Amalan pada Hari Raya Kurban dalam Ibadah Haji

Pada hari raya kurban atau idul adha ada beberapa amalan yang harus dikerjakan oleh para jamaah haji. Amalan hari raya kurban/idul adha yang disebutkan dibawah ini tidak harus dikerjakan secara tertib, namun sunnah mengerjakannya secara tertib:

  1. Melempar Jumrah Aqabah
  2. Menyembelih (hadyu) bagi yang mengerjakan haji tamattu’ atau qiran
  3. Mencukur rambut atau memperpendeknya
  4. Thowaf ifadhah dan sa’i untuk haji

A. Melempar jumrah aqabah dilakukan dengan tujuh kerikil secara berurutan, yaitu dengan cara mengucapkan takbir pada saat mengangkat tangan hendak melempar batu/kerikil. Dan disunnahkan pada saat melempar menghadap ke jumrah serta menjadikan Makkah berada di arah sebelah kiri dan Mina sebelah kanannya.

B. Waktu untk melempar jumrah aqabah ini berlanjut hingga waktu zawal atau tergelincirnya matahari. Namun tetap dibolehkan melempar jumrah setelah lewatnya waktu zawal, meskipun itu di malam hari. Dan bagi yang memiliki fisik kuat, waktu untuk melempar jumrah ba’i adalah ketika matahari terbit.

C. Penampungan batu kerikil pada jumrah aqabah adalah separoh. Oleh sebab itu harus merasa yakin bahwa batu kerikil yang dilempar telah masuk dalam penampungan. Namun apabila ternyata batunya tergelincir pun tidak apa-apa.

D. Disunnahkan untuk menyegerakan dalam menyembelih, mencukur rambut atau memperpendeknya, thowaf dan sa’i. Namun apabila ingin mengakhirkannya setelah hari raya qurban pun tidak apa-apa.

E. Menyembelih (hadyu) hukumnya wajib bagi yang melakukan Haji tamattu’ atau haji qiran. Sedangkan yang melakukan haji ifrad tidak diwajibkan untuk menyembelih (hadyu).

Bagi yang tidak menyembelih maka diwajibkan atasnya berpuasa selama 10 hari, tiga hari dikerjakan pada waktu haji, dan tujuh hari dikerjakan setelah pulang.

Penyembelihan hewan tidak harus dikerjakan di Mina, namun boleh dilakukan di tanah suci lainnya misalnya Makkah atau Madinah.

F. Pengerjaan sa’i antara Shafa dan Marwah adalah 7 kali putaran, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam artikel Tata Cara Haji dan Umroh. Sedangkan bagi yang melakukan haji qiran atau ifrad maka cukup mengerjakan sa’i yang pertama saja apabila ia telah mengerjakan sa’i pada thawaf qudum.

G. Apabila telah selesai melempar jumrah aqabah kemudian mencukur rambut berarti ia telah tahallul awal. Dengan demikian maka diperbolehkan baginya mengerjakan sesuatu yang sebelumnya dilarang ketika ihram kecuali masalah wanita.

Disunnahkan pula untuk membersihkan diri serta memakai wangi-wangian sebelum mengerjakan thawaf. Dan apabila telah melakukan thawaf dan sa’i, berarti ia telah tahallul tsani. Dengan demikian telah dihalalkan segala sesuatu yang sebelumnya dilarang ketika ihram, termasuk berhubungan suami-istri.

Baca: Syarat Wajib Haji

Add Comment