Kang Santri

Catatan Kang Santri

Macam-Macam Zakat, Niat Dan Ketentuannya.

Home Catatan Fikih Ekonomi Panduan Macam-Macam Zakat, Niat Dan Ketentuannya.

Zakat merupakan rukun Islam ketiga setelah syahadat dan shalat yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Zakat memiliki ketentuan-ketentuan yang harus dimengerti oleh setiap muslim sama halnya seperti shalat dan puasa.

Karena perkembangan zaman pada era industri ini, sumber penghasilan tidak hanya berkutat pada sektor pertanian dan juga peternakan. Sehingga ada potensi-potensi untuk pengambilan zakat dari berbagai profesi. Berawal dari inilah macam-macam zakat muncul sehingga mulailah ada khazanah keilmuan yang bersifat aplikatif tentang pemanfaatan dana yang bersumber dari zakat infaq dan sedekah.

Kewajiban seseorang mengenai hal tersebut karena mengetahui tentang rukun Islam dan rukun Iman merupakan ilmu khal, seperti yang dijelaskan dalam kitab Ta’limul Muta’alim.

Kewajiban tersebut antara lain mengetahui ketentuan-ketentuan zakat fitrah dan zakat mal. Untuk mengetahui hal tersebut mari kita simak pembahasan berikut.

macam-macam zakat

Pengertian Zakat

Zakat secara etimologi adalah suci, tubuh, tambah, dan berkah. Pengertian zakat dengan arti tersebut bisa kita lihat di QS. At-Taubah 103, Ar-Rum 39, Al-baqarah 276. Sedangkan zakat secara terminologi secara garis besar adalah mengeluarkan sebagian harta sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dengan persyaratan-persyaratan tertentu untuk diberikan kepada mustahiq sesuai dengan ketentuan hukum Islam.

Zakat diwajibkan bagi orang muslim (yang sesuai dengan syarat) berdasarkan firman Allah diantaranya adalah QS. At-Taubah 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ  إِنَّ صَلاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (١٠٣)

Artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan *dan mensucikan** mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.(At-Taubah :103)

*Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda.

**Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

Walaupun sama-sama mengeluarkan harta untuk ibadah, zakat memiliki perbedaan dengan infaq dan sedekah. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Zakat adalah kewajiban harta yang spesifik, memiliki syarat tertentu, alokasi tertentu dan waktu tertentu dan ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan oleh syariat Islam.
  • Infaq ialah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat, disamping ada yang wajib dan sunnah.
  • Shadaqah memiliki ma’na yang lebih luas dapat berarti infaq, zakat atau kebaikan non materi.

Sejarah Diwajibkannya Zakat

Pada masa pra Islam (zaman jahiliyah) telah berlaku peraturan tentang kewajiban mengeluarkan zakat sebesar 10% untuk harta tertentu seperti unta, sapi, kambing. Akan tetapi niat dari mengeluarkan harta seperti zakat tersebut bukan karena Allah semata, akan tetapi ada yang diberikan untuk persembahan berhala-berhala.

Pemberlakuan peraturan tersebut telah ditegaskan dalam Al-Qur’an QS. Al-An’am ayat 136.

وَجَعَلُوا لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ الْحَرْثِ وَالْأَنْعَامِ نَصِيبًا فَقَالُوا هَذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَذَا لِشُرَكَائِنَا فَمَا كَانَ لِشُرَكَائِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى اللَّهِ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَى شُرَكَائِهِمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ 

Artinya: Dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, Maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka***. Amat buruklah ketetapan mereka itu.

***Menurut yang Diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan binatang ternak yang mereka peruntukkan bagi Allah, mereka pergunakan untuk memberi makanan orang-orang fakir, orang-orang miskin, dan berbagai amal sosial, dan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala diberikan kepada penjaga berhala itu. apa yang disediakan untuk berhala-berhala tidak dapat diberikan kepada fakir miskin, dan amal sosial sedang sebahagian yang disediakan untuk Allah (fakir miskin dan amal sosial) dapat diberikan kepada berhala-berhala itu. kebiasaan yang seperti ini Amat dikutuk Allah.

Kemudian pada masa kerasulan Nabi Muhammad sebelum hijrah ke Madinah telah diwajibkan membayar zakat bagi orang muslim. Namun kewajiban tersebut belum dirinci secara detail  mengenai bagaimana ketentuan, macam-macam zakat dan syarat rukunnya.

Setelah dua tahun hijrah barulah kewajiban zakat fitrah dan zakat mal tersebut diperjelas dengan rincian-rincian yang detail. Meliputi harta yang wajib dizakati, nishob, penerima dan waktu beserta cara mengelolanya.

Macam-Macam Zakat

Zakat hanya memiliki dua macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Dinamakan zakat fitrah karena zakat tersebut bertujuan untuk membersihkan jiwa dan juga dikeluarkan pada saat hari raya idul fitri. Dan dinamakan zakat mal karena bertujuan untuk mensucikan harta kekayaan milik seseorang seperti yang dijelaskan dalam QS. At-Taubah 103.

Zakat Fitrah

Zakat fitrah menurut Syaikh Waki’ Bin Jarah seperti sujud sahwi ketika shalat, yaitu menambal kekurangan-kekurangan pada saat shalat. Begitupula dengan zakat fitrah. Jika seseorang telah mengeluarkan zakat fitrah maka puasa ramadhan satu bulan telah sempurna.

Zakat fitrah merupakan sedekah wajib yang dikeluarkan mulai awal ramadhan sampai saat sebelum khatib khutbah untuk shalat idul fitri. Ketentuan zakat fitrah tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bergama Islam.
  2. Waktu pelaksanaannya adalah pada saat terbenamnya matahari di akhir bulan ramadhan sampai sebelum khutbah idul fitri.
  3. Zakat yang dikeluarkan berupa makanan pokok negara/wilayah setempat. Jika makanan setempat berupa beras, maka itulah zakatnya dengan jumlah 2,5 kg.

Macam-Macam Zakat Mal

zakat mal

Pada dasarnya zakat diwajibkan kepada semua orang muslim untuk mensucikan setiap harta bendanya yang dihasilkan dari usaha atau rizki dari Allah meliputi jenis usaha yang baik-baik. Sumber zakat  meliputi pertanian, peternakan, perdagangan, emas perak, hasil tambang.

عن سعيد ابن ابي بردة عن ابيه عن جده عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : على كل مسلم صدقة (رواه البخاري)

Dari Said bin Abi burdah, dari bapaknya, dari kakeknya, dari nabi bersabda: wajib bagi muslim untuk sedekah (zakat) (HR. Al-Bukhari No. 1445)

Macam-Macam dan Syarat Zakat Mal

Bagi orang-orang yang memenuhi kriteria berikut diwajibkan membayar zakat sebagai bukti ketaatan kepada Allah dan untuk mensucikan harta.

  1. Beragama Islam dan Merdeka (bukan hamba sahaya)
  2. Hartanya merupakan milik pribadi dan menjadi hak penuh pemiliknya
  3. Sampai nisabnya (jumlah minimum yang dikenakan zakat)
  4. Harta tersebut telah dimiliki genap satu tahun

Zakat Profesi

zakat profesi

Setelah berkembangnya zaman, sumber pendapatan seseorang semakin bervariasi. Sumber pendapatan ini tidak banyak dibahas oleh ulama salaf. Pada saat itu sumber pendapatan yang populer hanya perdagangan, pertanian dan peternakan sehingga mendapatkan porsi pembahasan lebih banyak dan sangat memadai.

Hasil dari profesi (dokter, penulis, dosen, jurnalis, dll), ahli (Arsitek, advokat), jasa dan lain sebagainya. Sehingga dari perkembangan tersebut muncul hukum tentang pengambilan zakat terhadap profesi.

Pengambilan zakat profesi yang bersifat kontemporer tersebut berasal dari firman Allah QS. Al-Baqarah ayat 267.

أنفقوا من طيبات ما كسبتم

“…nafkahkanlah sebahagian dari hasil usahamu –apapun profesinya — yang baik-baik…”  Ini menunjukkan bahwa semua rizqi yg diusahakan atau didapat secara baik dan halal, apapun profesi atau pekerjaannya, hukumnya wajib dibayar zakatnya. Pembahasan selengkapnya kami sampaikan dikesempatan lain waktu.

Harta Yang Wajib Dizakati

Setiap harta yang dimiliki manusia merupakan rizqi dari Allah untuk kelangsungan hidup makhluknya. Harta tersebut wajib disucikan dari kotoran-kotoran yang berasal dari cara mendapatkan rizqi. Jika seorang pedagang wajib mengeluarkan zakat karena cara mendapatkan rizqi kadang dengan cara yang tidak benar.

Harta yang wajib dizakati tersebut antara lain : emas, perak, unta, sapi, kerbau, kambing, domba, hasil pertanian, uang kontan, perdagangan. Semua harta tersebut memiliki nishob yang berbeda-beda. Penetapan nishob tersebut sesuai dengan petunjuk Nabi melalui haditsnya. Berikut ini nishob dari masing-masing harta yang wajib dizakati.

Nishob Zakat

Emas 94 gram
Perak 672 gram
Perdagangan 94 gram
Tabungan 94 gram
Pertanian 520 Kg

Niat Zakat

Niat merupakan tolak  ukur diterimanya suatu amal perbuatan seperti dalam  hadits yang masyhur yang diriwayatkan oleh 6 pemilik kitab hadits dari riwayat Umar bin Al-Khattab. Zakat juga merupakam ibadah yang bias diterima di sisi Allah dengan syarat harus ada niat yang benar. Berikut ini niat zakat :

Niat Zakat Fitrah

نَوَيْتُ عَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الْفِطْرِ لِنَفْسِيْ فَرْضاً لله تعالى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri linafsi fardho lilla ta’ala

“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya, fardhu, lillahi ta’ala.

Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Penerima zakat adalah asnaf yang jumlahnya ada delapan kelompok yang telah dijelaskan secara detail dalam QS. At-Taubah ayat 60.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. At-Taubah : 60).

Lembaga amil zakat mempunyai tugas untuk menyampaikan zakat dari muzakki kepada orang-orang yang tepat, sehingga bisa dimaksimalkan untuk kemaslahatan ummat. Salah satu dari lembaga amil zakat adalah nu care atau lazizmu yang siap menampung dan membagikan zakat kalian.

Demikian pembahasan pada kali ini yang berjudul “macam-macam zakat, niat dan ketentuannya”. Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat dan memberikan keberkahan. Wassalamualaikum….

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019 Kang Santri.