Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir Serta Keutamaannya

Bacaan tasbih atau kalimat tasbih disebut juga dengan kalimat thayyibah. Bacaan tasbih ini juga merupakan salah satu bacaan yang digunakan untuk berdzikir, sebab itulah disebut juga dengan kalimat dzikir.

Bacaan tasbih atau kalimat tasbih memiliki arti ‘menyucikan’, yang dimaksud adalah menyucikan Allah. Dalam fungsinya, bacaan tasbih digunakan untuk berdzikir dengan menyucikan Allah.

Dzikir dengan bacaan tasbih ini sekaligus sebagai pengakuan pada diri kita yang penuh berlumuran dosa dan bahwa hanya Allah lah dzat yang maha suci.

Sudah seharusnya, sebagai seorang Mu’min ucapan yang keluar dari mulutnya merupakan kalimat thayyibah. Ucapan yang dicintai Allah, yang mengalirkan pahala dan memberikan kesejukan bagi yang mendengarnya.

Kalau dihitung-hitung, berapa ribu kata dalam sehari yang kita ucapkan, dari ribuan kata itu, berapa persen kira-kira ucapan yang bermanfaat, berapa persen ucapan yang mengalirkan pahala dan berapa persen ucapan yang meleburkan dosa.

Atau justru sebaliknya, dari ribuan kata itu justru penuh madharat, tanpa pahala dan justru menambah dosa.

Setelah mengkalkulasi perbandingan ucapan yang bermanfaat dan yang tidak. Bagaimana jika ternyata ada satu ucapan atau dua ucapan, yang hanya butuh waktu satu detik untuk mengucapkannya namun keutamaannya melebihi seluruh kata yang kita ucapkan. Maukah kita mengamalkannya? Berikut adalah penjelasannya:

Dzikir dengan Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barang siapa menyucikan Allah (bertasbih) 33x setelah selesai sholat, memuji Allah (bertahmid) 33x, dan mengagungkan kebesaran Allah (bertakbir) 33x, yang mana hal itu menjadi 99 bilangan, lalu menyempurnakannya menjadi 100 dengan bacaan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, maka diampuni kesalahannya meskipun menyerupai buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).

Itulah sebabnya di kalangan warga NU membiasakan dzikir setelah sholat salah satunya dengan membaca dzikir di atas. Dalam hadits yang lain juga disebutkan:

معقبات لا يخيب قائلهن أو فاعلهن دبر كل صلاة مكتوبة ثلاث وثلاثون تسبيحة وثلاث وثلاثون تحميدة وأربع وثلاثون تكبيرة

“Ada beberapa penyerta (dzikir) setelah selesai sholat yang tidak akan merugi bagi yang mengucapkan atau melakukannya, yaitu bertasbih 33x, bertahmid 33x, dan bertakbir 34x.” (HR. Muslim no. 596).

Keutamaan Bacaan Tasbih

Bacaan tasbih merupakan kalimat thayyibah yang ringan diucapkan, namun besar sekali keutamaannya. Banyak sekali keterangan yang menyebutkan keutamaan dzikir dengan bacaan tasbih ini.

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (من قال : سبحان الله و بحمده مائة مرة حطت عنه خطاياه و ان كانت مثل زبد البحر) متفق عليه

Dari Abu Hurairoh r.a berkata: Rasulullah  bersabda; Barangsiapa membaca ‘Subhanallah wa bihamdih’ seratus kali, maka dilebur dosanya meskipun menyerupai buih laut. (Muttafaqun ‘Alaih).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri disebutkan:

عن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (الباقيات الصالحات , لااله الاالله , و سبحان الله , و الله اكبر , و الحمد لله , ولاحول ولاقوة الا بالله) اخرجه النسائ , وصححه ابن حبان و الحاكم

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a berkata: Rasulullah  bersabda (Beberapa amalan shalih yang tetap pahalanya, yaitu Laa_ilaaha_illallaah , Subhanallaah , Allaahu_akbar , Alhamdulillaah , Laa haula walaa quwwata illaa billaah). (HR. An-Nasa’i, dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Samuroh bin Jundab r.a;

وعن سمرة بن جندب رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم (أحب الكلام الى الله اربع , لا يضرك بأيهن بدأت : سبحان الله , والحمد لله , ولااله الا الله , والله اكبر) اخرجه مسلم

Dari Samuroh bin Jundab Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah  bersabda (Ucapan yang paling dicintai Allah adalah empat, yang tiada sesuatu apapun yang membahayakanmu jika kamu awali dengan empat kalimat itu, yaitu: Subhanallaah, Alhamdulillaah, Laa_ilaaha_illallaah, Allaahu_akbar). (HR. Muslim).

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Syaikhoni (Imam Bukhari & Imam Muslim) berikut:

واخرج الشيخان عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كلمتان حبيبتان الى الرحمن , خفيفتان على اللسان , ثقيلتان في الميزان : سبحان الله وبحمده , سبحان الله العظيم

Diriwayatkan oleh Syaikhoni, dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah  bersabda (Dua kalimat yang dicintai oleh Dzat yang Maha Welas Asih, ringan diucapkan oleh lisan dan berat dalam timbangan (Mizan), yaitu: Subhanallahi Wa_bihamdih , Subhanallaahil_’adziim).

*****

Renungan

Setelah mengetahui keutamaan bacaan tasbih di atas, barulah kita menyadari bahwa satu ucapan dan waktu satu detik pun ternyata bisa bernilai sangat luar biasa. Lantas, masihkah kita akan menyia-nyiakan anugerah yang diberikan Allah ini. Selagi lisan masih bisa berucap, anggota tubuh masih bisa beramal, dan waktu amal masih diberlakukan untuk kita. Marilah berdzikir dan bertasbih menyucikan Allah dengan bacaan tasbih.

Subhaanallaah, Wal_hamdulillaah, Wa laa_ilaaha_illallaah, Wallaahu_akbar.

Add Comment