Waktu Yang Diharamkan Shalat

Waktu yang dilarang Shalat
Foto:Pinterest

Waktu Yang Diharamkan Shalat

Shalat-merupakan cara terbaik untuk berkomukikasi dengan Allah sesuai dengan anjuran nabi. Sebagaimana sabda nabi shalat merupakan tiang agama, jika seseorang baik dalam shalatnya maka baik pula agamanya. Begitu pula sebaliknya.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa shalat harus dilakukan pada waktunya dan tidak diperbolehkan pada waktu yang diharamkan shalat.

Shalat sunnah (selain shalat fardhu) mempunyai dapat dikategorikan menjadi dua kategori. Yaitu yang berkaitan dengan waktu dan yang berkaitan dengan sebab.

Dalam hal ini shalat yang berkaitan dengan waktu harus dilaksanakan pada saat waktu yang ditentukan. Jika tidak dilaksanakan pada waktunya maka tidak sah dan bisa jadi shalat tersebut menjadi haram.

Shalat sunnah yang berkaitan dengan waktu ini diantaranya adalah shalat sunnah dhuha, tahajud, tarawih, idul fitri dan juga idul adha. Sedangkan yang berkaitan dengan sebab diantaranya adalah shalat jenazah, shalat istikharah, shalat istisqa dan shalat gerhana karena dibarengi dengan sebab-sebab tertentu.

Syekh ‘Abdurrahman bin Muhammad ‘Audh Al-Jaziri dalam bukunya menegaskan hal itu:

أما الصلاة التي لها سبب متقدم عليها كتحية المسجد وسنة الوضوء، وركعتي الطواف، فإنها تصح بدون كراهة في هذه الأوقات لوجود سببها المتقدم، وهو الطواف، والوضوء، ودخول المسجد، وكذا الصلاة التي لها سبب مقارن، كصلاة الاستسقاء، والكسوف، فإنها تصح بدون كراهة أيضاً لوجود سببها المقارن، وهو القحط، وتغيب الشمس؛ أما الصلاة التي لها سبب متأخر كصلاة الاستخارة والتوبة، فإنها لا تنعقد لتأخير سببها

Artinya, shalat sunah yang memiliki sebab mutaqaddim (sebab yang mendahului), seperti shalat tahiyatul masjid, shalat sunah wudlu, dan dua rakaat thawaf, adalah sah tanpa makruh dilakukan pada waktu-waktu terlarang, karena adanya sebab yang mendahului, yaitu thawaf, wudlu, dan masuk masjid.

Demikian pula shalat yang memiliki sebab muqarin (sebab yang membarengi), seperti shalat istisqa dan shalat kusuf atau gerhana, juga sah dilakukan pada waktu terlarang karena ada sebab yang menyertai, yaitu kekeringan dan menghilangnya matahari.

Sementara shalat sunah yang memiliki sebab mutaakhir (sebab yang muncul belakangan), seperti shalat sunat istikharah dan shalat sunah tobat tidak sah karena belakangannya sebab,” (Lihat Syekh Abdurrahman Al-Jaziri, Al-Fiqhu ‘ala Madzahibil Arba‘ah, Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, cetakan kedua, 2003 M, juz I, halaman 336).

Waktu-waktu yang dilarang untuk shalat karena tidak sesuai dengan alasan tersebut di atas dibagi menjadi lima waktu.

  1. Setelah shalat subuh hingga terbit matahari

Rasulullah melarang orang melaksanakan shalat setelah melaksanakan shalat subuh, hal ini karena pada waktu tersebut adalah waktu orang-orang kafir melakukan penyembahan kepada selain Allah dan nabi menyebutkan waktu tersebut merupakan munculnya matahari diantara dua tanduk syetan.

فعن ابي سعيد أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : لا صلاة بعد صلاة العصر حتى تغرب الشمس , ولا صلاة بعد صلاة الفجر حتى تطلع الشمس ” رواه البخاري ومسلم.

“Dari Abi Said bahwa nabi SAW. Bersabda” jangan shalat setelah shalat ashar sampai matahari terbenam, dan jangan shalat setelah shalat subuh sampai matahari terbit” HR. Bukhari Muslim.

  1. Saat matahari terbit hingga kira-kira satu tombak

Dalam satu penjelasan mengatakan bahwa yang dimaksud satu tombak adalah jika bayangan suatu benda sudah mencapai tujuh kali dari benda tersebut. Waktu ini pula dimulainya diperbolehkan melakukan shalat dhuha.

  1. Saat matahari tepat di atas langit dan tegak lurus, sehingga tidak ada bayangan ke timur.

Waktu ini juga dinamakan waktu istiwa’. Waktu istiwa’ tidak diperbolehkkan untuk melaksanakan shalat kecuali shalat jum’at. Perlu diketahui bahwa waktu istiwa’ ini sangat singkat sehingga perlu kehati—hatian untuk mendeteksi waktu istiwa’jika belum memasuki waktu dhuhur dan anda sudam melaksanakannya maka wajib untuk diulangi.

  1. Saat matahari terbenam dan berwarnaa kkekuningan hingga tersebanm sempurna

  2. Setelah shalat ashar sampai terbenamnnya matahari

Telah disebbutkann diawal mmenngenai larangann nabi unntuk tidak melakukan shalat  setelahh shalat ashar karena padda saat  itu orang-orang kafir melakukan sujjud kepada tuhan mmereka, dan waktu inni diibaratkan nabi  seperti diujungg tanduk syaitan.

Dengan demikian bagi anda  yang  hendak melaksanakan shalat sunnah  diharapkan memperhatikan waktu shalat ini supaya dalam melaksanakan shalat mendapat ridho dan diterima oleh Allah SWT. Allahu A’lam.

Tinggalkan komentar