Shalat Sunnah, manfaat dan niat sholat sunnah

Sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

Shalat sunnah, manfaat dan niat shalat sunnah

Shalat sunah mempunyai manfaat, tatacara, niat dan keutamaan masing-masing. Shalat sunnah sendiri adalah shalat selain shalat maktubah yang lima waktu, yaitu subuh, dhuhur, ashar, maghrib dan isya’. Shalat sunnah merupakan pelengkap ataupun penyempurna dari shalat wajib, jika kita melakukan shalat sunah dan masih ada kekurangan semisal kurang khusyuk maka shalat sunah bias menyempurnakan shalat kita tersebut.

Rasulullah memerintahkan kita untuk menjaga shalat sunnah dalam hal ini shalat rawatib, yaitu shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat wajib.

Dalam pelaksanaan sholat sunnah qabliyah (sebelum) dan ba’diyah (sesudah) shalat maktubah disunahkan untk melaksanakannya dirumah karena lebih dianjurkan oleh Rasul. Menurut Imam Nawawi hal demikian karena untuk menjauhi dari riya’ dan menyebabkan rumah diberi rahmat. sesuai dengan sabda nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Zaid bin Tsabit

ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : صلاة المرء في بيته أفضل من صلاته في مسجدي هذا الا المكتوبة

“ Bahwa Nabi SAW. Bersabda, shalat seseorang dirumahnya lebih diutamakan daripada shalatnya di masjidku kecuali shalat maktubah”

Pada dasarnya shalat sunnah itu banyak sekali macam dan jumlahnya, Tapi dapat ditinjau dari dua segi, yaitu pelaksanaan dan waktunya. Dari segi pelaksanaanya dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu yang disunnahkan dilakukan secaraberjamaah dan tidak. Seperti disunnahkannya shalat sunah idul fitri dan idul adha, tidak disunnahkannya shalat tahiyyatal masjid.

Dari segi waktunya  shalat sunah dibagi menjadi shalat rawatib dan ghairu rawatib. Shalat sunnah rawatib adalah semua shalat yang dikerjakan sebelum maupun sesudah shalat fardhu. Jika shalat sunnah itu dikerjakan sebelum mengerjakan shalat fardhu, maka disebut shalat qabliyah, sedangkan apabila dikerjakan sesudah shalat fardhu disebut shalat bakdiyah.

Manfaat shalat sunnah

Shalat merupakan amalan yang paling pertama kali dihisab oleh allah SWT. Manfaat ataupun keutamaan shalat sunnah sangat istimewa diantaranya adalah sebagai berikut:

pertama,akan menutupi kekurangan shalat wajib

(إنَّ أول ما يسأل عنه العبد يوم القيامة من عمله الصلاة ، فإن تقبلت منه صلاة تقبل منه سائرعمله ( رواه الترمذي

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di harikiamat nanti adalah shalat. Jika shalatnya diterima maka diterima pula amalan-amalan yang lainnya. (HR. At-Tirmidzi)

Kedua, dihapuskan dosa dan ditinggikan derajatnya

Begitu agungnya shalat sehingga menjadi tolak ukur keislaman dan keimanan seseorang. Seberapa patuh dan taqwanya seseorang bias dilihat dari shalatnya.

الصلاة عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين فمن تركها فقد هدم الدين

Ketiga, Shalat adalah sebaikbaik amalan

Dalam QS. Al-Ankabut : 45 Allah menyebutkan bahwa Shalat lebih besar keutamaan-keutamaannya disbanding dengan ibadah yang lain. Dengan kata lain shalat adalah sebaik-baik amalan yang diperintahkan Allah untuk manusia.

Keempat, Mencegah dari perbuatan keji dan mungkar

Jika seseorang telah menjalankan dan merenungi arti shalat secara sempurna, maka akan tercegah dari perbuatan keji dan mungkar. Hal ini telah ditegaskan oleh Allah dalam QS. Al-Ankabut : 45

ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكرالله اكبر

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).

Kelima, Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ. قَالَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ فَمَا بَرِحْتُ أُصَلِّيهِنَّ بَعْدُ

 

Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.”

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat sunnah rawatib, sehingga Imam an-Nawawi mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama dalam bab: keutamaan shalat sunnah rawatib (yang dikerjakan) bersama shalat wajib (yang lima waktu), dalam kitab beliau Riyadhus Shaalihiin.

Selain manfaat tersebut tiap-tiap shalat sunnah terdapat keistimewaan sendiri. Dalam tulisan selanjutnya saya akan menjelaskan mengenai manfaat dan keistimewaan tiap-tiap shalat sunnah.

Shalat sunnah sebelum shalat wajib (Qobliyah)

Shalat sunnah sebelum shalat wajib atau yang disebut dengan shalat sunnah qabliyah adalah shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalatwajib. Semua shalat wajib disunnahkan didahului dengan shalat qabliyah.

Berbeda dengan setelah shalat tidak semua setelah shalat wajib terdapat shalat sunnah seperti sehabis ashar dan subuh. Dalam beberapa hadis mengatakan bahwa bilangan untuk shalat sunnah iniberbeda-beda. Rasulullahbersabda

,

بين كل اذانين صلاة بين كل اذانين صلاة لمن شاء

“Diantaraadzan dan iqamahterdapatshalat sunnah bagi yang maumelaksanakannya”.

Manfaat shalat sunah sebelum shalat wajib

Dalam banyak hadits yang diriwayatkan bahwa shalat qabliyah mempunyai banyak sekali manfaatnya. Seperti yang sudah saya sampaikan di atas bahwa setiap shalat sunnah mempunyai keistimewaan sendiri.

Manfaat / fadhilah shalat sunnah fajar / qabliyah subuh

Ada beberapa hadits yang menyebutkan manfaat dan keutamaan yang didapat jika kita melaksanakan shalat sunnah fajar, diantaranya adalah lebih dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan isinya.

عن عائشة عن النبي صلى الله عليه وسلم في ركعتين قبل صلاة الفجر , قال : “هما احب الي من الدنيا جميعا ” رواه أحمد ومسلم والترمذي

“Dari Aisyah R.A dari nabi dalam dua rakaat sebelum shalat fajar nabi bersabda “dua rakaat sebelum subuh lebih aku cintai dari pada dunia semuanya” HR. Ahmad, Muslim dan Turmudzi.

وعنها ان النبي صلى الله عليه وسلم قال : “ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها ” رواه أحمد ومسلم والترمذي و النسائي

“Dari Aisyah R.A bahwa nabi SAW. bersabda dua rakaat fajar lebih baik dari pada dunia dan isinya” HR. Ahmad, Muslim, Turmudzi dan Nasa’i.

Manfaat / fadhilah shalat qabliyah dhuhur

Diantara fadhilah shalat qabliyah dhuhur adalah amal shaleh yang sedang dilakukan berupa shalat sunnah akan langsung diangkat ke langit untuk disampaikan kepada Allah.

عن ابي ايوب الانصاري انه كان يصلي اربع ركعات قبل الظهر فقيل له إنك تدوم هذه الصلاة ؟ فقال : اني رئيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يفعله , فسئلته فقال : إنها ساعة تفتح فيها ابواب السماء , فاحببت ان يرفع لي فيها عمل صالح ” رواه احمد

“Dari Abi Ayyub Al-Anshory bahwa dia shalat empat rakaat sebelum dhuhur, kemudia dia ditanya apakah kamu merutinkan sholat tersebut? Kemudian dia menjawab “bahwa saya melihat Rasulullah melakukan hal demikian dan aku bertanya, kemudia Rasulullah menjawab bahwa waktu tersebut sedang dibukanya pintu langit dan Rasulullah menyukainya (melaksanakan shalat empat rakaat sebelum dhuhur) karena waktu tersebut diangkatnya amal shaleh ke langit”.

Manfaat / fadhilah shalat qabliyah ashar

Mendapatkan rahmat Allah merupakan tujuan setiap hamba. Salah satu cara untuk mencapai rahmat Allah adalah adalah dengan melakukan shalat sunnah qabliyah ashar. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad

عن ابن عمر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” رحم الله امرأ صلى قبل العصر اربعا ” رواه احمد وابو داود والترمذي

“Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW. bersabda, Allah memberi rahmat kepada orang yang melakukan shalat qabliyah ashar empat rakaat. HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi.

Niat shalat sunah sebelum shalat wajib

أصلي سنة قبلية الظهري . العصري . المغرب . العشاء . الصبح . ركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

USHOLLI SUNNATAN QABLIYATA DHUHRI / ASHARI / MAGHRIBI / ISYA’I / SUBHI RAK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAHI TA’ALA

“Saya niat shalat sunnah sebelum dhuhur / ashar/ maghribi /isya’i / subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Shalat sunah setelah shalat wajib (Ba’diyah)

Shalat sunnah setelah shalat wajib atau shalat qabliyah terdapat beberapa ketentuan dan anjuran-anjuran yang disampaikan oleh Rasulullah. Diantara shalat sunnah ba’diyah ada yang termasuk sunnah muakkad dan ghairu muakkad. Secara sederhana sholat sunnah muakkad adalah sunnah yang sangat dianjurkan sedangkan yang ghairu muakkad tidak demikian. Akan tetapi tidak semua shalat wajib mempunyai kesunahan melaksanakan shalat setelahnya seperti sehabis subuh dan ashar tidak boleh dan diharamkan melaksanakannya.

Niat shalat sunah setelah shalat wajib

أصلي سنة بعدية الظهري . المغرب . العشاء . ركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

USHOLLI SUNNATAN BAKDIYATA DHUHRI / MAGHRIBI / ISYA’I RAK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAHI TA’ALA

“Saya niat shalat sunnah sesudah dhuhur / maghribi /isya’i dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Shalat sunah dhuha

Shalat dhuha adalah shalat yang dilaksanakan pada saat pagi hari. Waktu tersebut adalah ketika matahari sudah setinggi tombak (maksudnya kurang lebih adalah tujuh kali bayangan dari suatu benda) sampai mendekati waktu zawal (tergelincirnya matahari ke arah barat).

Waktu shalat dhuha dibagi menjadi dua waktu yang sama-sama bagus untuk melaksanakannya.

  1. Awal waktu

Seperti yang saya singgung diatas adalah awal waktu shalat dhuha dimulai ketika matahari sudah naik sekitar 15 menit sehingga bayangan dari suatu benda menjadi tujuh kali dari benda tersebut. Sebagaimana hadits riwayat ‘Amr bin ‘Abasah, Nabi SAW bersabda:

“Kerjakanlah shalat shubuh kemudian tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit diantara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud.” (HR. Muslim no. 832) lihat juga https://elizato.com/waktu-sholat-dhuha/

  1. Akhir waktu

Akhir dari waktu shalat dhuha adalah 5 sampai 10 menit sebelum tergelincirnya matahari (waktu zawal). Waktu shalat dhuha terbaik adalah ketika terik matahari semakin panas dan belum sampai waktu zawal-kurang lebih mulai jam 9 sampai 20 menit sebelum dhuhur.

Suatu ketika shahabat Zaid bin Arqom melihat sekelompok orang mengerjakan shalat dhuha, kemudian ia berkata: “Mungkin mereka tidak tahu jika selain waktu yang mereka kerjakan sekarang ini ada yang lebih utama. Rasulullah SAW bersabda: Waktu paling baik mengerjakan shalat awwabin (shalat dhuha) adalah ketika seekor anak unta merasakan panasnya terik matahari.”(HR. Muslim no. 748)

Selengkapnya baca tentang shalat dhuha di link  berikut

Shalat sunah tahajud

Shalat tahajud mempunyai istilah lain dengan istilah shalat qiyamul lail. Menurut sayyid sabiq dalam kitabnya fiqh sunnah bahwa qiyamul lail bisa dilakukan dengan niat shalat witir ataupun shalat yang lainnya dengan syarat dilakukan pada malam hari setelah melaksanakan shalat isya’. Waktu pelaksanaannya boleh dilaksanakan pada awal malam, tengah malam atau sepertiga malam yang terkhir dan dilakukan setelah shalat isya’.

Ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam shalat sunnah tahajud bisa anda lihat di tulisan saya berikut (masukkan link)

Shalat sunnah hajat

Do’a adalah substansi penghambaan seseorang kepada Allah, dalam hadits disebutkan bahwa doa adalah inti dari ibadah. hal ini bisa dilihat dari makna shalat secara istilah adalah doa. Sedangkan shalat adalah amalan yang paling pertama dihisab pada hari akhir.  Shalat sunnah hajat merupakan bentuk dari penghambaan seseorang kepada sang khaliq yaitu permohonan manusia kepada sang khaliq untuk mencapai ridho dan meraih rahmattnya. Do’a yang diaktualisasi dengan cara melaksanakan shalat hajat bertujuan untuk mengharap ridho dan rahmat Allah sehingga dengan ridhonya permintaan dan keinginannya dikabulkan oleh Allah.

Maka dari itu wujud penghambaan seseorang dengan melaksanakan shalat hajat akan mendapatkan ridha Allah dan semua permintaan dan keinginannya dikabulkan oleh Allah baik secara langsung maupun dikemudian hari.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abi Darda’ bahwa Nabi SAW. bersabda,

من توضأ فأسبغ الوضؤ ثم صلى ركعتين يتمهما اعطاه الله ما سأل معجلا او مؤخرا

Niatshalat sunnah hajat

أصلي سنة الحاجة ركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

USHOLLI SUNNATAN HAJATI RAKATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI LILLAHI TA’ALA

“Saya niat shalat hajat dua rakaat menghadap qiblat karena Allah SWT.”

 

Shalat sunnah istikhoroh

Shalat istikharah adalah shalat untuk permohonan kepada Allah memilihkan sebuah pilihan apakah baik, atau tidak, sebaiknya ditinggalkan atau dilaksanakan, dan tentunya berkaitan dengan hal-hal yang boleh diistikharahi yaitu hal yang sifatnya mubah, bukan haram.

Shalat istikharah merupakan bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada sang khaliq yang menunjukkan bahwa manusia butuh dengan Allah dan berdoa, sedangkan doa adalah inti dari ibadah.

Selengkapnya silahkan baca artikel berikut doa dan tatacara shalat istikharah

Satu pemikiran pada “Shalat Sunnah, manfaat dan niat sholat sunnah

Tinggalkan komentar