Shalat Istikharah dan Tata Caranya Lengkap Sesuai Sunnah

Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon petunjuk suatu pilihan yang lebih baik diantara beberapa pilihan yang belum jelas baik buruknya.

Sholat Istikhoroh ini dilakukan untuk memohon petunjuk apapun urusannya. Tidak ada pengkhususan atau jenis tersendiri dalam sholat istikhoroh. Misalnya shalat istikharah mohon petunjuk jodoh, atau shalat istikhoroh yang lainnya, yang beda hanya urusannya saja.

Ada yang berpendapat, meskipun hati kita terdapat kecondongan yang lebih pada salah satu pilihan tersebut tetap perlu melakukan sholat istikharah. Gunanya adalah agar sesuatu yang kita pilih itu diberi kelancaran dan kemudahan.

Karena, bagaimana pun juga manusia adalah makhluk lemah, tidak seperti malaikat yang pasti taatnya, juga tidak seperti iblis yang pasti maksiatnya.

Tanpa pertolongan Allah, manusia tidak bisa apa-apa, termasuk dalam menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Karena terkadang, pilihan yang dianggap baik oleh manusia pun belum tentu baik menurut Allah.

Allah lebih tau mana yang lebih baik untuk diri kita dalam jangka panjang, bukan kesenangan dan kebaikan sesaat. Maka sudah selayaknya kita memohon pertolongan Allah dengan sholat istikharah ini.

Tata Cara Shalat Istikharah

Tata cara shalat istikharah ini sama seperti shalat sunnah yang lain, yaitu shalat sunnah dua rakaat sekali salam. Setelah salam kemudian berdoa meminta petunjuk semoga diberikan pilihan yang terbaik.

Urut-urutannya adalah sebagai berikut:

  • Niat shalat istikharah dalam hati pada saat mengangkat tangan takbirotul ihram (Melafalkan niat sebelum mengangkat tangan takbirotul ihram hukumnya sunnah)
  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah/Doa Istiftah (Sunnah)
  • Membaca Al-Fatihah
  • Membaca surat dari Al-Qur’an
  • Ruku’
  • I’tidal
  • Sujud
  • Duduk diantara dua sujud
  • Sujud kedua
  • Bangun melanjutkan rakaat kedua seperti urutan diatas
  • Tasyahud akhir
  • Salam
  • Berdoa meminta petunjuk

Pelaksanaannya adalah sebagai berikut:

  1. Ketika ingin melakukan suatu urusan, pilihlah salah satu dari urusan tersebut untuk dijadikan prioritas.
  2. Setelah menetapkan satu pilihan prioritas, lakukanlah sholat istikhoroh dua rakaat.
  3. Setelah selesai melakukan sholat istikharah, berdoalah minta petunjuk serta minta kemudahan atas pilihan tadi.
  4. Laksanakan urusan yang telah dipilih tadi, baik baik dalam mantap atau ragu. Sebab, jika hal itu dikehendaki Allah baik maka akan dimudahkan urusannya. Dan apabila tidak dikehendaki baik, maka Allah akan memberi suatu tanda, bisa berupa terkendalanya urusan yang telah dipilih tadi. Jika hal ini terjadi jangan paksakan.

Bacaan Sholat Istikharah

Bacaan sholat istikharah juga sama persis seperti halnya sholat sunnah yang lain. Namun para ulama’ menganjurkan pada rakaat pertama setelah membaca al-fatihah surat yang dibaca adalah surat al-kafirun, dan pada rakaat kedua adalah surat al-ikhlas.

Niat Sholat Istikharah

niat shalat istikharah

Niat shalat istikharah diatas dibaca sebelum mengangkat tangan takbirotul ihram (sunnah). Sedangkan yang wajib adalah niat di dalam hati bersamaan dengan mengangkat tangan pada saat takbirotul ihram.

Dalam melaksanakan shalat istikharah ini benar-benar diniati untuk melaksanakan urusan yang benar-benar penting, oleh sebab itulah perlu adanya pertimbangan yang besar.

Nabi bersabda: إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
“Apabila salah satu di antara kalian bertekad untuk melaksanakan suatu urusan maka kerjakanlah shalat (sunnah) dua rakaat selain sholat fardhu, lalu berdoalah: “اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ”.

Dalam melaksanakan Sholat Istikharah ini hanya untuk urusan yang bersifat mubah (boleh dilakukan), bukan terhadap perkara yang bersifat wajib atau sunnah, begitu juga terhadap perkara yang makruh dan haram.

Karena ada hadits nabi  :

“Rasulullah biasa mengajari sahabat-sahabatnya untuk melaksanakan shalat istikharahh dalam setiap urusan.” Menurut Ibnu Abi Jamroh, yang dimaksudkan “setiap urusan” dalam hadits ini bersifat khusus, meskipun lafazhnya umum.

Sedangkan menurut Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah, “Yang dimaksud hadits itu adalah shalat istikhoroh hanya khusus dilakukan untuk perkara yang bersifat mubah, atau bersifat sunnah apabila terdapat dua perkara sunnah yang bertabrakan, kemudian memilih manakah yang harus didahulukan.”

Bahkan dalam keterangan lain dikatakan shalat istikharah juga bisa dilakukan untuk perkara wajib, yaitu perkara wajib yang memiliki kelonggaran waktu untuk mengerjakannya.

Misalnya apabila seseorang ingin menunaikan ibadah haji, kemudian memilih di tahun manakah ia akan mengerjakannya. Hal ini apabila kita memilih pendapat yang mengatakan bahwa menunaikan ibadah haji adalah wajib tarokhi, yaitu perkara wajib yang boleh untuk diakhirkan.

Doa Shalat Istikharah

doa shalat istikharah

infomasihariini.blogspot.co.id

Doa shalat istikharah ini dibaca setelah salam untuk memohon petunjuk yang lebih baik, lebih mantap atau lebih dimudahkan dalam pelaksanaan urusan yang dipilih.

Doa shalat istikhoroh yang lebih tepat adalah dibaca setelah salam, bukan berdoa di dalam shalat. Hal ini berdasarkan sabda Nabi  :

“Apabila salah satu di antara kalian bertekad untuk melaksanakan suatu urusan maka kerjakanlah shalat (sunnah) dua rakaat selain sholat fardhu, lalu berdoalah: “اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ”

Sholat Istikhoroh ini boleh dilakukan secara berulang-ulang jika dirasa perlu dan agar lebih mantap atau agar lebih dipermudah lagi urusan kita oleh Allah. Sebab istikharah sendiri adalah doa, tentu saja boleh dilakukan secara berulang-ulang.

Ibnu Az Zubair bahkan melaksanakan sholat istikharah sampai tiga kali. Disebutkan dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair berkata: “Aku mengerjakan shalat istikhoroh pada Allah sebanyak tiga kali, lalu aku pun bertekad untuk melaksanakan urusanku itu.”

Baca:

Waktu Sholat Istikharah yang Baik

shalat istikharah

dedlee30.blogspot.co.id

Sebenarnya tidak ada keterangan secara khusus yang menyebutkan kapan waktu pelaksanaan sholat istihkoroh ini. Namun para Ulama’ menganjurkannya untuk melaksanakannya sebelum tidur.

Boleh juga dilakukan pada sepertiga malam akhir. Sebab pada waktu itulah waktu yang msutajab untuk memanjatkan doa.

Tuhan kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia di setiap sepertiga malam yang akhir. Kemudian ia (Allah) berfirman: “Barangsiapa yang berdoa akan Aku kabulkan siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni. Hingga terbit fajar”. (HR. Bukhari 1145, Muslim 758)

Add Comment