Rukun Islam, Rukun Iman Dan Penjelasannya

Posted on

Rukun Islam, Rukun Iman Dan Penjelasannya

[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]

Rukun Islam dan rukun iman – wajib diketahui, diikrarkan dan diamalkan dengan baik oleh seorang muslim. Rukun Islam dan rukun iman merupakan hal yang paling inti dan dasar dalam ajaran agama Islam (tauhid), jika sudah benar maka semua perilaku akan baik dan benar.

 Rukun Islam dan rukun iman

Pengertian Rukun Islam, Rukun Iman dan Ihsan

Rukun secara bahasa adalah elemen dasar, pondasi, penyangga atau dasar. Maksud dari rukun secara istilah adalah hal atau unsur yang wajib ada dan harus melekat ketika seseorang melaksanakan sesuatu.

Seperti ketika seorang sedang melaksanakan shalat maka rukun shalat harus melekat pada orang yang shalat tersebut, jika salah satu dari rukunnya kurang maka tidak sah shalatnya. Dengan demikian apabila seorang muslim tidak melaksanakan rukun Islam maka Islamnya tidak sah atau sekurang-kurangnya tidak sempurna.

Begitupula dengan rukun iman, jika seseorang yang mengaku beriman maka harus melaksanakan rukun-rukunnya. Seperti harus percaya bahwa akan adanya hari akhir, sehingga dengan iman kepada hari akhir ini akan menjadikannya muslim yang taat dan takut kepada Allah.

Ketika seseorang telah memahami rukun Islam dan rukun iman, diwajibkan mengerti tentang ihsan. Hal ini bertujuan supaya ibadah kita bisa membekas baik dhahir maupun batin. Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa ihsan adalah keyakinan dalam konteks beribadah seolah-olah melihat Allah dan jika kita tidak bisa melakukannya (seolah-olah melihat Allah) kita berkeyakinan bahwa Allah melihat kita.

 

Hadits tentang Rukun Iman, Rukun Islam dan Ihsan 

Rukun iman dan islam telah diajarkan langsung oleh malaikat Jibril kepada nabi dan sahabatnya pada suatu majelis. Hal ini telah tertulis dalam hadits yang panjang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

عن عمر رضي الله عنه قال : بيبما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم إذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب شديد سواد الشعر .

لا يرى عليه اثر السفر , ولا يعرفه منا احد , حتى جلس الى النبي صلى الله عليه وسلم فاسند ركبتيه الى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه وقال : يا محمد أخبرني عن الإسلام

 فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإسلام ان تشهد ان لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت ان الستطعت اليه سبيلا .

 قال : صدقت , فعجبنا له يسأله ويصدقه , قال : فأخبرني عن الإيمان قال : ان تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الأخر وتؤمن بالقدر خيره وشره . قال : صدقت , فأخبرني عن الإحسان . قال : أن تعبد الله كأنك تراه فان لم تكن تراه فإنه يراك …….. (روا البخاري)

Artinya : Dari Umar RA. dia berkata : ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tiba-tiba datanglah laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan rambut sangat hitam.

Tidak nampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian ia menempelkan lututnya kepada lutut Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seraya berkata : Ya Muhammad beritahukan aku tentang Islam.

Maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, dan haji jika mampu”.

Kemudian dia berkata: “engkau benar”. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, “beritahukan aku tentang iman”. Lalu beliau bersabda, “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.

Kemudian dia berkata lagi, “beritahukan aku tentang ihsan”. Lalu beliau bersabda, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya dia melihatmu….. (HR. Bukhari)

 

Rukun Islam 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Muslim menjelaskan bahwa Islam mempunyai lima pilar (rukun) yang harus ditegakkan oleh seorang muslim. Seperti dalam hadits berikut :

عن ابي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :  بني الإسلام على خمس , شهادة ان لا اله الا الله وأن محمدا رسول الله واقام الصلاة وايتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان (رواه الترمذي ومسلم)

Dari Abi Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al Khattab Radhiyallahu Anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda. Islam dibangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, haji ke baitullah dan puasa ramadhan ( HR. At-Tirmidzi dan Muslim).

 Kalimat syahadat

  1. Syahadat 

Kalimat syahadat adalah dua kalimat syahadat tauhid dan syahadat rasul yang berbunyi Asyhadu an la ilaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah (أشهد ان لا اله الا الله وأشهد ان محمدا رسول الله)

Syahadat adalah konsekuensi seorang muslim untuk mengucapkan dengan lisan dengan pembenaran di dalam hati dan dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan yang sejalan dengan perintah Allah.

Adapun orang yang mengikrarkan kalimat syahadat tanpa ada pembenaran dan pembuktian perbuatan dengan perintah Allah maka tidak ada manfaat sama sekali ucapan syahadatnya.

Setelah seseorang sudah berniat dan mengucapkan dua kalimat maka perlu dibuktikan dengan perilaku yang sejalan dengan perintah Allah dan Rasulnya. Perilaku tersebut adalah menjalankan kewajiban-kewajiban, larangan-larangan, sunnah-sunnah yang dibebankan kepada muslim tersebut.

Sholat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Mendirikan Shalat 

Shalat merupakan rukun Islam yang kedua dan merupakan pembuktian keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka dari itu jika dikatakan bahwa shalat merupakan prioritas utama dalam islam sangat betul dan sejalan dengan rukun Islam.

Umat muslim mempunyai kewajiban mendirikan sholat dalam sehari semalam dengan jumlah 5 waktu. Seperti yang telah disebutkan dalam sabda nabi kepada sahabat Muadz bin Jabal ketika diutus menyampaikan Islam ke Yaman yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

أخبرهم ان الله تعالى قد فرض عليهم خمس صلوات في كل يوم وليلة (رواه البخاري)

Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Ta’la mewajibkan mereka shalat lima waktu sehari semalam (HR. Al Bukhari)

 

 

Zakat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Menunaikan Zakat 

Menunaikan zakat merupakan kewajiban orang muslim dan merupakan sebuah rukun Islam. Perlu kita ingat bahwa kewajiban zakat tidak melulu pada zakat fitrah yang dikeluarkan pada saat idul fitri, akan tetapi zakat merupakan kewajiban bagi orang muslim yang sudah memenuhi syarat.

Dasar hukum mengenai kewajiban zakat telah tertulis di dalam Al-Qur’an di beberapa surat, Al-Baqarah ayat 43 dan 83, An-Nisa’ 77, Al-Hajj 78, Al-Mujadalah 13, dan surat Al-Muzammil ayat 20 yang berbunyi وأتوا الزكاة (dan tunaikanlah zakat).

Zakat merupakan pembersih dari kotoran-kotoran yang ada dalam harta kita. Sesuai dengan firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 103.

خذ من اموالهم صدقة تطهرهم وتزكيهم بها…… (التوبة : ۱۰۳)

Zakat fitrah

Zakat fitrah merupakan kewajiban yang dibebankan umat muslim, dikeluarkan satu tahun sekali. Dikeluarkan pada saat malam hari raya atau bisa dikeluarkan mulai awal puasa. Pembayaran zakat fitrah menggunakan makanan pokok negara atau wilayah masing-masig (qutil balad).

Seperti di Indonesia bagian barat yang kebanyakan menggunnakan beras maka zakatnya menggunakan beras. Begitupula dengan yang menggunakan sagu untuk makanan pokok. Banyaknya zakat fitrah yang dikeluarkan adalah 2,5 Kg.

 

Niat mengeluarkan zakat fitrah 

نَوَيْتُ عَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ الْفِطْرِ لِنَفْسِيْ فَرْضاً لله تعالى

Nawaitu an ukhrija zakatal fitri linafsi fardho lilla ta’ala

“Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diri saya, fardhu, lillahi ta’ala.

 

  1. Puasa Romadhon 

Puasa merupakan rukun Islam yang ke empat. Diwajibkan pada bulan sya’ban tahun ke 2 hijriyah dan memiliki tiga rukun. Yaitu, orang yang berpuasa, niat dan menahan sesuatu dari yang membatalkan puasa.

Kewajiban puasa ini telah disampaikan Allah dalam firman-Nya di Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 demikian :

يا ايها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون ( البقرة : ۱۸۳)

Dalam praktiknya puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta semua hal yang dapat membatalkan puasa yang dimulai dari terbit fajar sampai dengan terbenam matahari.

 

Niat puasa romadhon 

Niat puasa ramadhan harus dilakukan pada malam hari (setelah memasuki waktu maghrib dan sebelum memasuki waktu imsak).

 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍّ عَنْ أَدَءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghodin an ada’i fardhi syahri romadhona hadhihis sanati lillahi ta’ala.

Rukun Islam ke lima haji

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Haji bagi yang mampu

Haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah S.W.T dengan ruh, badan dan harta. Rukun Islam yang ke lima ini bahwa Alloh telah mewajibkan untuk setiap umatnya agar dapat berhaji sekali seumur hidup. Ada beberapa syarat haji diantaranya adalah Islam, berakal sehat, baligh, dan mampu.

 

Rukun Iman 

Seseorang dikatakan mukmin adalah jika seorang tersebut mengimani Allah, Malaikat, kitab-kitab Allah, Rasul-rasul Allah, hari akhir, dan qadar. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 177, 285, dan QS Al-Qamar ayat 49.

Rasulullah juga menjelaskan tentang iman ada enam perkara dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

الإِيْمَانُ اَنْ تُؤْمِنَ بِا اللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الأَخِرِ وَ تُؤْمِنُ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (رواه مسلم)

  1. Iman kepada Allah 

Iman kepada Allah harus secara totalitas, baik dalam pengertian global maupun terperinci. Maksud dari secara global adalah meyakini bahwa Allah memiliki sifat sempurna dan jauh dari kekurangan. Sedangkan yang dimaksud dengan meyakini Allah secara rinci / mendalam adalah meyakini sifat-sifat wajib Allah yang jumlahnya ada 20.

 

Sifat wajib Allah

Allah memiliki sifat wajib yang pasti ada dan melekat padadzat Allah. Sifat tersebut adalah sebagai berikut : 1. Wujud 2. Qidam 3. Baqa’ 4. Mukhalafatu lil hawadits 5. Qiyamuhu binafsihi 6. Wahdaniyah 7. Hayat 8. Ilmu 9. Qudrah 10. Iradah 11. Sama’ 12. Bashor 13. Kalam 14. Hayyun 15. Alimun 16. Qadirun 17. Muridun 18. Sami’un 19. Bashirun 20. Mutakallimun.

 

Sifat mustahil Allah

Sifat mustahil adalah lawan dari sifat wajib Allah, maksud lain dari sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin melekat pada dzat Allah. Sifat mustahil tersebut adalah : 1. Adam 2. Huduts 3. Fana’ 4. Mumatsalatu lil hawadits 5. Ihtiyaju lighoirihi 6. Ta’adud 7. ‘Ajzun 8. Jahlun dan lain sebagainya.

 

Sifat jaiz Allah 

Sifat jaiz Allah adalah hak prerogratif Allah untuk berkehendak atau dalam bahasa pesantren adalah fi’lu kullu mumkinin wa tarkuhu. Allah memiliki hak untuk menjadikan manusia kaya atau miskin, sholeh atau tidak, semua sesuai dengan kehendak Allah.

 

  1. Iman kepada malaikat 

Malaikat adalah mahluk yang sangat lembut tercipta dari nur yang tidak butuh makan minum dan hanya melakukan apa yang diperintah Allah sampai hari kiamat. Malaikat tidak bisa dilihat oleh manusia melainkan para anbiya’ karena sifat dari wujud malaikat yang sangat lembut. Maka dari itu seorang muslim diwajibkan untuk mengimani malaikat.

Penciptaan malaikat dari nur telah dijelaskan oleh nabi dalam sabdanya :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم , خلقت الملائكة من نور وخلق الجان  من مارج من نار , وخلق ادم مما وصف لكم (رواه مسلم)

 

  1. Iman kepada kitab-kitab Allah

Islam merupakan agama penyempurna terhadap agama sebelumnya. Al-Qur’an meupakan kitab yang diturunkan oleh Allah untuk umat muslim. Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah oleh masing-masing umat.

 

Nama-nama kitab Allah

Di dalam Al-Qur’an telah disebutkan bahwa Allah telah menurunkan kitab untuk dijadikan pedoman pada setiap masanya dan umat muslim wajib mengimaninya. Dalam QS. Al-Maidah ayat 48 telah disebutkan :

وانزلنا اليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب ومهيمنا عليه…..(المائدة : ۴۸)

“Dan kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhaddap kitab-kitab yang lain itu.”(QS Al-Maidah:48).

Taurat 

Kitab Taurat merupakan wahyu diturunkan kepada Nabi Musa as. berisi pedoman bagi kaum Bani Israilyang dikenal dengan The Ten Commendement (10 perintah Tuhan).

Kitab Taurat telah memberi isyarat mengenai lahirnya nabi dari Bani Ismail yaitu Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Selain itu juga memberi isyarat akan adanya syariat yang baru (Islam) yang akan menuntun kepada surganya Allah.

Zabur 

Merupakan wahyu diturunkan kepada Nabi Daud as. untuk pedoman bagi umat Nabi Daud as. yang disebut juga dengan Mazmur. Kitab zabur diturunkan tidak mengajarkan syariat karena masih menggunakan syariat Nabi Musa as. Kitab Zabur berisi tentang do’a-do’a, dzikir, nasehat, dan hukum.

Injil 

Kitab Injil merupakan wahyu diturunkan kepada Nabi Isa as. yang berbahasa ibrani berisi ajaran untuk hidup dengan zuhud, menjauhi kerusakan dan ketamakan dunia. Selain itu juga mengajarkan keesaan tuhan dan menjelaskan adanya nabi terakhir bernama Ahmad atau Muhammad.

Al-Qur’an 

Kitab Al-Qur’an merupakan mu’jizat terbesar Nabi Muhammad. Kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Maidah ayat 48 di atas. Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. melalui perantara malaikat Jibril untuk umat manusia.

Al-Qur’an mempunyai banyak sekali keistimewaan diantara adalah mendapatkan pahala jika dibaca terlepas paham dari isinya atau tidak.

Iman kepada Rasulullah

  1. Iman kepada rasul 

Iman kepada rasul adalah mengimani bahwa Allah mengutus rasul sebagai rahmat. Memberikan kabar bahagia bagi orang-orang yang baik dengan pahala, mengancam bagi orang-orang yang buruk dengan ancaman siksa. Menjelaskan apa yang menjadi kebutuhan dan kemaslahatan manusia untuk agama dan dunianya.

Nama-nama rasul 

Rasul di dalam Al-Qur’an disebutkan terdapat 25. Yaitu, Adam, Idris, Nuh, Hud, Sholeh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syuaib, Musa, Harun, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa, Muhammad SAW.

Sifat wajib rasul

Bagi rasul memiliki sifat wajib yang pasti ada pada diri rasul. Yaitu sifat yang jumlahnya ada 4, shidiq, amanah, tabligh, fathonah.

Sifat mustahil rasul 

Bagi seorang rasul tidak mungkin mempunyai sifat-sifat mustahil yang jumlahnya empat. Sifat tersebut adalah : bohong, maksiat, cacat/kurang, bodoh.

Sifat jaiz rasul 

Rasul adalah manusia biasa yang istimewa karena kenabian dan wahyu yang diberikan Allah kepadanya. Maka dari itu rasul juga mempunyai sifat yang sama dengan manusia yang lain seperti makan, minum, beristeri, dan lain sebagainya.

 

  1. Iman kepada hari akhir

Iman kepada hari akhir adalah mengimani seluruh proses menuju akhirat. Proses tersebut mencakup mulai dari pertanyaan kubur, bangkitnya dari kubur, hizab dan mizan, penyerahan cacatan kehidupan di dunia, melewati sirath, surga dan neraka.

 

  1. Iman kepada takdir Allah 

Bagi seorang muslim wajib mempercayai bahwa semua perbuatan, perkataan dan aktifitas manusia terjadi karena takdir dari Allah. Akan tetapi manusia dapat menentukan pilihan mengenai keputusan untuk berbuat baik atau buruk. Yang pasti perbuatan baik adalah yang diridhoi Allah dan yang buruk tidak.

Dan Allah memberi pahala jika manusia melakukan kebaikan dan menyiksa jika melakukan keburukan. Dengan demikian Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk memilih dan tidak memaksa kepada kebaikan atau keburukan. Seperti firman Allah وان الله ليس بظلام للعبيد.

Wallahu A’lam bishshowab

Kang Santri
Author

0 thoughts on “Rukun Islam, Rukun Iman Dan Penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.