
  9. Ma’had Aly Nurul Burhany (Perguruan tinggi)

Sebagai pesantren yang menggunakan antara ciri salaf dan khalaf, Pesantren Futuhiyyah masih tetap mempertahankan ciri khas pesantren salaf. Ciri khas itu antara lain pengajian kitab-kitab kuning dengan metode sorogan atau bandongan dan secara garis besar, kegiatan Pesantren Futuhiyyah dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Pengajian al-Quran bin nadzordan bil ghoib.
  2. Pengajian kitab kuning.
  3. Muhadhorodan Madrasah Diniyah Salafiyah Futuhiyyah (MDSF).
  4. Ta’limul khitobah
  5. Maulid diba’ al-barzanjidan simthudduror.
  6. Manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani r.a.
  7. Ziarah kubur masyasyih.
  8. Pelatihan organisasi (ASSIFA).
  9. Pengajian Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqsyabandiyyah.
  1. Pondok Pesantren Darunnajah

Pesantren Darunnajah merupakan lembaga pembelajaran Islam swasta yang dirintis semenjak tahun 1942. Pesantren ini didirikan pada 1 April 1974 oleh( Alm) KH. Abdul Manaf Mukhayyar serta 2 rekannya ( Alm) KH. Qomaruzzaman serta KH. Mahrus Amin.

Pesantren Darunnajah terletak di Jalur Ulujami Raya, no 86, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. Pesantren ini mempraktikkan sistem kurikulum yang terpadu, pembelajaran berasrama dan pengajaran bahasa Arab serta Inggris secara intensif.

  1. Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

Pesantren Nurul Jadid didirikan pada tahun 1950 oleh KH. Zaini Munim. Pesantren ini terletak di Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa timur.

Zaini Munim tiba ke desa Karanganyar sesungguhnya bukan buat mendirikan pesantren, tetapi buat mengisolir diri dari kekejaman kolonial Belanda. Tetapi, isyarat dari KH. Hasan Sepuh Genggong membuat ia membuka mata serta kesimpulannya mendirikan pondok di daerah ini.

  1. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Madura

Pesantren Darul Ulum Banyuanyar didirikan pada tahun 1787 oleh KH. Itsbat bin Ishaq. Pesantren ini terhitung pesantren tertua di Madura. Pesantren ini didirikan diatas sebidang tanah yang kecil serta gersang yang setelah itu disebut dengan“ Banyuanyar”.

Penamaan“ Banyuanyar” ini atas dasar temuan sumber mata air yang lumayan basar oleh KH. Itsbat yang tidak pernah surut hingga saat ini. Sesudah KH. Itsbat meninggal, ia maninggalkan amanah supaya posisi pesantren kecilnya dibesarkan jadi Pondok Pesantren yang representatif serta sanggup menjawab seluruh tantangan jaman.

  1. Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang

Pondok Pesantren Darul‘ Ulum didirikan oleh Kyai Haji Tamim Irsyad dibantu Kyai Haji Cholil selaku mitra kerja dan sekalian menantunya pada tahun 1885 M.

Pondok Pesantren ini didirikan bermula dari kehadiran Kyai Haji Tamim Irsyad dari Bangkalan, Madura ke Desa Rejoso. Ia merupakan murid Kyai Haji Cholil Bangkalan.

Pondok Pesantren Darul‘ Ulum ialah sesuatu badan pembelajaran islam dengan deretan gedung yang berdiri kuat dihamparan tanah seluas kurang lebih 42, 5 hektare serta berlokasi di desa Rejoso, kecamatan Peterongan, Jombang.

Bersamaan dengan berjalannya waktu, santri yang berdatangan menimba ilmu terus menjadi banyak serta beragam. Realitas tersebut sudah mendorong Pondok Pesantren Darul‘ Ulum( Rejoso) sebagian kali sudah melaksanakan pergantian kebijakan yang berkaitan dengan pembelajaran.

Sebagaimana pesantren- pesantren pada era pendiriannya, sistem pengajaran awal yang digunakan merupakan metode sorogan( santri membaca sendiri materi pelajaran kitab kuning di hadapan guru), dan tata cara weton ataupun bandongan ataupun halqah( kyai membaca kitab serta santri berikan arti).

  1. Perguruan Thawalib , Padang Panjang

Perguruan Thawalib Jauh sebelum tahun 1900, di bawah asuhan Syekh Abdullah Ahmad telah mengawali pendidikannya dengan sistem halaqah bertempat di Surau Jembatan Besi Padang Panjang.

Pada tahun 1911, DR. H. Abdul Karim Amarullah, seseorang ulama besar yang baru kembali belajar dari Mekkah yang diketahui dengan istilah Inyiak Rasul (ayah Alm. Buya HAMKA) mengganti sistem belajar dari halaqah jadi klasikal.

Pada tahun 1926 dibawah pimpinan Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim, dibentuk lokal belajar di jalan Lubuk Mata Kucing( Kampus Thawalib Putra saat ini).

Mulai tahun 1959 Perguruan Thawalib dipimpin oleh H. Mawardy Muhammad, serta pada tahun 1974 membuka Perguruan Tinggi Fakultas Dakwah serta Publisistik, Fakultas Syari’ ah wal Qanun bersama- sama dengan Profesor. DR. KH. Zainal Abidin Ahmad( Alumni Thawalib, mantan Pimpinan Parlemen RI, Wartawan serta Pengarang).

Setelah itu Perguruan Thawalib dipimpin oleh murid- murid H. Mawardy Muhammad; Drs. H. Abbas Arief, H. Djawarnis, Lc. Profesor. DR. Sirajuddin Zar( mantan Rektor IAIN Imam Bonjol), Profesor. DR. H. Tamrin Kamal, MS. Firdaus Tamin, BA.

  1. Pondok Pesantren Gontor

pondok Pesantren Gontor berdiri pada 10 April 1926 di Ponorogo, Jawa Timur. Pondok ini didirikan oleh 3 bersaudara putra Kiai Santoso Anom Besari, ialah KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie serta KH Imam Imam Zarkasy yang setelah itu diketahui dengan sebutan Trimurti.

Pondok Pesantren Gontor ialah pelopor serta inovator pesantren modern, yang tadinya bernama Ponpes Darussalam Gontor. Pesantren modern ini yang termotivasi dari Sir Syed Ahmad Khan founder Aligarh Muslim University, India yang melaksanakan modernisasi pembelajaran Islam.

Sistem yang dipakai di Pondok Modern Gontor berjalan dengan baik serta sangat sukses. Sebab hal itu, disaat ini banyak pesantren- pesantren di Indonesia mempraktikkan sistem yang sama dengan yang di gunakan Pondok Gontor.

Pondok ini mempunyai karakteristik khas yakni mempraktikkan kedisiplinan yang besar serta pembiasaan dalam mengucap bahasa Arab serta Inggris buat digunakan dalam bahasa tiap hari. Tidak hanya itu kerapihan menggunakan baju serta selalu mengenakan dasi disaat bersekolah juga menggambarkan karakteristik khasnya.

Pada awal mulanya Pondok Pesantren ini cuma mempunyai satu wadah pembelajaran yakni Tarbiyatul Athfal( setingkat dengan taman kanak- kanak). Sekian banyak tahun setelah itu Pondok ini mendirikan Kulliyatul Mu’ alimin Al- Islamiah( KMI) yang setara dengan Sekolah Menengah, disusul dengan Institut Studi Islam Darussalam( ISID).

  1. Pondok Pesantren Roudhatuth Tholibin Rembang

pondok pesantren Gus Mus

Pondok Pesantren (PP) Raudlatut Tholibin adalah satu di antara beberapa pesantren yang ada di Rembang. PP ini didirikan oleh KH Bisri Musthofa, ketika beliau menginjak usia relatif muda, sekitar 30 tahun ebelum mendirikan PP, Bisri “muda” telah melanglang Indonesia, mondok dari satu pesantren ke pesantren yang lain. Obsesinya untuk mendirikan PP setelah memiliki bekal ilmu agama yang cukup, dimotivasi oleh sebuah keinginan luhur yakni memberdayakan masyarakat setempat melalui pendidikan agama.

Semboyan hidup yang selalu tertanam di sanubarinya ialah li i’lai kalimatillah. KH Bisri menikah dengan salah seorang putri pengasuh PP Lasem Rembang. Dalam usia 63 tahun KH Bisri wafat, sehingga tingkat estafet kepemimpinan diturunkan kepada putra tertua, yakni KH Cholil Bisri, dibantu KH Musthofa Bisri, seorang ulama sekaligus budayawan terkenal. Masyarakat dan Potensi Wilayah PP Raudlatut Tholibin berada di desa Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasi PP berada di antara rumah-rumah penduduk dan dekat dengan pusat pemerintahan kabupaten Rembang

  1. Pondok Pesantren Musthofawiyyah, Purba Baru, Sumetera Utara

pondok pesantren purba baru

Pesantren ini ialah salah satu pesantren yang lengkap fasilitas pembelajaran formalnya Pesantren ini memiliki lembaga pembelajaran dari TK hingga perguruan tinggi dengan bermacam jurusan baik di bidang sains kayak kesehatan( STIKES) serta teknologi informasi( STT Nurul Jadid). Di pesantren ini pula ada ma’ had aly serta tahfidz Al- Quran.

Pesantren Musthafawiyah didirikan pada 12 November 1912, oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al- Mandaily. Pondok pesantren ini biasanya disebut dengan Pondok pesantren Purba Baru yang terletak di Desa Tanobato, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.